Choose

Choose
Episode 10


__ADS_3

Sesudah makan malam, Kay, Igo, dan Ruki keluar untuk berjalan-jalan. Setelah agak jauh dari rumah Linda dan Ninda, Kay dan Igo mengomeli Ruki habis-habisan. Ruki hanya bisa pasrah diomeli.


Tak lama kemudian, tiba-tiba Ninda datang menghampiri mereka. Ninda mengajak Igo ke rumah kepala desa untuk mengambil tugas yang diberikan oleh kepala desa untuk acara ulang tahun anak tunggalnya. Igo terpaksa ikut dengan Ninda.


Setelah Igo dan Ninda pergi, Kay mengajak Ruki ke kebun bunga lili yang ada di pinggir desa. Di kebun lili itu, Kay  mengungkapkan isi hatinya ke Ruki. Ruki terkejut. Ruki yang tidak bisa berkata apa-apa hanya menatapi bunga-bunga lili yang ada di sebelahnya.


Tiba-tiba, Kay mendekap Ruki dalam pelukannya dan menempelkan bibirnya pada bibir Ruki. Ruki terkejut. Ia berusaha melepaskan dirinya dari dekapan Kay. Sewaktu dekapan Kay agak longgar, Ruki melepaskan dirinya dan menampar pipi Kay.


Suasana pun menjadi hening. Airmata terus mengalir dari mata Ruki dan membasahi pipinya. Sementara Kay hanya diam membisu.


Dari kejauhan, terdengar suara seorang cewek memanggil nama Kay. Cewek itu tak lain dan tak bukan adalah Linda. Linda menarik tangan Kay dan mengajaknya untuk jalan-jalan menikmati keindahan sang bintang. Linda tidak menyadari keadaan Ruki dan Kay.


Ruki berdiri sendiri di samping taman lili sambil menangis tersedu-sedu. Namun tiba-tiba, Ruki dikejutkan oleh seseorang  yang mengusap kepalanya dengan lembut sambil mengeluarkan kata-kata kasar. Cowok itu Igo.


“Heh, BODOH! Kenapa sendirian di sini?! Lho, kok kamu nangis? Kenapa?! DASAR EMANG KAMU cewek CENGENG YA!” tutur Igo kasar.


Ruki hanya diam tertunduk.


“Huh, kebiasaan kamu yang diam nunduk itu nyebelin!” protes Igo. Tiba-tiba, Igo memeluk Ruki. “Dasar bodoh! Kenapa sih aku suka ama CEWEK BODOH ini?!!” Igo memaki dirinya sendiri, lalu melepaskan Ruki dari pelukannya.


Ruki terkejut dengan pernyataan Igo. Airmata Ruki juga berhenti mengalir karena terkejut. Igo menunduk dan memakaikan sesuatu di pergelangan tangan Ruki. Ruki terkejut karena Igo memakaikan gelang pemberian Ryu yang ia tahan sebagai ancaman.


“Kamu bebas sekarang! Aku udah tau apa yang buat kamu nangis kayak gini! Aku liat semuanya dari Kay mengungkapkan perasaannya sampai akhir tadi! Tunjukin gelang ini sama Kay! Minta kalung ama payung kamu sama Kay! Terus, suruh dia jemput aku di sini! Mulai sekarang, kamu bebas Ki! Kamu bebas nentuin jalan hidup kamu! Aku sadar kalau kamu nggak suka sama aku ataupun Kay kan?! Aku yakin, kamu benci banget sama kami berdua!”

__ADS_1


“Kamu salah Go! Aku suka sama kamu, juga Kay! Kalian aku anggap teman! Kalian yang membuat hidupku penuh petualangan!” tutur Ruki yang kemudian tersenyum dan pergi mencari Kay.


Ruki menuju ke rumah Linda dan Ninda. Ia menemukan Kay di kamar sedang tidur-tiduran. Ruki menunjukkan gelang mliknya dan meminta dua benda pentingnya yang ada di Kay. Kay terkejut. Ia berdiri dan mengambil kedua benda penting milik Ruki dan memberikannya ke Ruki.


Setelah itu, Ruki menyampaikan pesan dari Igo yang meminta menjemputnya di taman lili. Sebelum pergi ke taman lili, Kay mengusap lembut kepala Ruki dan meminta maaf.


“Maaf soal yang tadi ya! Kamu bebas sekarang! Besok pagi, kamu bisa pergi atau tetap tinggal di sini! Terserah kamu mau pergi kemana pun yang kamu mau! Yang nentuin jalan hidup kamu, ya kamu sendiri!” kilah Kay lembut. Lalu, Kay pun pergi menemui Igo di taman bunga lili.


Ruki rebahan di atas kasur. Ia memikirkan semua ucapan yang dilontarkan Igo dan Kay. Ruki masih bingung dengan jalan yang akan ia pilih selanjutnya. Apa ia akan menemui Ryu, mencari keluarga yang selama ini tidak ia kenal, menetap di desa ini, atau tetap mengikuti kelompok penjahat Q alias Kay dan Igo.


***


Sementara itu, di taman bunga lili tempat Igo berada…. Igo menunggu kedatangan Kay sambil melihat bintang-bintang yang bersinar di langit. Tak lama kemudian, Kay datang menghampiri Igo. Sewaktu jarak Kay dan Igo dekat, tiba-tiba…. Buukkk!!! Igo memukul Kay dengan keras. Kay pun membalas pukulan Igo.


“Jadi ingat dulu kita sering berantem gara-gara rebutan mainan!” Kay ber-nostalgia.


“Iya! Walaupun sering berantem, kita tetap akrab ya! Kamu ingat nggak waktu kita berantem ama Ryu gara-gara rebutin si Carties?”


“Yap. Yang bisa nge-lerai kita cuma si Khaya ama Zeal.”


“Sekarang, kita mah nggak peduli lagi ama si Carties! Habis anaknya centil banget!”


"Kamu ingat nggak? Dulu Zeal pernah ngenalin kita sama cewek! Cewek itu cantik banget! Anehnya, umur kamu waktu itu baru delapan tahun sedangkan aku sepuluh tahun, tapi kita udah tau yang mana cewek cantik!”

__ADS_1


“Kalau kamu, iya ngenalin cewek dari mukanya! Kalau aku dari hati kecil dan perasaannya!”


“Ternyata kamu lebih gombal dari aku ya! Jadi, nanti malam kita tidur di sini nih?!” tanya Kay menduga tepat dengan nada suara yang keberatan atau bisa dibilang tidak setuju.


“Apa boleh buat!”


 


Kembali lagi ke rumah Linda dan Ninda….


Tok… tok… tok…. Terdengar seseorang mengetuk pintu kamar yang ditempati Ruki. Dengan malas, Ruki membuka pintu kamar itu. Terlihat Linda dan Ninda dari balik pintu. Linda dan Ninda bertanya tentang Kay dan Igo ke Ruki.


“Kay dan Igo lagi jalan-jalan bareng! Mungkin nanti tidur di luar! Katanya sih mau tes ketahanan tubuh mereka terhadap udara malam!” jelas Ruki membohongi Linda dan Ninda.


Mendengar penjelasan dari Ruki, Linda dan Ninda menjadi tenang. Mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk tidur. Mengistirahatkan diri mereka dari kegiatan dan rutinitas yang mereka lakukan sepanjang hari.


***


^o^


Semakin bertambahnya episode, masalah satu terselesaikan dan masalah yang lain pun muncul. Tapi misteri atau teka-teki kehidupan Ruki dan orang-orang di sekitarnya mulai terpecahkan bagi pembaca (mungkin). Kalaupun Author ingin menyudahi cerita, rasanya bakal terhenti di tengah jalan. Cerita juga nggak berkembang ya? Maafkan Author yang masih banyak kekurangannya…. Karena Author masih pemula dan belajar. Harap dimaklumi. Rasanya mau menyiapkan satu novel dalam waktu sehari. Tapi nggak mungkin juga. Hehehe…. Sekian dari Author…. Jangan lupa kritik dan saran yang membangun agar karya Author semakin baik lagi. Terimakasih.... ^_^


***

__ADS_1


__ADS_2