
Di kediaman keluarga Renalfa, seorang wanita tua sedang serius berbicara dengan salah seorang cucunya. Di kediaman yang megah, mewah, dan kokoh itu, terdapat halaman yang sangat luas. Di samping kediaman terdapat taman bunga yang terlihat indah dan dirawat dengan sangat baik.
Kembali ke seorang wanita tua yang sedang serius berbicara dengan salah satu cucunya, si nenek terus saja menanyakan bermacam-macam hal kepada sang cucu. Sang cucu pun dengan tenang menjawab semua pertanyaan dari sang nenek. Tepatnya, keadaan saat itu seperti polisi sedang mengintrogasi penjahat profesional yang telah akrab dengan penjara.
“Ryu, apa kamu mau tinggal sementara di kediaman ini sebagai calon pewaris sementara, sampai kakekmu kembali dari luar negeri?” tanya si nenek, nenek Eva.
“Tentu saja, Nek! Dengan senang hati.” jawab si cucu, Ryu dengan tenang.
“Nenek diberi amanat oleh kakekmu. Kakekmu meminta nenek untuk menanyakan beberapa pertanyaan padamu, Ryu.”
“Apa itu, Nek?”
“Siapa nama gadis yang ada di dalam hatimu dan yang paling kamu cintai Ryu?”
Ryu terkejut mendengar pertanyaan dari nenek Eva. Ia terdiam sejenak. Kepalanya menunduk. Tatapannya kosong. Kepalanya dipenuhi dengan kenangannya bersama Ruki. Namun bagi Ryu, ingatan tentang Ruki harus dihapus. Yang diinginkan oleh Ryu saat itu hanya warisan dari kakeknya. Ryu mengangkat kepalanya dan menjawab. “Tidak ada, Nek.”
“Kalau Carties?”
“Mungkin dia Nek.” kata Ryu dengan suara yang datar. “Yang ada di hati Ryu hanya keluarga kita Nek. Ryu nggak mau keluarga kita hancur berantakan!”
“Kalau begitu, kapan kamu akan berunangan dengan Carties?”
“Secepatnya Nek!”
“Kalau kamu adalah ahli waris dari harta kakekmu, apa yang akan kamu lakukan?”
__ADS_1
“Ryu akan mengembangkan dan memajukan perusahaan keluarga kita hingga diakui sampai ke luar negeri! Ryu mau memperkuat kerjasama keluarga kita!”
“Kalau kamu bertemu dengan gadis yang kamu cintai, apa yang akan kamu lakukan?”
Ryu tertegun. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan dari neneknya. Tak lama kemudian, Ryu diselamatkan oleh Deton yang merupakan kepala pelayan di kediaman keluarga Renalfa. Deton memberitahu majikannya, nenek Eva bahwa kedua Tuan Muda yaitu, Kayren dan Renigo telah pulang dengan membawa seorang gadis cantik.
Nenek Eva segera turun menuju ke ruang tamu dan menyambut Kay dan Igo. Melihat nenek Eva menghampiri mereka, Kay dan Igo dengan spontan memeluk nenek mereka yang tersayang dan menanyakan kabar nenek Eva.
Ruki terdiam. Ia tidak menyangka kalau Kay dan Igo masih mempunyai seorang nenek yang kelihatannya baik dan sangat menyayangi mereka. Tapi, kenapa Kay dan Igo bisa jadi perampok Q-White dan Q-Black yang mencuri benda-benda antik, ya?! Ruki masih belum mengetahui siapa Kay dan Igo yang sebenarnya. Bagi Ruki, Kay dan Igo masih menyimpan banyak kejutan yang belum diketahuinya.
Namun tiba-tiba, Ruki terkejut ketika nenek Eva menatapinya sambil tersenyum. Igo memperkenalkan Ruki sebagai teman baik Kay dan dirinya dengan nama Ruki Azra. Igo menceritakan asal-usul Ruki ke nenek Eva. Asal-usul yang direkayasa oleh Kay dan Igo.
Nenek Eva tersenyum ramah dan menyambut Ruki dengan hangat. Kemudian dari belakang Ruki terdengar suara langkah kaki seseorang. Dia adalah seorang cowok. Cowok itu menyapa Kay dan Igo dengan dingin.
Nenek Eva menyuruh Kay dan Igo mengajak Ruki untuk berkeliling di sekitar kediaman. Kay dan Igo menuruti nenek Eva. Mereka membawa Ruki berkeliling untuk melihat letak-letak ruangan yang ada di dalam kediaman. Setelah lelah berkeliling, mereka beristirahat di taman belakang. Ruki, Kay, dan Igo duduk di bangku panjang gazebo yang ada di tengah taman. Suasana taman saat itu sepi. Tidak ada orang lain selain mereka.
Menurut Ruki, saat itu adalah saat yang paling tepat untuk menanyakan alasan Kay dan Igo menjadi perampok Q. Selain itu, Ruki juga ingin tahu jati diri Kay dan Igo sebenarnya. Apa Kay dan Igo punya keluarga lain selain nenek Eva? Apa nenek Eva itu benar-benar neneknya Kay dan Igo atau bukan? Lalu, apa hubungan Kay dan Igo dengan Ryu? Kenapa mereka bisa saling mengenal?
“Kay, Igo, nenek Eva itu nenek kalian ya? Jadi, kalian masih punya keluarga ya?” tanya Ruki memberanikan dirinya.
“Yups. Nenek Eva itu nenek kami! Kami ini anggota keluarga Renalfa. Kami juga masih punya orangtua! Sayang, orangtua kami itu selalu berantem. Padahal mereka saudara! Itu gara-gara harta warisan! Semua anak-anak nenek Eva, yaitu Om Andes bokapnya Kay, Ridya nyokap ku, Om Aren, dan tante Widi berantem karena harta warisan dari kakek kami Renalfa!” jelas Igo panjang lebar.
“Terus, kenapa kalian jadi perampok Q?”
“Soalnya, kakek kami itu mudah banget ketipu! Gara-gara itu, semua benda-benda antiknya yang ia dapat dari pelelangan dicuri sama orang! Ya udah, kami curi balik! Sekalian buat ngusir kebosanan kami! Kalau masalah polisi, kakek punya foto-foto sama surat-surat kepemilikan barang antik itu kok! Jadi, kami nggak bisa dipenjara dong karena ngambil benda-benda milik keluarga kami sendiri! Tapi, sekedar nambah semangat, kami kabur dari polisi yang nge-buru kami! Ya, seperti game tantangan melarikan diri dari kejaran polsi dan taktik meloloskan diri biar nggak ditangkap! Seru banget!! Kami jadi tertantang buat nge-lakuin sesuatu yang menegangkan sekaligus menyenangkan! Lagian, kakek udah tau dan malah nge-dukung! Hehehe….” jawab Kay sambil tebar pesona.
__ADS_1
“Terus, kok kalian bisa kenal Ryu?”
“Siapa yang nggak kenal!?! Dia itu kan sepupu kami yang nyebelin! Di antara sepupu-sepupu kami, Ryu itu orang yang paling dingin! Selain dingin, dia nggak bisa bergaul ama kami! Kalau aku ama Kay akrab sama sepupu kami yang lainnya.” cerocos Igo sebal.
“Bukannya sikap kamu juga dingin, Go?! Aku rasa, sikap kamu lebih dingin dari Ryu! Pertama kali aku ketemu sama dia, dia ceria banget ngobrol ama aku! Emang sih dia dingin dan tertutup banget sama teman-teman yang lainnya! Tapi lama-lama dia jadi ramah dan nggak suka yang namanya ngerjain pe-er!” sangkal Ruki.
“Nggak mungkin! Nggak mungkin anak rajin nggak buat pe-er!” timpal Kay tak percaya.
“Terserah.” ucap Ruki tak peduli. “Tapi, makasih ya.”
“You’re welcome!” balas Kay dan Igo hampir serempak.
“Tapi Kay, masa aku lebih dingin dari si Ryu sih!?!” Igo tidak terima dengan perkataan Ruki tadi.
“Nggak tau juga sih! Mungkin gara-gara pertama kali ketemu Ruki, kamu langsung marah-marahin Ruki ama nge-bentak Ruki!” pendapat Kay tepat sasaran.
“Yups, ditambah lagi, pendapat orang kan beda-beda! Tergantung siapa yang paling kita ngertiin kan!” Ruki menyambung pendapat Kay. “Lain kali, kamu jangan suka bentak-bentak orang dong! Kay juga jangan terlalu playboy dong!” nasehat Ruki.
“Eh Go, rasanya waktu kecil Khaya juga sering nasehatin kita kayak gitu ya!” bisik Kay tanpa sengaja mengingat kenangan masa kecilnya setelah mendengarkan nasihat dari Ruki.
“Iya. Jadi inget Khaya yang bawel ama cerewet nih!” balas Igo sambil berbisik.
Kay dan Igo tertawa geli saat mengingat masa kecil mereka. Ruki yang tak tahu apa-apa hanya bisa diam dan menunggu Kay dan Igo selesai tertawa dan menyudahi nolstagia mereka. Karena dicuekin, Ruki malah mencari keasyikan sendiri dengan melihat-lihat bunga-bunga yang indah dan mencium bau bunga-bunga tersebut.
***
__ADS_1