Choose

Choose
Episode 15


__ADS_3

Seorang berjalan mendekati Zeal, Khaya, Kay, Igo, dan Ruki yang asyik mengobrol. Wanita itu menyapa Kay dan Igo ramah. Kay dan Igo hanya bisa tersenyum karena takjub melihat kecantikan wanita yang bagaikan bidadari itu.


Wanita itu tersenyum lembut ke Ruki. Ruki membalas senyuman wanita itu. Entah mengapa rasanya Ruki pernah melihat wanita itu. Rasanya ia sering mendapatkan senyuman dari wanita itu. Rasanya rindu. Rindu sekali.


Tanpa terasa, airmata Ruki menetes membasahi pipinya yang mulus. Makin lama, airmatanya mengalir semakin deras tanpa alasan yang jelas. Wanita yang bak bidadari itu memeluk Ruki dengan hangat. Ruki terkejut. Ia membalas pelukan wanita itu. Rasanya, rindunya telah terobati. Ruki menangis di dalam pelukan wanita itu.


Kay dan Igo hanya diam. Sementara Zeal dan Khaya tersenyum misterius.


Setelah agak tenang, Ruki melepas pelukannya. Wanita itu juga melepaskan pelukannya dari Ruki. Ia tersenyum dan mengusap-usap kepala Ruki lembut penuh kasih sayang. Ruki salah tingkah. Mukanya memerah.


“Ma-maaf….” ucap Ruki.


“Kenapa harus minta maaf? Nama kamu siapa?” tanya wanita cantik itu.


“Ru-Ruki.” jawab Ruki.


“Kamu temannya Kay dan Igo ya?”


“Iya.”


“Nama saya Clayra! Kyruclayra Naraky! Istri dari Dyigan Jinja!”


“Tante Clayra udah datang?! Om Dyigan mana?” tanya Zeal.


“Om Dyigan masih di luar negeri. Masih ada urusan! Lusa baru ke sini!” Khaya menjawab pertanyaan Zeal.


“Tante ke dalam dulu ya! Mau istirahat!” pamit Clayra. Clayra berjalan menjauh dari taman dan memasuki kediaman.


Kay dan Igo menatapi kepergian Clayra seolah tak percaya kalau Clayra adalah tante mereka yang merupakan isrti dari paman mereka, Dyigan. Mereka tidak percaya kalau Om Dyigan yang memiliki tampang yang nggak cakep-cakep amat bisa mendapatkan istri yang sangat cantik dan mirip dengan bidadari khayangan. Mungkinkah itu kelebihan dari cinta?


“Gila, aku nggak nyangka istri Om Dyigan seperti bidadari khayangan yang turun ke bumi!” puji Kay takjub.


“Aku juga! Pasti banyak saingannya!” tambah Igo.


Pletak!!! Bak… bak…. Buk!!! Plak!!! Khaya memukul Kay dan Igo habis-habisan. “Kalian itu mandang orang jangan dari penampilan dong! Kalian juga harus ingat kalau tante Clayra itu tante kalian! Jangan kurang ajar! Mau aku ikat di lapangan yang panas selama seminggu tanpa makanan dan minuman!?!!” ancam Khaya sebal.


“Khaya kalau marah ngeri, ya! Aku takut juga liatnya, Zeal!” bisik Ruki dengan suara yang masih dapat didengar oleh Khaya.

__ADS_1


Khaya menghampiri Ruki. “Kalau nggak digituin, mereka jadi kurang ajar!” Khaya membela dirinya sendiri.


“Tapi kalau dipukuli terus, kasian Kay ama Igo! Kalau dijemur seminggu tanpa makan dan minum, bisa-bisa mereka mati! Terus nggak ada lagi yang nolongin aku! Temenku jadi berkurang! Khaya juga nggak bisa marah-marah lagi sama mereka!” nasehat Ruki dengan tampang polosnya.


Mendengar nasehat-nasehat dari Ruki, Khaya tidak bisa berkutik. Apalagi ditambah dengan tampang polos yang disodorkan Ruki. Khaya tidak bisa berkata apa-apa dan diam menunduk. Kay dan Igo takjub melihat Khaya kalah dari Ruki.


Kemudian, tanpa sengaja Ruki melihat Ryu dari kejauhan. Ryu sedang termenung sendiri dengan wajah yang murung. Ruki berlari ke arah Ryu. Ruki mendekati Ryu dan duduk di samping Ryu sambil memandangi wajah Ryu yang murung.


“Ryu kenapa?” tanya Ruki merasa iba melihat Ryu.


“Bukan urusan kamu!” jawab Ryu dingin. “Kamu ngarang cerita bohong ke nenek Eva kan?! Mendingan kamu cepat-cepat minggat dari sini sebelum terjerumus lebih dalam lagi di keluarga ini!”


“Aku nge-lakuin itu supaya bisa ketemu sama Ryu! Cuma Ryu yang bisa ngertiin perasaan aku! Dulu Ryu nggak peduli sama statusku! Dulu Ryu yang bisa nenangin aku waktu aku sedih! Tapi, kenapa sekarang Ryu yang buat aku nangis?!”


“Dulu ama sekarang itu beda!”


“Ryu, dulu kita sama-sama nangis waktu harus pisah! Apa waktu itu Ryu cuma pura-pura sedih?”


Ryu terdiam sejenak. “Iya, supaya KAMU CEPAT-CEPAT PERGI!!! Kamu NGGAK PANTES ada didekat ANAK ORANG KAYA!!!” karang Ryu.


Ruki terkejut. Tubuhnya sedikit gemetaran. Airmatanya mengalir deras membasahi pipinya. “Kalau aku ada di dekat Ryu, aku jadi bisa ngingat kenangan masa kecil aku! Aku ingat beberapa hal mengenai masa kecilku! Itu gara-gara Ryu! Namaku Rukiaya Kyrana. Depannya nggak pake’ embel-embelan Hina. Nama keluarga aku, aku belum bisa ingat! Kalung dengan leontin kunci ini terbuat dari emas. Ada seorang anak cowok yang memiliki kalung yang sama denganku! Tanpa kedua kalung, sebuah kotak tidak akan terbuka! Kalung ini pemberian mama! Wajah mama, masih samara-samar di dalam kepalaku! Semua yang kukenal terlihat samara-samar dalam bayanganku! Cuma bayangan Ryu yang terlihat jelas!”Ruki menceritakan semua yang terjadi pada dirinya bila Ryu berada dekat dengan dirinya.


“Te-terus, maksud Ryu ngasih aku gelang ini apa? Aku yakin, Ryu bersikap kayak gini buat nge-jagain aku kan?! Gelang yang Ryu kasih ke aku ini…. Gelang yang khusus Ryu pesan buat aku ini saksinya! Kalau Ryu mau nge-buang aku, Ryu nggak akan mengukir inisial R dan R digelang ini. Inisial dari nama kita berdua! Ryu dan Ruki! Ryu bohong kan?!” Ruki meminta penjelasan ke Ryu sambil menunjukkan gelang yang diberikan oleh Ryu dulu.


Ryu mengambil gelang yang ia berikan dari pergelangan tangan Ruki dan melemparnya ke kebun mawar yang ada di belakang mereka. “Kalau kamu nggak cepetan pergi, kamu bakalan bernasib sama dengan gelang itu!” ancam Ryu yang kemudian pergi meninggalkan Ruki.


Ruki berdiri mematung sambil menatapi kebun mawar. Airmata mengalir deras dari pelupuk mata Ruki dan membasahi pipi mulusnya. Ruki tertunduk. Pandangannya mulai kabur. Ingatan masalalunya pun mulai sedikit terbuka kembali.


 


Ruki kecil asyik bermain dengan seorang cowok yang lebih tua dua tahun darinya. Kemudian, Ruki melihat seorang wanita mendorong seorang cowok yang ada di samping Ruki kecil. Wanita itu menampar Ruki kecil hingga Ruki kecil terjatuh ke tanah.


Ibunya Ruki segera berlari untuk menolong Ruki. Ayahnya Ruki menegur wanita yang berani-beraninya menampar Ruki. Wanita itu pergi. Kemudian, Ruki melihat seorang anak laki-laki yang tak asing lagi baginya sedang menangis terus-menerus. Di wajahnya tersirat rasa sedih, kesepian, dan kurangnya kasih sayang.


Cowok itu berlari. Ia pergi meninggalkan rumah Ruki. Berlari sendirian di tengah kegelapan. Tidak ada sedikitpun cahaya yang mengiringinya. Sementara cowok yang berada di samping Ruki yang didorong oleh wanita aneh tadi, mengelus-elus pipi Ruki yang ditampar oleh wanita aneh tadi. Cowok itu tersenyum lembut ke Ruki.


Ruki merasakan ketenangan, kenyamanan, dan rasa aman sewaktu bersama cowok yang mengelus pipinya itu. Kalau bersama cowok itu, Ruki bisa tertawa lepas. Anak cowok yang di lehernya juga melingkar kalung yang sama dengan yang dipakai oleh Ruki.

__ADS_1


“Ruki!” teriak Zeal dari kejauhan sehingga membuat Ruki tersadar ke alam nyata. Zeal, Kay, Igo, dan Khaya berlari menuju ke arah Ruki.


Ruki bergegas berdiri dan berlarian kecil mendekati kebun mawar untuk mencari gelang pemberian Ryu. Awalnya, Ruki mencari di pinggir-pinggir kebun.  Namun, gelang itu tidak ditemukannya. Ruki pun nekat masuk ke dalam rimbunan mawar. Karena kenekatannya itu, tubuh Ruki tertusuk oleh duri-duri yang berasal dari bunga mawar.


Ruki tidak putus asa walaupun tubuhnya telah tertusuk oleh duri. Ia pantang menyerah walau harus ditusuk oleh ribuan duri dari tumbuhan mawar. Yang terpenting baginya, gelang pemberian Ryu bisa ditemukan. Zeal, Kay, dan Igo menghampiri kebun mawar untuk segera meyakinkan Ruki agar keluar dari tanaman mawar yang menyakiti dirinya. Sementara Khaya masuk ke dalam kediaman untuk mengambil obat dan P3K.


“Ki, cepetan keluar dari sana!” perintah Kay cemas.


“Nggak!” tolak Ruki tidak mau.


“BODOH! Ngapain di sana?!” Igo cemas dan menanyakan alasan Ruki masuk ke dalam semak mawar yang berduri.


“Nyari gelang dari Ryu!”


“Bodoh, cepet keluar!” teriak Kay dan Igo hampir serempak.


“NGGAK!!!” tolak Ruki lagi dan kemudian menangis sambil mencari gelangnya.


Tiba-tiba, Zeal nekat masuk dan menarik Ruki keluar dari dalam tanaman-tanaman mawar itu. Ruki berusaha melepaskan dirinya dari Zeal namun, tak bisa. Tenaga Zeal lebih kuat. Zeal berhasil menarik Ruki keluar dari rimbunan tanaman mawar yang berukuran 3 meter x 3 meter itu.


Ruki menangis dan terus meronta. Ia berusaha melepaskan dirinya dari Zeal. Zeal meminta Kay dan Igo untuk memegangi Ruki. Ruki meronta dan terus meronta berusaha melepaskan kedua tangannya dari cengkraman Kay dan Igo.


Zeal kembali masuk ke dalam semak-semak mawar dan mencari gelang milik Ruki. Hampir sejam Zeal mencari, akhirnya ia menemukan gelang milik Ruki. Zeal keluar dari neraka duri itu. Ia memasangkan gelang itu ke pergelangan tangan kanan Ruki.


Zeal tersenyum lembut. “Jangan sampai hilang lagi ya!” pintanya.


Khaya yang telah berada di sebelah Kay dengan spontan memarahi kenekatan Ruki dan Zeal. Gerimis pun mulai turun dan semakin deras. Ruki menahan isak-tangisnya dan membiarkan airmatanya mengalir dan menyatu dengan hujan.


Kay menjahili Zeal dengan menekan luka di pipi  Zeal akibat tergores oleh duri dari tanaman mawar. Zeal meringis kesakitan dan menepis tangan Kay. Khaya mencubit lengan Zeal. Zeal meringkih kesakitan.


Lalu, Ruki memeluk Zeal sambil menangis tersedu-sedu. “Huuu…uu…. Maaf… maaf Zeal! Maaf!!! Huwaaa….huuu….uu….. Hiks… hiks….” ucap Ruki sambil menangis.


Zeal membalas pelukan Ruki dengan pelukan yang erat dan membelai lembut rambut Ruki. “Bukan maaf, tapi TERIMA KASIH!” Zeal menekan kata ‘terima kasih’.


Hujan mengguyur tubuh Ruki, Zeal, Khaya, Igo, dan Kay. Namun, seulas senyum tersirat di wajah mereka kecuali, Ruki. Ruki masih memikirkan Ryu. Entah kenapa rasanya Ruki ingin mengetahui isi hati Ryu yang sebenarnya. Mengetahui apa yang ada dibenak Ryu. Mengetahui apa yang membuat Ryu tidak memiliki semangat. Mengetahui beban berat yang dipikul oleh Ryu sendirian.


‘Ryu, kenapa? Kenapa Ryu jadi seperti ini? Apa yang Ryu sembunyikan? Aku ingin sekali mengetahui isi hati Ryu! Aku ingat seorang anak laki-laki yang selalu sedih, murung, sendiri, dan kesepian! Dia adalah kamu Ryu! Lalu, apa kamu tau siapa keluargaku sebenarnya Ryu?’ pikir Ruki.

__ADS_1


***


__ADS_2