
Tok..tok..tokk
Klak!..
"Noona" Ucap Minso sedikit tersentak.
"Aku pulang"
Yuri memasuki rumah sambil merangkul Minso.
"Akhirnya kamu pulang, semenjak kamu bekerja kamu jarang pulang" Protes Minso.
Yuri hanya terkekeh.
"Mama dimana?" Tanya Yuri.
"Mama sedang berbelanja bahan makanan" Jawab Minso.
"Hah kenapa kamu tidak ikut bersamanya? Kalau mama kenapa-kenapa bagaimana?" Ucap Yuri khawatir.
"Mama ingin berbelanja sendiri, lagian mama sudah sangat membaik kak. Sebantar lagi juga mama pulang"
"Tapi--" Ucapan Yuri tiba-tiba terpotong.
"Mama pulang." Yuri mengalihkan pandangannya kearah sumber suara itu
"Aishh mama, kenapa kamu berbelanja sendiri? Aku sangat khawatir"
" Ahh, sayang mama sudah membaik. Jadi kamu tidak usah khawatir, oh ya! Kamu pulang diwaktu yang tepat, sekarang mama akan memasak makanan kesukaanmu dan Minso. Hari ini kita akan makan enak."
"Yeayyy aku ingin makan daging" Sahut Minso bersemangat.
...----------------...
Ditempat lain disebuah ruangan yang begitu tertutup.
"Cepatlah katakan apa lagi yang kamu mau? Aku tidak suka orang yang bertele-tele." Han sudah jengah oleh sikap Aiden sehingga membuatnya muak.
__ADS_1
"Aku mau adikku datang ke fashion show ku nanti, apakah itu begitu sulit? Kamu sudah tahu kan sebelum ya?" Tanya Aiden dengan tampang menyebalkan.
"Heh kamu sudah bertemu dengan Armand kan? Apakah dia mau? Kalau tidak ya sudah! Jangan terlalu memaksakan. Aku muak denganmu!" Han bertanya balik.
"Aku sangat khawatir dengan kesehatan mental sahabatku semakin memburuk cuman gara-gara hal yang tidak penting ini! Untuk saat ini jangan temui Armand lagi" pinta Han.
Aiden menaikkan sebelah alisnya.
"Hehh haha... Punya hak apa kamu? melarangku untuk bertemu dengan adik kandungku sendiri heh!" Ucap Aiden.
Han beranjak dari tempat duduknya, ia sudah jengah dengan tingkah Aiden yang menyebalkan "Punya hak atau tidak itu bukan urusanku, tapi aku hanya minta jauhi Armand!" Tekan Han lalu kemudian ia memutuskan untuk pergi dari ruangan itu
Aiden menatap punggung Han yang mulai menjauh.
Aiden Beldig, Ia adalah seorang model internasional yang begitu terkenal dan menjadi brand ambassador dari beberapa perusahaan besar. Aiden lebih memilih menjadi seorang model dibanding meneruskan perusahaan ayahnya, ia lebih merasa lebih nyaman. Aiden menjadi lebih ekspresif mengekspresikan jati dirinya dibidang ini dan ia senang selalu menjadi sorotan khalayak publik. Ya, walaupun perusahaan ayahnya juga terkenal namun Aiden tidak terlalu menginginkannya.
...----------------...
"Wahh enak sekali" Puji Minso sambil menyuap daging dengan bersemangat.
"Woahh terimakasih Noona"
Yunna tersenyum. "Sudah lama kita tidak seperti ini, rasanya aku sangat bahagia. Ayo makan yang banyak, habiskan dagingnya"
Tokk....Tok...Tok!
"Ada yang mengetuk pintu, biar Yuri yang buka" Yuri beranjak dari tempat makannya.
Klak!
Yuri membuka pintu rumahnya dan langsung membulatkan matanya, apakah ia tidak salah lihat? Armand! Bagaimana bisa dia tahu rumahnya.
Mereka terdiam, Yuri melihat penampilan Armand yang begitu acak-acakan, bibir pucat, serta kemejanya yang setengah terbuka. Yuri segera tersadar dan membopong tubuh Armand yang terlihat sangat lemas itu masuk kedalam rumah. "Astaga ada apa denganmu?" Yuri menutup pintu dan membawanya.
Yunna yang penasaran langsung menghampiri Yuri dan betapa kagetnya ia melihat Yuri yang sedang membopong seorang laki-laki. "Astaga! Ada apa dengannya?" Tanya Yunna.
"Dia bos ku ma, aku juga tidak tahu apa yang telah terjadi padanya" Ucap Yuri sembari menahan tubuh Armand.
__ADS_1
"Ah ayo kita bawa kekamar, dia sangat lemas" Ucap Yunna sembari membantu Yuri.
30 menit kemudian..
"Bagaimana keadaannya?"
"Dia tertidur ma, hmm aku sangat khawatir apa yang telah terjadi padanya?" Ucap Yuri.
"Kalau dia sudah bangun siapkan makanan untuknya ya, mama ingin keluar sebentar"
"Hah kemana? Ini sudah malam"
"Mama ingin kerumah bibi Eun shi bersama adikmu, untuk memintanya membuatkan saenggangcha untuk bos mu. Ya sudah aku pergi dulu" Ucap Yunna.
Yuri bernapas dengan lega dan menggangguk." Ya, hati-hati".
Rumah mereka dengan bibi Eun shi hanya berjarak tiga rumah saja, jadi Yuri bisa bernapas dengan lega dan tidak terlalu khawatir. Yuri memutuskan kembali kekamarnya untuk menjenguk Armand.
Klak!
"Ah kamu sudah bangun, syukurlah" Ucap Yuri sembari menghampiri Armand.
Armand berusaha untuk bangun dan menyandarkan tubuhnya dibantu oleh Yuri.
"Huftt" Armand membuang napasnya.
"Ini minum dulu" Yuri menyodorkan air putih lalu Armand meminumnya.
"Jangan merespon laki-laki lain selain aku, siapapun itu" Ucap Armand secara spontan, yang membuat Yuri sedikit kaget dengan kata-kata yang keluar dari mulut laki-laki ini.
"Maksudnya?"
"You are mine"
Setelah mengatakan itu Armand langsung mencium bibir Yuri dengan lembut lalu **********.
Crang!!!!!
__ADS_1