CEO Tampan Milik Nona Mafia

CEO Tampan Milik Nona Mafia
Bab#08 kematian Bakri dan sepenggal kisah Zen Lan


__ADS_3

Jihan langsung memeluk sang mama, ia menangis sampai sesenggukan, semua orang yang berada di sana pun ikut merasa terharu. Jihan mencium setiap inci wajah sang mama yang sudah terlihat tak terawat itu. lalu menyuruh semua orang yang sedang mengantri, agar melayani diri mereka sendiri. sebab hari ini, Jihan yang akan mentraktir mereka semua.



"Sayang, kmu kemana saja?" Ucap lastri, saat mereka sudah duduk menjauh dari para pelanggan.



Sebelum menjawab pertanyaan Lastri, Jihan memperkenalkan Reyhan terlebih dahulu "ma, ini Reyhan, emmm... Pacar Jihan... tapi dia anaknya baik kok ma! dia yang udah bantu Jihan selama 3 bulan ini... Rey, ini mama lastri, mama yang sudah merawat aku, sejak aku masih bayi" Ucapnya pada Lastri dan Reyhan.



"Assalamualaikum.. hallo, Tante, nama saya Reyhan!!" Ucap Reyhan sambil mencium punggung tangan Lastri dengan takzim.



"Waalaikum'salam.. tampan sekali... sopan dan baik pula. Jihan pasti beruntung, jika kelak kalian sampai ke jenjang pernikahan" ucap lastri sambil tersenyum, ia ikut merasakan kebahagiaan jihan saat ini. terlebih, Jihan sudah memiliki seorang kekasih yang sangat mencintai dan menyayangi nya sepenuh hati.



"Terima kasih, Tante!" Ucap Reyhan sambil tersenyum, lalu kembali duduk di belakang Jihan.



"Maaf, ma, jihan pergi gak pamit, mama. Tapi Jihan selalu berusa buat nyari, mama!! sejak Jihan tahu 'bara company ' bangkrut, Jihan langsung pulang ke rumah, dan ternyata kata security-nya, rumah itu udah di sita sama bank sebagai jaminan karena papa punya hutang banyak.



Jihan bingung mau nyari mama sama papa ke mana. Jihan udah minta tolong sama Daddy Graham buat nyari, mama, tapi hasilnya nihil. mama sama papa nggak tau kemana... dan akhirnya kita ketemu di sini ma!!" Ucap Jihan bersemangat, Lastri hanya mendengarkan penjelasan sang putri, sambil menggenggam erat tangan Jihan.



"Ma!! Papa mana, ma?" Tanya Jihan lagi, Lastri langsung menunduk, tak tau harus mengatakan apa, tapi akhirnya ia berkata jujur.

__ADS_1



"Papa... Papa, sudah meninggal satu Minggu yang lalu, sayang" ucap lastri lirih. Jihan yang mendengar langsung syok, menutup mulut dengan kedua tangannya. seketika, bulir bening langsung meluncur jatuh tak terkendali. walau bagaimana pun, Bakri tetaplah orang yang sangat berjasa. Karena sudah merawat nya sejak masih bayi, meski tidak bisa di pungkiri, bahwa Bakri jugalah yang menjadi ketakutan terbesar Jihan saat itu.



"Mama" Jihan hanya bisa memeluk erat Lastri, dalam hati ia berjanji akan menjaga dan melindungi Lastri!! karena sekarang, hanya Lastri satu-satunya orang tua yang Jihan punya.



"Mama, ikut aku pulang ya ma!" Ucap Jihan, tanpa ragu dan tanpa memikirkan apapun, Lastri langsung setuju. sebab ia juga sangat merindukan sang putri, Jihan langsung membawa Lastri masuk kedalam mobil Reyhan. sebelum Jihan ikut masuk, ia meminta kepada Reyhan untuk menyuruh salah satu bawahan Reyhan, agar membereskan dagangan Lastri, dan Reyhan pun meng iyakan permintaan jihan. Setelah itu mereka pergi ke apartemen Reyhan, yang sekarang di tempati oleh Jihan.



Semenjak keluar dari rumah itu, bertemu dengan Reyhan, dan tinggal di rumah Ajeng selama 1 bulan. Jihan meminta pada Reyhan untuk membantunya mencari pekerjaan, kebetulan ia juga sudah lulus kuliah dan menyandang gelar S1. tanpa ragu, Reyhan yang sejati nya adalah seorang CEO, langsung meminta pada Jihan agar mau menjadi asisten pribadi nya.



Awalnya Jihan menolak, tapi Reyhan bersikeras. karena pada saat itu, Reyhan memang tidak punya asisten pribadi. Selama menjadi CEO, ia tidak mau memakai asisten pribadi, ia hanya menggunakan sekretaris untuk mengatur jadwal meeting nya. Sekarang ada Jihan dan kebetulan jurusan yang Jihan ambil memang cocok di posisi itu, mau tidak mau Jihan pun menyetujuinya. Reyhan memberikan apartemen yang awalnya ia jadikan sebagai rumah kedua, agar di tempati oleh Jihan. Lalu ia sendiri akan tinggal bersama Graham dan Ajeng, agar Jihan merasa nyaman karena tidak tinggal bersama. sebab mereka belum memiliki ikatan yang halal.


24 tahun, Zen Lan terus mengawasi putri sematawayangnya, sesekali ia menemui Jihan. Tentunya dengan mode penyamaran, jihan hanya tau, bahwa Zen Lan adalah penjaga keamanan di tempat ia latihan ilmu beladiri.



Jihan memang suka mempelajari sesuatu hal yang exstream, contoh nya seperti memanah, berkuda, dan menembak. ia juga di kenal sebagai wanita pemberani. bagaimana tidak, semua ilmu beladiri tingkat dasar sampai tinggi tertinggi mampu ia kuasai. Ia juga telah menyandan sabuk hitam taekwondo dan jujitsu. sekarang ini, seharusnya ia tengah mempelajari ilmu beladiri PSHT, karena perjodohan itu ia hanya sampai di sabuk hijau.



Zen Lan juga sering berbincang dengan Jihan, tanpa Jihan sadari, bahwa penjaga keamanan tersebut adalah ayah kandung nya. Zen Lan sangat pintar menyembunyikan identitas nya, dan sangat pandai memainkan peran nya sebagai penjaga keamanan, tentulah Jihan tidak akan merasa curiga. Dan ia juga di kenal sebagai ketua mafia yang sangat licik dan kejam. beberapa kali ia terlibat peperangan antar sesama mafia.



Oleh sebab itu, ia selalu mengawasi putri sematawayangnya itu, dan menutup rapat semua informasi tentang kehidupan pribadi nya. Itu semua ia lakukan bukan tanpa sebab. karena jika musuh-musuhnya tahu bahwa Zen Lan memiliki seorang putri, tentulah akan sangat membahayakan nyawa Jihan. itu sebabnya, sejak Jihan lahir, ia tidak di rawat sendiri oleh Zen Lan. untuk menghindari segala bahaya yang suatu saat bisa saja terjadi.

__ADS_1



Bahkan, semua bisnis yang Zen Lan bangun, selalu menjadi tanda tanya bagi semua karyawan nya. Sebab!! Zen Lan tidak pernah menampakkan diri secara terang-terangan di depan karyawan nya. Ia kerap kali keluar dari mansion besarnya itu, tetapi hanya sebagai orang biasa. Bukan sebagai Zen Lan si ketua mafia geng BLACK WORLD.



Bukan karena pengecut, tetapi ia malas jika harus berurusan dengan krucil- krucil bawahan musuhnya. Bagi Zen Lan, peperangan yang sesungguhnya adalah, saat ia di khianati atau di curangi oleh lawan bisnisnya. Jika hanya bertarung dengan para bawahan, tentu sangat mudah bagi Zen Lan mengatasi masalah sekecil itu. tetapi ia tak mau, baginya!! itu hanya akan mengotori tangan nya saja.



"Maaf, tuan, ada hal penting yang ingin saya sampaikan" ucap Riyan, tangan kanan Zen Lan.



"Katakan"



"Setelah kebangkrutan bara company, Bakri mengalami stress berat, hingga jatuh sakit, dan meninggalkan 1 Minggu yang lalu" ucap Riyan menjelaskan.



Zen Lan tertawa dengan penuh kemenangan "Bagus!! Bagus!! Tanpa susah payah aku mengatur rencana untuk melenyapkan nya, ternyata, ia lebih dulu mati dengan cara nya sendiri. Ha ha ha" ucap Zen Lan kembali tertawa keras.



Bagi Zen lah, berbuat kejam bukanlah pilihan, tapi keharusan. Sebab, dalam dunia mafia. Siapa yang paling kejam, maka dialah yang patut di hormati. Oleh sebab itu Zen Lan menjadi ketua Black World, selama hampir 30 tahun ini. Bukan karena ia tak mau di gantikan oleh yang lain. Karena bagi pengikut nya, tidak ada yang menandingi kekejaman Zen Lan selama ini. Itu sebabnya, ia menjadi ketua mafia nomor 1 dalam dunia hitam.



Karena gelarnya tersebut, Zen Lan harus kehilangan El Rumi. Ya!! El Rumi, wanita cantik asal Indonesia, yang ia nikahi 31 tahun yang lalu. El Rumi adalah ibu kandung Jihan, ia meninggal 10 menit setelah kelahiran Jihan.


[Sebenarnya, apa ya yang menyebabkan El Rumi meninggal? Karena melahirkan Jihan? Atau ada faktor lain yang menyebabkan El Rumi meninggal?]

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2