
Armand menarik tangan Yuri secara paksa, yang sedari tadi tak lepas dengan senyumannya yang masih belum memudar, mereka berdua berjalan dengan tergesak-gesak untuk keluar dari kantor dan menuju mobil. Armand tidak memperdulikan karyawan-karyawannya yang kini sedang tengah syok melihat apa yang barusan dilakukan oleh atasannya tersebut, dengan tatapan tidak percaya pertama kalinya mereka melihat Armand tersenyum manis seraya menarik seorang perempuan berseragam office girl?.
"Apa yang kita lihat itu memang atasan kita?!" Ucap salah satu karyawati yang masih syok dengan apa yang ia lihat tadi.
"Untuk apa pak Armand menarik office girl itu?"
"Ohh astaga ini pemandangan yang sangat langka!"
"Baru kali ini aku melihat pak Armand tersenyum manis, ahhh tampan sekali ternyata"
"Aaa aku sungguh tidak percaya, siapa perempuan itu?"
Begitulah kira-kira percakapan karyawan-karyawan Armand itu, walaupun kebanyakan karyawan yang melihat kejadian itu sangat terkejut dan syok, tak banyak juga yang tidak menyukainya karena ada alasan tertentu.
Han baru saja menyelesaikan meetingnya hari ini, dan ia selalu mewakili Armand untuk kesekian kalinya. Han berjalan menuju ruangannya, tiba-tiba ia mematung dan matanya membelalak tidak percaya ketika melihat Armand yang sedang menarik tangan Yuri dengan tergesak-gesak menuju jalan keluar, Armand melalui Han dengan begitu saja.
"Hah Armand! Oo apa yang dilakukan Yuri sampai-sampai anak itu menjadi menggila." Gumam Han sembari masih menatap punggung Armand yang semakin menjauh.
Armand melajukan mobilnya dengan kecepatan yang begitu cepat, sampai-sampai Yuri ketakutan dan terus berdoa agar diberi keselamatan, kemanakah laki-laki ini akan membawa Yuri. Armand kini sudah mulai menggila, tubuhnya kini begitu panas. Ingin sekali ia melepaskan baju yang kini dikenakannya, Armand membuka kancing bajunya satu persatu lalu melepaskan kemejanya yang kemudian ia taruh di pahanya, nampak sekali dada bidang dan roti sobek itu terlihat oleh mata Yuri, Yuri yang melihat itu seketika menjadi gagap.
"A-apa yang kamu lakukan? To-tolong pakai pa-paka-kaianmu." Ucap Yuri sembari menutup matanya.
"Kamu yang membuatku hidup kembali." Perkataan Armand tersebut lantas membuat mata Yuri terbuka dan menengok ke arah Armand.
Pikiran kotor Yuri muncul secara tiba-tiba. Aku yang membuatnya hidup kembali, apakah punya dia sebelumnya tidak hidup.?
Yuri menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak! tidak! Bukan itu!" Ucap Yuri kepada dirinya sendiri, yang seketika membuat Armand menengok ke arah Yuri dengan manis dan tersenyum.
"kenapa sayang?." Tanya Armand.
Tubuh Yuri seketika mendesir, perasaan apakah ini? Tumben-tumbenan laki-laki ini dengan tiba-tiba memanggilnya dengan sebutan sayang, dasar laki-laki kudanil. Pikir Yuri.
__ADS_1
"Ada apa denganmu? Bisa-bisanya enteng sekali memanggilku dengan sebutan sayang?." Yuri mencoba melawan perasaannya dengan bertanya seperti itu, ia sudah mulai jengah oleh sikap Armand yang tiba-tiba dingin tapi beberapa kemudian gila seperti ini.
Armand hanya tersenyum tidak merespon perkataan dari Yuri. Ia kemudian melempar kemejanya ke wajah Yuri, yang nampak sekali membuat perempuan itu tersentak kaget, tercium sangat jelas bau parfum dari laki-laki itu, sangat menggoda.
Yuri hanya memutar bola matanya, ia memilih untuk diam, ia tidak berani harus berbicara banyak.
Sretttt!!
Mobil itu berhenti secara mendadak, membuat Yuri sedikit melimbung kedepan.
"Astaga tuhan!" Kaget Yuri.
Armand langsung keluar dari mobilnya tanpa mengenakan baju, Yuri hanya diam duduk tidak berpikir untuk keluar.
Armand seketika membuka pintu mobil dari arah Yuri dan mengangkat Yuri ala bridle style.
"Heyyy!" Teriak Yuri. Ia terus menggoyangkan kakinya agar dapat terlepas dari Armand. Namun nihil, Armand tidak melepaskannya.
Armand melangkahkan kakinya menuju kolam renang, sesampai disana Armand menyeburkan Yuri kedalam kolam renang tersebut.
"Aaaaa!!" Teriak Yuri.
Byurrr!!!!!!
Armand seketika menyeburkan tubuhnya juga, lalu menghampiri Yuri yang masih sibuk mencari napas karena ia tidak bisa berenang. Armand menangkap tubuh mungil Yuri lalu mendekapnya dengan erat, laki-laki itu membawa tubuh Yuri ke tepi kolam dan menyandarkannya.
Cup!
Armand mengecup bibir Yuri lalu dengan perlahan **********, Yuri yang mendapat perlakuan seperti itu berusaha melepaskan ciuman panas tersebut. Namun, entah kenapa ia mulai terbuai oleh ciuman Armand . Untuk pertama kalinya ia mendapatkan ciuman dari seorang lelaki, ini adalah ciuman pertamanya.
Armand menggigit dengan kasar bibir bagian bawah Yuri karena tidak ada balasan, hal itu membuat Yuri sedikit terdesah. Mendengar itu Armand makin menjadi-jadi, dingin dari air kolam tersebut terasa panas bagi keduanya, yang memberikan kenikmatan tidak terkira.
Yuri yang sudah terbuai lalu membalas ciuman Armand secara mendadak, ia juga menggigit bibir Armand sampai berdarah. Ciuman mereka terhenti, mereka saling menatap. Napas mereka beradu, adik kecil Arman yang selalu malu kini mulai memperlihatkan batang hidungnya. Sangat terasa oleh Yuri, adik kecil yang masih tersembunyi dibalik celana itu sedikit menekan paha Yuri. Yang membuat Yuri memejamkan matanya menikmati setiap tekanan yang ada.
__ADS_1
Armand sudah tidak kuat, ia seketika mengangkat Yuri keatas kolam dan membawanya kedalam kamar. Armand membaringkan tubuh Yuri yang basah itu ke atas ranjang, ciuman mereka kembali berlanjut.
Armand melepas baju Yuri dan hanya meninggalkan sebuah bra yang masih menutupi ***********, Armand mematung sejenak ketika melihat bentuk dari sang kembar itu, sangat indah terpampang dimatanya. "Ini punyaku" Ucap Armand spontan.
Ternyata sang kembar ini begitu besar, pikir Armand.
Armand langsung menenggelamkan wajahnya ke sang kembar itu seraya sesambil ia menekan-nekan wajahnya dan mencium gemas. Ia juga meninggalkan tanda merah disana sebagai tanda kepemilikannya.
Yuri menekan kepala Armand ke dadanya seraya menarik rambut laki-laki itu, Armand tersenyum nakal. "Apa kamu menyukainya?" Ucap Armand.
Perkataan itu membuat mata Yuri terbuka dan tersadar. Ia segera menjauhkan wajah Armand dari sang kembar miliknya itu dengan mengangkat wajah laki-laki itu yang membuat raut wajah Armand menjadi merajuk.
"Kenapa? ini milikku." Ucap Armand sembari menepuk buah dada Yuri, yang seketika membuat Yuri berteriak.
"Aaaaaaa!! Lepas lepas lepasssss!"
Yuri langsung mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya, mata Yuri teralihkan oleh bibir Armand yang berdarah.
"Ah kenapa bibirmu?" Tanya Yuri sembari mendekati Armand yang masih terlena dengan sang kembar. Yuri memegang bibir Armand tanpa ragu, karena ia sangat khawatir.
"Karena permainanmu" Jawab Armand.
"Aku suka padamu, cinta ini membuat tubuhku menjadi panas. Aku ingin sekali memakanmu."
Mata mereka saling bertatapan, terlihat sangat jelas rahang tegas Armand, Yuri hanya terdiam tidak berkata apa-apa.
Cup!!
Armand mengecup dahi Yuri dengan sayang. "Segera ganti pakaianmu, aku akan menunggumu diluar." Armand beranjak dari ranjang tersebut dan keluar dari kamar.
Para maid memasuki kamar tersebut dan membawakan beberapa dress cantik dan beberapa aksesoris dari tangan mereka.
"Ayo Nona kita bersihkan tubuhmu terlebih dulu" Ucap Ana sebagai maid tersebut.
__ADS_1