
“Aku harap, kalian nggak nge-bongkar hal ini ke orang lain.” pinta Zeal.
“Kenapa Zeal?” tanya Kay penasaran.
“Belum waktunya, Kay! Kalau nggak, aku nggak bisa bayangin apa yang bakalan terjadi!” jawab Igo.
“Bentar lagi, tante Clayra datang!” umum Zeal.
“Tante Clayra?” tanya Kay dan Igo hampir serempak.
“Istrinya Om Dyigan!”
“Oh,” Kay dan Igo meng-oh-kan.
Lalu, mereka berjalan-jalan ke taman belakang sambil asyik bercanda dan tertawa. Igo mendorong Kay. Kay hampir terjatuh karena dorongan Igo tersebut. Untungnya, kaki Kay dapat menopang berat badannya dan menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Igo sebal mendengar sindiran-sindiran Kay karena kelemahan Igo waktu kecil. Igo kecil si batu kolam. Igo mendengus kesal. Sementara Kay dan Zeal asyik tertawa geli.
Sewaktu hendak mendekati bangku panjang gazebo di taman belakang, Kay dan Igo terkejut melihat seorang cewek duduk dengan santai sambil menyantap buah apel yang ada di tangannya. Kay dan Igo sedikit mundur untuk menghindari cewek itu.
Namun, Zeal mendekati cewek itu dan menyapanya ramah. Cewek itu membalas sapaan Zeal. Kay dan Igo tidak bisa segera lari karena cewek itu telah menyadari kehadiran mereka.
Cewek itu mendekati Kay dan Igo. Kay dan Igo menjadi tegang. Muka mereka menjadi pucat dan ketakutan sedikit tersirat di wajah mereka.
“Hai Kay, Go! Apa kabar?! Lama ya kita nggak ketemu!” ucap cewek itu.
“Ha… ha… hai Khay…. Ke-kenapa kamu di sini?” balas Kay sedikit takut.
“Emang aku nggak boleh kesini, HAH!?!!” semprot cewek itu bernama Khaya.
“Nggak… eh, ma-maksud aku bo-boleh kok! Ta… tapi… harusnya kamu… kamu kasih kabar dulu dong!” ucap Igo gagap.
“Oh, maksud kamu biar KALIAN BISA KABUR GITU!!!” timpal Khaya.
‘Duh, mati deh aku! Kenapa sih nenek lampir yang cerewet ini ada disini!’ umpat Igo dalam hati.
“Kalian itu cowok yang nggak ada gunanya! Cewek aja nggak punya! Oh, aku tau! Kalian ini mau menarik semua cewek cantik dengan tampang kalian itu ya!?!! DASAR COWOK NGGAK PUNYA PERASAAN!!!” sembur Khaya mengambil kesimpulan seenaknya.
“Kalau ngomong tu jangan seenaknya dong!!” bentak Igo naik pitam.
__ADS_1
“Lo BERANI NGE-LAWAN?! MAU…” Khaya mengancam Igo sambil menyodorkan kepalan tangan yang siap untuk meninju. Namun, ia tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena mendengar teriakan seorang cewek.
“KAY!!! IGO!!! Kalian dimana??” teriak seorang cewek yang tak lain dan tak bukan adalah Ruki. Ruki melangkah menuju ke bangku panjang gazebo yang ada di tengah taman. “Kay… Igo….” panggil Ruki.
“Ruki, kami di tengah taman!” teriak Kay.
Ruki berlari menujun ke tempat Kay dan Igo. Tak lama kemudian, Ruki menemukan dua sosok orang yang dicarinya. Ia juga melihat Zeal dan seorang cewek yang tidak dikenalnya berdiri di depan Kay dan Igo. Ruki mendekati Kay dan Igo.
“Kay, Go, mana Ryu?” tanya Ruki.
“Kamu masih mau ketemu Ryu setelah dia buat kamu seperti orang trauma?!” Igo heran mendengar Ruki yang menanyakan Ryu.
“Hanya Ryu yang bisa membuat aku sedikit ingat tentang masa kecil dan orang-orang yang terlupakan dari masalalu ku!” kilah Ruki sambil berbisik. “Aku mau ingatan masalalu aku kembali! Aku mau ingat siapa orangtuaku, siapa keluargaku, asal-usul, semuanya! Aku juga mau Ryu tetap seperti Ryu yang aku kenal!”
“Kenapa sih kalian bisik-bisik?” tanya Zeal ingin tau.
“Iya nih! Ada cewek manis, nggak dikenalin ke aku! Siapa tau aku bisa dapet temen baik!” protes Khaya.
“Haahhh, kamu emang nyusahin Khay! Kenalin, ini namanya Ruki!” Kay mengenalkan Ruki ke Khaya.
“Hai, nama aku Tokhiyara Kika! Panggil aja Khaya!” Khaya memperkenalkan dirinya sambil tersenyum ramah.
Zeal dan Khaya pun saling bertatapan. Kay dan Igo juga saling memandang. Mereka menyadari kalau Zeal dan Khaya menaruh curiga pada Ruki. Igo mendekati Ruki. Kay mengajak Zeal dan Khaya untuk duduk di bangku panjang gazebo.
Igo menggandeng tangan Ruki dan menariknya untuk berdiri di depan Zeal, Khaya, dan Kay. Kay menarik nafas dalam-dalam.
Igo mengusap-usap gemas kepala Ruki. “Dasar cewek bodoh! Kamu nggak bisa kalau nggak keceplosan ya?!” sindir Igo sambil tersenyum renyah ke Ruki.
Ruki diam menunduk. Ia merasa bersalah karena telah menjebloskan Kay dan Igo dalam masalah. Ruki tidak berani menatap wajah Igo dan Kay karena takut. Kay berdiri dan meminta maaf ke Zeal dan Khaya. Kay menceritakan siapa sebenarnya Ruki dan masalah yang terjadi antara Ryu dan Ruki.
Igo menyebutkan nama Ruki yang sebenarnya. Hina Rukiaya Kyrana. Igo juga meminta agar Zeal dan Khaya merahasiakan jati diri Ruki terhadap nenek Eva dan orang lain. Kay dan Igo tidak mau kalau Ruki tertimpa masalah. Ya, kalau nenek Eva tau, mereka bertiga akan dalam masalah besar.
Igo dan Kay menceitakan secara detail mengenai awal pertemuan mereka dengan Ruki. Lalu mereka juga menceritakan alasan mereka membawa Ruki pulang karena Ruki ingin bertemu dengan Ryu.
Ruki meminta pengertian Zeal dan Khaya dan meminta mereka untuk tidak menyalahkan Kay dan Igo. Khaya memeluk Ruki dengan erat. Zeal mengusap lembut kepala Ruki. Ya, kalau nenek Eva tau, mereka bertiga akan dalam masalah besar.
***
Di suatu sore, Khaya menemui Zeal. Zeal menyambut Khaya dengan menyuguhkan teh dan kue-kue lezat. Khaya duduk berhadapan dengan Zeal dan menikmati teh yang disuguhkan.
__ADS_1
”Zeal, menurutmu bagaimana mengenai Ruki?” tanya Khaya dengan raut wajah yang serius.
”Aku rasa, itu dia. Aku yakin Khaya. Itu dia.”
”Aku merasa juga seperti itu. Lalu menurutmu, apa yang sebaiknya kita lakukan? Apa kita harus berbicara dengan tante Clayra?”
”Menurutku, kita harus mengumpulkan bukti terlebih dahulu baru kita bisa mengungkap kebenarannya kepada tante Clayra. Karena tante Clayra dan Om Dyigan sudah sangat menderita karena berita palsu dan informasi palsu.”
Khaya mengangguk membenarkan Zeal. Ia setuju dengan pendapat Zeal. ”Lalu, apakah kamu akan melanjutkan pertunanganmu dengannya Zeal?”
”Aku tidak tau, kenapa kamu bertanya seperti itu Khaya?”
”Aku tau kalau kamu selalu menyimpannya dalam hatimu. Aku tau kamu juga sangat berusaha keras mencarinya. Mencari tunanganmu. Aku tau, kamu sangat mencintainya. Dan aku berharap kalau kalian akan kembali bersama.”
”Aku ingin seperti itu Khay, tapi aku akan menghormati segala pilihan dan keputusannya nanti.”
Khaya dan Zeal menikmati teh mereka dan memakan kue lezat yang terhidang di meja.
”Aku melihat dari sirat mata Kay dan Igo kalau mereka menyukai Ruki. Apa kamu tidak khawatir Zeal?” tanya Khaya ke Zeal sambil tersenyum penuh arti.
Zeal tersenyum. ”Kay dan Igo sebenarnya orang yang sangat baik. Aku yakin salah satu diantara mereka dapat membahagiakan Ruki.”
Khaya tertawa kecil. ”Apa kamu yakin Zeal? Apa kamu tidak cemburu?”
Zeal meletakan cangkir tehnya dan menatap Khaya serius. ”Kamu tau aku berharap dia bahagia walau tak bersamaku Khaya.”
”Kamu beneran jatuh cinta sama Ruki? Kalau jatuh cinta kenapa kamu terlihat santai Zeal?”
”Lalu, apa aku harus menyingkirkan mereka semua untuk mendapatkan yang aku mau? Bukankah itu akan keterlaluan Khaya? Tapi jika ada yang menyakitinya, aku akan bertindak.”
”Jika Ruki memilih Ryu?”
”Seperti yang aku katakan tadi, itu tidak masalah. Asalkan Ryu bisa membahagiakannya.”
”Aku tidak yakin dengan Ryu, kamu tau Zeal, Ryu lemah jika menghadapi orangtuanya. Aku lebih memilih menjauhka Ruki dari Ryu.”
Zeal kembali meneguk teh di cangkirnya. ”Kita lihat saja nanti akan jadi seperti apa keadaan ini Khay.”
***
__ADS_1