CINTA ARMAND

CINTA ARMAND
Bab 8 [DINNER]


__ADS_3

Kini Yuri sudah mengenakan dress cantik itu, sangat cocok dibadan mungilnya.


"Dress ini cocok sekali denganmu" Puji Ana.



"Kenapa tiba-tiba aku dipakaikan dress cantik seperti ini?" Tanya Yuri.


Maid itu hanya tersenyum manis dan menggelengkan kepalanya."Kamu akan tahu nanti." Kemudian dia pun menarik lengan Yuri secara halus. "Ayo." Katanya.


Ana membungkukkan badannya, "Tuan." Panggilnya.


Armand yang sedang duduk membelakangi mereka lantas memalingkan pandangannya kearah suara tersebut.


Ia tampak terpesona melihat kecantikan Yuri yang sudah mengenakan dress pilihannya tersebut, ternyata pilihannya tidak salah. Armand menghampiri keduanya, dan tersenyum manis kearah Yuri.


Yuri yang tampak bingung menatap Armand. "Apalagi yang akan kamu lakukan? Haruskah ini pekerjaanku juga?"


"Ayo ikut aku"


Armand menarik lengan Yuri dan membawanya pergi, kini mereka sedang dalam perjalanan. "Kita mau kemana?" Tanya Yuri.


"Makan" Jawab Armand secara singkat.


...----------------...


Kini mereka sudah berada di restoran yang mewah, mata Yuri memancar ke setiap sudut restoran dengan terpesona.


"Wahh mewah sekali, kamu yakin kita akan makan disini?"Tanya Yuri.


Yuri menatap wajah Armand, ia mnyerngitkan alisnya, ekspresi yang ia lihat sekarang sangat berbeda dibandingkan dengan yang sebelumnya, ekspresi nya begitu dingin dan mencekam. Yuri meneguk salivanya dengan susah payah, ia memutuskan untuk menutup mulutnya saja.


Kini mereka sudah duduk dimeja yang sudah Armand pesan secara privat, tak ada makanan disana hanya ada sebotol minuman ber alkohol yang sangat tidak disuka oleh Yuri.


__ADS_1


Terlihat ada empat kursi disana, apakah Armand akan menemui seseorang?


Suasana hening ini membuat Yuri semakin canggung dan tidak enak, ia pun memberanikan diri untuk bertanya dan berbasa-basi. "Makanannya belum datang ya?"


Armand yang sedari tadi fokus memainkan handphone nya mengalihkan pandangannya ke arah Yuri. "Minum saja dulu" Kata Armand.


"Minum apa? Alkohol ini? Aku tidak bisa, karena aku tidak menyukainya" Tegas Yuri.


Armand menghembuskan nafasnya, ia lalu memanggil pelayan dan memesankan makanan terlebih dulu untuk Yuri.


"Pilihlah sesukamu" Ucap Armand.


"Kamu mau apa?" Tanya Yuri.


Armand yang masih tengah sibuk oleh handphonenya itu tidak menggubris pertanyaan dari Yuri. Ia lalu memutar bola matanya dengan kesal. "Aku pilih ini saja dan ini" Kata Yuri kepada seorang pelayan.


Hanya menunggu sekitar lima menit, makanan yang dipesan oleh Yuri itu sudah datang, terlihat sangat menggugah selera makannya.


"Woahh cepat sekali datangnya." Ucap Yuri sambil menepuk-nepuk tangannya.



"Tidak" Jawab singkat Armand.


Yuri merasa jengkel kepada Armand, untuk apa dia membawanya kesini kalau dia sendiri tidak mau makan, Hanya memainkan handphonenya saja. Seketika Yuri memegang dagu Armand tanpa ada rasa takut sedikitpun.


"Buka mulutmu, katakan a " Ucap Yuri sambil mencontohkan bagaimana caranya membuka mulut sembari menyodorkan daging tersebut.


Armand pun mematuhinya dan mengatakan A lalu membuka mulutnya. "A... Nyammm" Bibir Armand tak kuasa menahan senyumnya, kini mata mereka saling bertatapan.


"Ekhemmm... " Seketika terdengar suara laki-laki yang berdehem dengan nada yang sedikit menekan, mengisyaratkan bahwa laki-laki itu tidak menyukainya. Armand dan Yuri yang mendengar itu pun langsung mengalihkan pandangannya kearah laki-laki itu.


Ternyata itu adalah Han.


"Permisi apakah aku sedang mengganggu keromantisan kalian hehe" Lanjutnya.

__ADS_1


"Ahh selalu saja" Kesal Armand.


Han menghampiri mereka. "Wah Yuri, apakah ini kamu? Cantik sekali." Puji Han sembari duduk.


"Oh ini ternyata pak Han yang dibilang oleh Sanna!" Batin Yuri.


"Terimakasih atas pujiannya pak Han " Ucap Yuri.


"Gatal" Ucap Armand tiba-tiba.


Yang membuat Han menatap Armand dengan terkejut. "Wow, sepertinya ada beruang kutub yang sedang cemburu." Goda Han sambil mengambil kursi untuk duduk.


"Satu lagi mana?" Tanya Yuri sambil menyungah makanannya.


"Satu apa?" Bukannya malah menjawab Armand malah berbalik bertanya.


"Orang yang duduk disamping pak Han?" Kata Yuri.


"Ohh disampingku ya? Perkenalkan dia kekasih bayanganku." Ucap Han sambil tersenyum.


Yuri menaikkan sebelah alisnya karena bingung, lalu mengalihkan pandangannya kearah Armand sambil menatapnya, Armand yang tahu arti dari tatapan Yuri itu pun berkata." Dia tidak waras."


...----------------...


Hari sudah larut malam, Armand dan Yuri sedang dalam perjalanan untuk pulang kerumah.


Sesampainya dirumah, mereka masih berada didalam mobil. Suasana kembali hening, Armand mengambil sesuatu di belakang kursinya.


"Belajarlah untuk meminum ini" Armand memberikan sebotol Vodka kepada Yuri.


"Sudah aku katakan aku tidak suka ini" Ucap Yuri sembari mengembalikan botol itu ke Armand.


"Coba minum" Paksa Armand


"Aku takut akan nanti akan muntah" rengek Yuri.

__ADS_1


"Ayo kita coba didalam rumah saja" Armand mencoba membujuk Yuri agar mau meminum Vodka itu.


__ADS_2