CINTA ARMAND

CINTA ARMAND
Bab 9 [ALKOHOL]


__ADS_3

Kini mereka sudah berada dikamar Armand, mereka sudah mengganti pakaian mereka dengan baju tidur.


"Ayo kita mulai permainan ini" Kata Armand.


Mereka sekarang duduk dilantai dengan adanya botol yang berisi minuman beralkohol dan ada satu gelas kecil.


Armand mengajak Yuri untuk bermain permainan ular tangga, bisa-bisanya seorang laki-laki yang dingin dan bermata tajam yang ditakuti oleh banyak orang kini mengajak Yuri untuk bermain. Terlihat sekali Armand sangat antusias bermain permainan ular tangga tersebut.


Yuri yang kini masih kebingungan atas sikap perubahan Armand, hanya termanga oleh kelakuan laki-laki ini. Sekian detik dingin, sekian detik perhatian dan sekian detik seperti anak kecil begini.


Ada apa dengan laki-laki ini? Apakah dia bipolar.? Batin Yuri.


"Permainan ini sangat gampang, siapapun yang kalah akan meminum Vodka ini satu gelas, dan permainan ini memiliki 10 sesi jadi kita akan memainkan ular tangga ini sampai sepuluh kali" Jelas Armand.


"Hah apa sepuluh kali? Banyak sekali?" Ucap Yuri memelas.


"Tunggu dulu, aku belum selesai menjelaskan semuanya. Jadi siapapun yang menang boleh meminta apapun itu dari yang kalah, dan sebaliknya siapapun yang kalah akan memberikan apapun yang diminta oleh pemenang, dan peraturan dari permainan ini adalah apapun yang diminta oleh pemenang harus dituruti, kalau tidak minum satu botol Vodka ini sampai habis. Dan satu lagi, kalau skor kita seri kita ulang permainannya sampai benar-benar mendapatkan siapa pemenangnya" Ucap Armand.


"Apa kamu sudah mengerti?" Tanya Armand yang sudah menjelaskan peraturan permainan tersebut.


Yuri yang mendengarkan penjelasan dari Armand itupun mengangguk paham. " Ya aku paham dan sangat mengerti" Ucap Yuri tak kalah antusias, bagaimana ia tidak seantusias ini. Ia sudah membayangkan kalau ia akan menang dalam permainan tersebut dan ia akan meminta hadiah berupa uang yang sangat banyak. Yuri jelas mengakui bahwa ia adalah perempuan mata duitan, siapa yang tidak akan tergoda dengan uang, pasti semuanya akan tergoda.


Permainan ular tangga adalah permainan anak kecil yang menurutnya sangatlah mudah jadi siapa takut. Biarpun sekali duakali kalah dan harus meminum minuman yang Yuri tidak suka itu, tapi tidak akan membuatnya mudah berputus asa. Karena yang ia incar adalah hadiah berupa uang.

__ADS_1


"Ini kertas berisi materai, kita harus tanda tangan sebagai bukti" Kata Armand.


Yuri dengan cepat mengambil pulpen dan mendatangani kertas tersebut. "Ayo cepatlah kita main"


Sesi pertama dimulai, orang yang pertama kali mengocok dadu adalah Yuri. Ia bermain dengan sangat tenang, ah ia mendapatkan angka enam. Oh sangat beruntung sekali.


"Ahhhh yeah" Kata Yuri.


Mereka terus bermain, disesi pertama Yuri memenangkan permainan ular tangga tersebut, dan Armand meminum minuman beralkohol itu. Sesi kedua dan ketiga lagi-lagi Yuri yang memenangkannya, ia tersenyum dengan senang namun senyum sumringahnya perlahan mulai memudar, disesi keempat dan kelima Armand akhirnya memenangkan permainan itu, mau tak mau Yuri terpaksa meminum Vodka tersebut. "Ishhh rasanya aneh" Keluh Yuri.


Selanjutnya disesi keenam sampai kedepalan lagi dan lagi Armand yang menang, tidak disangka Armand cukup jago memainkannya. Yuri tampaknya tidak pantang menyerah, ia melempar dadunya dan terus bermain dan yah ia memenangkannya. Tinggal satu sesi lagi, kalaupun nanti skor mereka seri dan memainkan ula tangga itu lagi. Yuri tidak akan keberatan, daripada ia harus kalah dari Armand.


Kini kepalanya terasa sangat berat karena minuman tersebut, tampaknya ia sudah lumayan mabuk. Yuri terus memegang kepalanya.


Mereka melanjutkan permainannya dan pada akhirnya Armand lah yang memenangkannya, skor Armand enam poin dan Yuri empat poin, sangat disayangkan. Yuri yang sudah mabuk berat tidak protes dengan kekalahannya, ia terus tersenyum dan tertawa.


"Yah aku kalah haha, ahh kepalaku, kenapa kamu yang menang haha" Ucap Yuri yang sudah dalam keadaan mabuk.


Armand Tersenyum miring. "Sekarang aku yang menang, dan aku akan meminta hadiah darimu"


"Ahh apa iya apa? Apa yang kamu mau aku akan memberikannya" Ucap Yuri setengah sadar.


Armand beranjak dari duduknya dan mengangkat Yuri ke atas ranjang. "Aku ingin tidur denganmu"

__ADS_1


"Aku ingin dicium" Ucap Yuri dengan spontan.


Armand tersenyum bisa-bisanya ia lebih sangat menyukai Yuri yang seperti ini.


Cup!


Armand mencium bibir Yuri lalu sedikit **********, Yuri sangat menikmatinya dan membalas ciuman tersebut.


Ciuman mereka terlepas, dan mereka saling menatap, kemudian Yuri memeluk Armand dan berbisik ketelinga laki-laki itu yang membuatnya seketika ada perasaan yang bergejolak.


"Hah ahhkk... Aku, cium aku lagi." Bisik Yuri.


"Aku lebih suka kamu mabuk seperti ini"


Tangan Armand meraba setiap lekuk tubuh Yuri dan membuat Yuri sedikit terdesah akibat tangan nakal laki-laki itu dan kemudian meremas sang kembar dengan lembut sambil menjilat-jilatnya.


Ciuman mereka kembali memanas, namun tiba-tiba tubuh Yuri merasakan sesuatu yang tidak enak. Ia merasa ada yang harus dikeluarkan, ciuman itu masih berlanjut, membuat Armand semakin mabuk dibuatnya.


Mata Yuri seketika terbuka lebar dan secara tidak sengaja ia memuntahkan sesuatu dari mulutnya yang membuat Armand pun terkejut dan melepaskan ciuman tersebut dengan cepat.


"Huekkkk huekkk"


"Ahhhh astaga! Huekk" Teriak Armand.

__ADS_1


__ADS_2