
Berlibur dengan keluarga adalah hal yang paling bahagia dan menyenangkan. Dua orang anak laki-laki yang sangat tampan berlari dengan kaki kecil meraka.
Pantai adalah tempat kesukaan mereka, berlibur ke Korea Selatan dengan keluarga sangatlah mengasikan. Ya walaupun ayahnya harus menyelesaikan sedikit tugasnya di Korea. Namun tidak menghalangi kesenangan kedua anaknya.
"Tidak apa-apa kita singgah sejenak disini?" Tanya Kenna ibu dari kedua anak tersebut.
"Tidak" Jawab Mario sambil tersenyum. "Lagi pula pekerjaanku tidak terlalu sibuk disini, aku ingin menyenangkan hati anak-anakku. Keluarga kita sudah lama tak seperti ini." lanjutnya.
"Kau juga harus menyenangkan hatiku" canda Kenna.
Mario dan Kenna saling bertatapan. Tatapan keduanya mengisyaratkan bahwa mereka saling mencintai. Mario mencium pipi Kenna dengan kasih sayang dan perlahan akan mencium bibir istrinya tersebut.
"Ayahhh" panggil Aiden, anak pertamanya.
Ciuman mereka pun terhenti.
"Aku dan Armand ingin mencari telur penyu disana" izin Aiden sambil menunjuk arah yang akan mereka datangi.
"Baiklah, tapi jangan terlalu jauh. Sebentar lagi kita akan berangkat" jawab Mario sambil mencubit kecil pipi tembam Alard.
Aiden mengangguk dan berlari menyusul Adiknya.
...----------------...
"Sudah kau beritahu Ayah?" Tanya Armand
AidenĀ mengacungkan ibu jarinya menandakan Ya, aku sudah meminta izin . Armand tersenyum dan mereka pun mencari apa yang ingin mereka cari.
Sesampainya disana, Armand melihat seekor anjing dari kejauhan. Anjing itu sepertinya terluka, terlihat sekali kakinya robek dan jalan nya pun sempoyongan.
Merasa iba, Armand pun mendekati anjing tersebut.
"Mau kemana?" Tanya Aiden.
"Itu" Armand sembari menunjuk ''Anjing itu terluka, aku akan menangkapnya dan akan membawanya"
"Untuk apa? Biarkan saja. Disana ada hutan, mungkin hantu akan memakanmu"
"Aku tidak peduli. Kasihan anjing itu, aku akan mengobatinya" Armand langsung berlari mengejar anjing tersebut.
"Armand!" Teriak Aiden memanggil adiknya, namun tidak digubris.
"Dasar" Kesal Aiden sembari mengejar adiknya.
***
"Kau tau! Ini sangat berbahaya!" Marah Aiden.
"Kemana anjing itu?" Tanya Armand kepada dirinya sendiri. Tidak menggubris ucapan Aiden.
"Sudahlah ayo pulang"
"Tidak! Aku ingin anjing itu" ucap Armand.
"Ayolah! Hutan ini sangat berbahaya"
__ADS_1
" Darimana kau tahu hutan ini sangat berbahaya?" Tanya Armand
"E.."
Dorr...
Aaawwuuuuu
"Apa itu?" Terkejut Armand
...----------------...
Mata tajam itu sedang fokus melihat ke arah komputer dengan sangat serius, seperti mengerjakan sesuatu. jari-jarinya tak henti mengetik kata demi kata di papan keyboard itu, dia sangat sibuk.
"Hey bro!" panggil seorang laki-laki sambil membuka pintu dengan entengnya. Hanya saja laki-laki yang berada didepannya masih serius dengan pekerjaannya.
"Hah ayolah bro, ayo kita keluar untuk makan siang" Lanjut, laki-laki yang bernama Han itu sambil merangkul.
"Tidak bisa kah kau melihat aku sedang apa?" Ketus laki-laki bermata tajam itu.
Han mematung sejanak mendengar ucapan itu dan menyerngitkan sebelah alisnya.
"Astaga Armand, aku tidak buta. Ya jelas lah aku melihat" Kekeh Han.
Han lalu menarik Armand dengan paksa, sampai-sampai Armand sedikit terkejut dengan tingkah laku Han, yang menurutnya sangat kurang ajar.
"Hey kau bodoh! Aku sedang sibuk!" ucap Armand dengan kesal.
Han tidak menggubris ucapan Armand yang sudah emosi itu, ia terus menariknya sampai keluar dari gedung tersebut. Dan membawanya ke dalam mobil.
Armand menghembuskan napas beratnya. "Huhh untung nya kau orang yang sangat mengenaliku, kalau tidak sudah kupecahkan kepala mu sampai hancur" ucap Armand yang masih menahan emosinya sembari menjalankan mobil tersebut.
Han adalah sahabatnya Armand dari umur 17 tahun, awal pertemuan mereka sangatlah menyedihkan. Armand dan Han hanya berbeda 2 tahun saja, Armand sudah menganggap Han sebagai kakaknya sendiri walaupun kelakuan dia masih seperti anak kecil.
Armand memang memiliki sifat yang sangat dingin dan ketus. Setiap orang yang pertama kali melihatnya akan menunduk, tidak kuat harus ditatap oleh mata Armand yang sangat tajam namun sangat dingin tersebut. Walaupun wajahnya begitu tampan, sikap dinginnya masih menonjol dari ketampanannya. Setiap wanita yang melihatnya akan suka kepadanya namun tidak berani untuk menatap apalagi mendekatinya. Ia adalah seorang Chief Executive Officer atau sering kita kenal dengan sebutan CEO.
Armand adalah pemilik Aldrich Central Company's dan ada juga beberapa Company groups yang sedang Armand jalankan, tapi ACC adalah yang paling sangat dikenal bagi khalayak publik.
...----------------...
Seorang perempuan sedang termenung duduk di meja sebuah Caffe sembari mengelap pipinya yang basah.
"Kenapa susah sekali mendapatkan uang hiks" Gumam perempuan mungil itu.
Ting!
Sebuah pesan masuk ke handphone milik perempuan itu.
Minso sent a message 1
Yuri Noona, mama terus mencarimu.
Dia menangis terus, aku tidak sanggup melihatnya sedih.
Minso sent a message 2
__ADS_1
Dan Noona, aku tadi sudah ke administrasi untuk melihat tagihan biaya perawatan mama. Cepatlah kesini, aku menunggumu.
Minso sent a message 3
Hati-hati dijalan:)
Handphone itu terus berbunyi, dan perempuan mungil yang bernama Yuri itu langsung membukanya. Ternyata Adik nya mengirim pesan untuknya.
^^^You sent a message^^^
^^^Iya, aku akan kesana segera.^^^
^^^Tunggu aku sebentar, sebentar lagi aku akan di interview;). 1^^^
^^^Bilang ke mama, jangan menangis lagi. Nanti akan kubawakan Jjajangmyeon kesukaannya:). 2*^^^
Minso sent a message 1
Hah benarkah? Semoga interview kali ini Noona berhasil dan diterima.
Semangat Noona;)
Seketika matanya kembali mengeluarkan air mata, Yuri tak tahan melihat pesan adiknya itu. Ia terpaksa harus berbohong kepada Minso bahwa ia sedang melakukan interview kerja.
Yuri menutup wajahnya dengan menempelkan seluruh wajahnya diatas meja dan menutup nya dengan kedua tangannya. Ia terus terisak.
Yuri sudah beberapa kali melamar pekerjaan dimana-mana, namun tidak ada satu pun yang keterima. Bagaimana bisa, karna ia hanya lulusan SMA saja. Ia hampir putus asa, dan ingin melakukan bunuh diri. Namun ia masih berpikir, bagaimana bisa ia harus meninggalkan mama dan adiknya, sedangkan mamanya harus berjuang melawan penyakitnya, dan juga ia harus menyekolahkan adiknya setinggi mungkin agar mudah mendapatkan pekerjaan nanti.
Ia pernah bekerja paruh waktu sebagai pencuci piring namun ia dipecat, karena keteledoran teman kerjanya. Ya! Karena keteledoran temannya yang tidak sengaja memecahkan semua piring yang ingin Yuri bersihkan, karena piring-piring tersebut adalah tanggung jawabnya. Alhasil Yurilah yang bersalah dan dipecat, sedangkan temannya hanya diam haja.
Lelah hanya berdiam diri saja, Yuri akhirnya bangkit dan ingin keluar dari Caffe tersebut. Namun tiba-tiba saat ia ingin beranjak tak sengaja Yuri menyenggol seorang pelayan yang sedang membawa minuman kopi panas dinampannya.
Brakk...
Tranggg**!!!!
"Ahkkk !!" Kaget Yuri
Minuman itu tumpah ke kemeja putih yang dikenakan Yuri, dan membuat kemejanya jadi kotor dan basah. Membuat kulit nya langsung memerah akibat panas dari minuman tersebut. Akibat dari kecelakaan tersebut semua mata mengarah padanya.
"Awww ishhhhh"
"Astaga maafkan saya, saya tidak sengaja" ucap pelayan itu dengan rasa bersalah sekaligus khawatir. pelayan itu langsung membantunya dengan melap kemeja Yuri dari bekas tumpahan minuman tersebut.
"Astaga kulitmu memerah akibat kopi ini, tunggu biarkan aku ambil obat" Lanjut pelayan tersebut.
"Tidak, ti-tidak usah" Potong Yuri.
Pelayan itu hanya menatap khawatir.
"Apa, tidak. Ini harus diobati" Keukeuh pelayan tersebut.
Yuri segera bangkit dan meninggalkan pelayan tersebut. Ia keluar dari Caffe tersebut sambil mengelap tumpahan kopi itu dikemejanya.
Tanpa Yuri sadari sedari tadi, ada sesosok mata elang itu yang terus memperhatikanya, dia Armand.
__ADS_1