
Sesampainya di apartemen, Reyhan meminta tolong kepada staf apartemen untuk membukakan pintu unitnya dengan kunci cadangan, karena ia sedang menggendong tubuh Jihan, setelah berhasil terbuka ia langsung menuju kamar utama dan merebahkan tubuh Jihan di atas kasur berukuran 'king size', Reyhan yang bingung hanya bisa mondar mandir sambil menyugar rambut cepak nya ke belakang, ia kemudian membuka laci meja rias dan menemukan minyak kayu putih.
'Ya tuhan, kenapa lagi dengan gadis ini' batinnya dalam hati, kemudian duduk di samping jihan, perlahan ia mulai mengoleskan minyak kayu putih tersebut di area hidung dan pelipis Jihan, dengan tujuan agar gadis itu segera sadar.
Untuk sesaat pandangan nya terpaku dengan wajah gadis itu, kulitnya yang putih bersih, alis yg rapi sempurna, hidung nya yang mancung, dan bibir nya yang mungil serta merah alami membuat nya berkali-kali meneguk Saliva nya sendiri.
Ada rasa kagum saat melihat wajah gadis tersebut, wajah yang ayu dan menyejukkan hati barang siapa yang memandangnya, saat menggenggam tangan Jihan, Reyhan kembali merasakan desiran aneh di hatinya, yang selama ini belum pernah ia rasakan saat berada dekat dengan wanita lain.
'Apakah, ini yang namanya cinta' batin Rayhan sambil tersenyum. ia merasa, seakan jantung nya hendak melompat dari poros nya.
Tidak mau diketahui oleh Jihan bahwa dirinya diam-diam mengagumi gadis itu, ia pun segera berlalu meninggalkan Jihan, dan pergi ke dapur untuk mengambil minum serta beberapa camilan untuk nya.
Setelah puas memakan camilan tersebut, ia memutuskan untuk masuk dalam kamar tamu, yang letaknya berdampingan dengan kamar utama, baru berapa langkah berjalan ia di kejutkan dengan jeritan Jihan dari dalam kamar utama.
"TIDAAAAK,, jangan bawa saya, TOLOOOONG,, saya nggak mau nikah sama dia,, NGGAAAAAAAK" Jihan berteriak histeris, dengan peluh dingin yang membanjiri dahinya.
mendengar Jihan yang berteriak histeris karena mengigau, Rayhan langsung berlari menghampiri Jihan dan membawa gadis itu kedalam pelukannya.
"Jihan,, tenang ini aku Reyhan, kamu aman di sini sekarang, tenang,, tenang,, aku akan melindungimu" ucap Reyhan sambil mengelus pelan punggung Jihan, agar Jihan merasa lebih tenang.
Jihan mengeratkan pelukan nya pada Reyhan, "Aku takut, aku gak mau di jodohin sama tua \*\*\*\*\*\* itu, aku gak mau" ucap Jihan dengan derai airmata, dan tubuh yang bergetar hebat, serta keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.
"kamu tenang ya,, di sini aman,, aku gak akan biarin kamu di jodohin atw di sakitin sama siapapun" ucap Reyhan, sambil mengelus rambut panjang Jihan. ia merasa, berapa ketakutan nya Jihan malam itu, saat dirinya berusaha kabur dari rumah itu.
Jihan pun tersadar dengan siapa ia berpelukan dan mulai melepas kan pelukan nya itu, ia masih shock dengan mimpinya, lalu menangkupkan kedua tangan menutupi wajah cantiknya itu sambil terus terisak.
__ADS_1
"Aku gak mau di jodohin kayak gini, aku bukan anak kecil lagi" masih dengan Isak tangis dan deray air mata, Reyhan tidak tega melihat kondisi Jihan seperti ini, hatinya ikut merasakan nyeri saat wanita cantik itu tak henti-hentinya menangis, Reyhan langsung menangkup wajah ayu Jihan, dan perlahan membuka tangan yang menutupi wajah gadis itu.
"hey,,, coba lihat!!,, aku ada di sini,, aku akan melindungimu,, it's ok tenang,, ya" sambil menghapus air mata sang gadis, Reyhan memandang wajah ayu itu dengan tatapan sendu.
'Malangnya nasip gadis ini, apakah sungguh sesakit itu, saat ia harus menuruti perkataan orang tua nya yang egois itu!!' batin Reyhan sambil mengepalkan tangan nya.
'Tuhan!!,, jika di izinkan,, bolehkan aku memilikinya hingga akhir hayat ku nanti?! aku benar-benar jatuh cinta pada gadis ini!!' batin Reyhan kembali.
"Sekarang kamu tenangkan dirimu, oh iya,, nama panjang mu siapa, dan di mana rumah mu?" Tanya Reyhan.
"Namaku Jihan Al-Mahira, aku tinggal di sebuah perumahan tak jauh dari tempat kamu menabrak ku" jawab Jihan.
"Aku gak akan nganter kamu ke sana, sekarang kamu istirahat lagi ya!, aku keluar sebentar, kalau mau makan kamu bikin sendiri aja di dapur, maid ku gak ada yang nginep soalnya" ucap Reyhan hendak beranjak pergi.
Tap
"Jangan pergi bang!!,, aku takut!" Jihan memohon sambil memegang pergelangan tangan Reyhan.
"Aku gak lama kok, tenang aja di sini aman, pokoknya kamu gak perlu takut dan satu lagi jangan keluar dari sini kalau kamu mau aman!!" ucap Reyhan memperingatkan Jihan akan bahaya nya di luar sana, Jihan pun hanya bisa mengangguk pasrah, dan melepaskan genggaman tangan yang mencekal pergelangan tangan Reyhan.
Reyhan keluar dari apartemen dan menghubungi sahabat nya agar berkumpul di Markas mereka.
"Apa aku gak salah denger?! tadi dia manggil aku 'bang' gadis yang menggemaskan" Reyhan pun tersenyum saat mengingat Jihan tanpa sadar telah memanggil nya dengan sebutan 'bang'.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, Rayhan pun sampai di markas, ia melihat mobil ke 2 sahabat nya sudah terparkir di sana, iapun langsung masuk dan ikut berkumpul dengan mereka.
__ADS_1
"Ada apa Rey? Kenapa tiba-tiba ngajakin kita kumpul di sini?" Tanya Danu sahabat Reyhan.
"Iya!! biasanya juga gak pernah se mendadak ini, kayaknya ada yang serius?" Ucap amir yang ikut menimpal,
"hufffff" Reyhan menghela nafas panjang, "Kayak nya gw lagi jatuh cinta deh" ucapnya sambil menyandarkan kepala di sofa.
"APAAAA!!?" Danu dan Amir terkaget dan berterima bersamaan, pasalnya, Reyhan adalah seorang pemuda anti wanita, bahkan saat temannya yang lain sibuk mencari lubang kenikmatan dunia, ia justru memperluas sayap kesuksesannya, saat ia mengungkapkan perasaan nya kepada dua orang sahabatnya, mereka pun kaget bukan kepalang.
"Gadis mana yang bisa menaklukkan hati seorang Rayhan" tanya Amir yang mulai penasaran.
"Iya!! cewek mana yang bisa ngambil hati kulkas empat pintu ini, sial banget deh hidupnya tuh cewek, pasti hari-hari nya ntar dingin kek di kutub Utara" ucap Rio sambil terkekeh.
Reyhan yang mendengar ejekan kedua sahabat nya itu, langsung menatap tajam pada mereka berdua, "sialan!! lu berdua ya... Gw juga belum tau tuh cewek suka gak sama gw, gw baru ketemu se malam, saat gak sengaja nabrak dia" ucap Reyhan santai, sambil memakan kacang kulit yang ia bawa.
"APAAAA!!?" Lagi-lagi ke dua sahabat nya itu memekik bersamaan saat mendengar pernyataan Reyhan.
"Biasa aja sih!! Kelen ber dua ni kagetnya, dari tadi apa-apa muluk, gw tuh ngajak ketemuan mau minta tolong sama lu ber dua bukan Mau dengerin paduan suara" ucap Reyhan sambil melempar kulit kacang kepada dua sahabat nya itu.
"Gw gak salah denger, Rey,? lu nabrak tuh cewek trus lu bilang jatuh cinta!? kan aneh" ucap Danu dan di jawab anggukkan oleh Amir,
"Iya, bukanya tuh cewek harusnya kesel dan marah ya sama lu, karena lu udah bikin die celaka, gimana ceritanya lu malah balik suka sama tuh cewek" jawab Amir yang rasa penasaran nya semakin besar.
Reyhan pun menceritakan semua kejadian saat mobilnya menabrak gadis itu, lalu saat gadis itu ia antar ke apartemen sewaan nya, lalu pingsan lagi lalu ia bawa ke apartemen dan terbangun karena mengigau, dan saat Jihan bercerita tentang perjodohan nya dengan lelaki tua itu, semua ia ceritakan kepada kedua sahabat nya itu tanpa di lebihi atw di kurangi,
Bersambung...
__ADS_1