CEO Tampan Milik Nona Mafia

CEO Tampan Milik Nona Mafia
bab#09 ziarah makam ALM bakri


__ADS_3

Setelah beberapa hari tinggal di apartemen bersama Jihan. Lastri merasa, Tuhan telah memberikan kesempatan kedua untuk kembali melihat putri nya.



Sebelumnya, ia tak ingin berharap lebih dari sekedar melihat Jihan. Tapi hari ini, ia merasakan keajaiban yang tuhan berikan. Bisa melihat serta tinggal satu atap lagi bersama putri yang sangat ia Sayangi. Meski Jihan bukan anak kandung nya, tapi ia menyayangi Jihan seperti putri kandung nya sendiri. Hari ini, rencananya Lastri akan mengajak Jihan ziarah makam almarhum Bakri.



"Sayang" panggil Lastri, saat mereka sedang sarapan bersama.



"Iya, kenapa, ma?" Jawab Jihan, sambil mengunyah nasi goreng seafood buatan Lastri.



"Jihan kan hari ini libur. Gimana kalau kita ziarah ke makam almarhum, papa?" Tanya Lastri.



"Boleh, ma, Jihan juga belum pernah ke makam papa... Meski, papa, sering kasar dan terkesan jahat dengan ku. Walau bagaimana pun, papa adalah orang yang paling berjasa dalam hidup ku, ma... Nanti aku ajak, Rey, ya ma!! Siapa tau dia mau ikut" ucap Jihan.



"Boleh sayang, boleh banget malahan!!" Ucap lastri sambil tersenyum hangat. Ia bahagia, karena sekarang Jihan sudah menemukan pria yang tulus mencintai dan menyayangi nya.



"Ayo di habiskan!! Gimana? Masih enak kan nasi goreng seafood bikinan mama?" Tanya Lastri.



"Dari dulu, sampai sekarang, nasi goreng seafood bikinan mama. Selalu jadi juara di lidah serta hati ku!!" Ucap Jihan bersemangat. Selama ini, hanya Lastri yang bisa mengerti dengan apa yang Jihan rasakan. Oleh sebab itu, Jihan sangat menyayangi nya.



"Hallo, assalamualaikum?" Sapa Jihan, saat Reyhan mengangkat telepon nya.



"Waalaikum'salam.. ada apa calon istri ku, Hem?" Jawab Reyhan dari sebrang televon.



"Abang sudah bangun?"



"Baru melek, sayang!!"


__ADS_1


"Abang, ada rencana pergi apa nggak?"



"Enggak, Cinta ku, memangnya kenapa?"



"Mama, ngajak aku ziarah ke makam almarhum papa. Daripada ber 2 aja sama mama. Jadi ku pikir, ngajak, Abang aja siapa tau mau. He he, Abang mau ikut kah?" Tanya Jihan sambil terkikis.



"Tunggu, 25 menit lagi, Abang sampa" ucap Reyhan. Langsung mematikan telepon sebelah pihak.



"A\_\_\_... Astaghfirullah... Kebiasaan deh ni si, Abang" Jihan berdecak kesal. Sebab Reyhan mematikan telepon sebelah pihak.



"Kenapa, nak?" Tanya Lastri heran. Sebab Jihan mendadak terlihat kesal.



"Si, Abang, maa!!! Kebiasaan banget kalau mau matiin telvon gak ngucapin salam dulu. Langsung di matiin aja!!!" Ucap Jihan sambil cemberut.




Setelah 25 menit, akhirnya Reyhan sampai di lobby apartemen tempat tinggal Jihan.



Tiiiin!!!



"Udah tau!!" Sargah Jihan masih dengan suara kesal dan bibir nya cemberut. Setelah duduk di jok depan, tempat nya di samping kemudi. Reyhan langsung memandang wajah Jihan yang tanpa exspresi.



"Ayo jalan!! Ngapain pakek lihat-lihat!!" Ucap Jihan kesal. Ia benar-benar tidak suka saat Reyhan mematikan telepon secara sepihak. Bukan karena lebay atau apa. Tapi baginya, mematikan telepon sebelah pihak tanpa mengucap salam, adalah suatu ketidak sopanan.



"Jihan!! Gak boleh gitu, nak. Mungkin tadi nak Reyhan buru-buru. Kan Jihan ngabarin nya dadakan" ucap lastri menasehatinya. Jihan hanya diam, sebab Reyhan bukan hanya sekali dua kali melakukan hal itu. Padahal, Jihan sudah sering menasehati bahkan kadang sampai mengomelinya panjang lebar. Mungkin karena Reyhan belum terbiasa, jadi ia masih sering lupa.



"Sayang... Maaf ya. Lain kali bakalan aku inget terus dan gak akan ngilangin lagi" ucap Reyhan, sembari meraih tangan Jihan kedalam genggaman nya.

__ADS_1



"Tapi , Abang kan sudah sering berjanji. Kenapa sih selalu lupa. Padahal itu kan cuman hal kecil" ucap Jihan sambil memalingkan wajahnya, menghadap ke jalan raya.



"Iya maaf... Abang salah, Abang minta maaf, yaa" ucap Reyhan dengan suara memohon.



"Hemm... Seperti biasa. Selalu di maafkan" Ucap Jihan sambil tersenyum manis. Dan di balas senyum termanis oleh Reyhan.



Lastri hanya bisa tersenyum, saat menyaksikan perdebatan kecil tersebut. 'semoga kebahagiaan selalu menyertai mu, nak' batin Lastri.



Tak terasa mereka telah sampai di TPU. Lastri turun lebih dulu, memilih menunggu kedu anak muda tersebut di pintu masuk. Setelah memastikan tak ada mobil yang lewat, barulah Reyhan turun. Ialu berjalan memutar untuk membukakan pintu samping agar Jihan segera keluar.



"Terima kasih, Abang" ucap Jihan dengan senyum mengembang di bibirnya. Lalu mereka berjalan dengan bergandengan tangan menghampiri Lastri. Setelah berputar-putar mencari, akhirnya mereka menemukan makam Bakri. Jihan berjongkok di samping pusaran batu nisan Bakri, dan Lastri berjongkok di samping jihan. Sedangkan Reyhan berjongkok di sebrang Jihan.



"Assalamualaikum.. papa, ini Jihan" ucap Jihan dengan suara parau. "Maafkan Jihan... Kalau selama ini belum bisa jadi anak yang berbakti" Isak tangis mewarnai setiap kata yang terucap dari mulut Jihan. "Jihan akan selalu berdo'a... Semoga, papa tenang di alam sana. Semoga, papa di ampuni segala dosa-dosa nya... Jihan sudah memaafkan semua kesalahan, papa di masalalu... Jihan juga minta maaf kalau selama, papa hidup, Jihan pernah berbuat salah. Baik di sengaja maupun tidak" Jihan tak bisa lagi menahan air matanya. Tangisanya begitu menyayat hati. Sampai-sampai, Reyhan ikut larut dalam suasana tersebut.



"Pa, sekarang anak kita sudah menemukan tambatan hati nya. Do,a kan saja, semoga ia selalu bahagia. Mama dan Jihan juga akan selalu mendoakan, papa dalam setiap sujud kami" ucap lastri, seakan Bakri bisa mendengar ucapan nya. Setelah membaca surat Yasin dan do'a untuk almarhum Bakri. Tak lupa mereka juga menaburkan berbagai macam bunga di atas tanah kuburan Bakri. Jihan Lastri dan Reyhan pun berpamitan.



"Papa, Jihan mama sama Abang Rey, pulang dulu ya, kapan-kapan Jihan ke sini lagi... Babay, papa i love you" ucap Jihan sambil beranjak dan melambaikan tangan. Setelah itu berjalan meninggalkan makam Bakri. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang sedari tadi menyaksikan momen haru tersebut.



Zen Lan datang setelah Jihan baru menemukan makam Bakri. Saat itu juga lah ia bersembunyi dan mengintai dari balik pohon besar, yang letaknya tak jauh dari makam Bakri. 'Kamu memang anaknya El Rumi, nak. Kebaikan dan kebesaran hatimu, adalah turunan dari ibu mu' batin Zen Lan, saat mendengar apa yang Jihan katakan di makam tersebut.



"Tuan, apa tidak sebaiknya anda menemui nona muda. Dan menceritakan semua kebenaran nya. Saya yakin, nona muda pasti mengerti dengan semua yang anda lakukan ini" ucap Riyan menasehati tuan nya.



"Belum saatnya. Nanti setelah urusan saya dengan Antoni selesai. Saya akan menemui Jihan di apartemen nya, dan menceritakan semuanya kepada dia" ucap Zen Lan kepada Riyan. Riyan pun hanya bisa menuruti perkataan sang ketua.



Zen Lan memang memiliki banyak musuh. Tapi 'Antonius Faldenbrid' adalah musuh bebuyutan nya. Berkali-kali Antoni melakukan kecurangan serta tindakan exstream lainya, hanya demi melengserkan Zen Lan. Tapi bukan Zen Lan namanya jika dengan mudah di sentuh oleh pihak musuh. Apalagi musuh seperti Antoni, ia sudah mewaspadai musuh bebuyutan nya yang satu itu. Jadi tidaklah mudah menembus pertahanan kekuasaan Zen Lan. Oleh sebab itulah, ia menjadi ketua mafia geng BLACK WORLD terlama sepanjang sejarah dunia mafia. Bahkan geng BLACK WORLD di juluki sebagai singanya dunia mafia. Karena mendapat peringkat nomor 1 sebagai geng terkuat dan terkejam.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2