Cinta Belum Usai

Cinta Belum Usai
Reunian


__ADS_3

Cinta belum usai


Untukmu,


Yang pernah ku bangga-banggakan, yang pernah ku sanjung, yang ku eluhkan.


Untukmu,


Yang pernah mengisi palung hati terdalam.


Untukmu,


Yang pernah ku sebut namanya dalam doa. Ku pinta pada Rabbku disepertiga malamku.


Untukmu,


Yang selalu ku sebut namanya sebelum tidur, berharap bertemu dalam mimpiku.


Yah, Untukmu.


Yang katanya tidak mampu hidup tanpaku, apa kabar?.


Untukmu,


Untukmu,


Maafkan aku, mencintaimu sangat dan cintaku belum usai.


Mengapa diantara jutaan populasi pria di Indonesia namamu, parasmu, senyummu masih melekat indah dalam memori.


Mengapa saat Aku mencoba melupakan maka cinta itu semakin kuat, cinta itu semakin menggerogoti.


Benar kata teh Nagita Slavina tidak ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan yang murni pesahabatan entahla salah satunya yang berharap.


Cinta memang tidak mengenal tempat dan waktu jika ia merasa nyaman maka ia akan betah berdiam diri disana.

__ADS_1


Benar kata pepatah cinta itu buta, kadang pula cinta bisa merubah segalanya.


"Aku seperti ini Ndra karena aku mencintaimu, aku tidak mau kehilangan perhatianmu, aku tidak bisa Ndra!" ungkap Liana pada sang sahabat diperayaan kelulusan mereka lantaran Liana terbakar api cemburu.


Hening, dan semua mata tertuju pada Liana, gadis cantik dan lemah lembut juga merupakan siswa paling cerdas diangkatan mereka.


Indra Lesmana Prawira dan Liana Amalia mereka bersahabat sejak mereka duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama, Indra yang menjabat ketua OSIS pada waktu itu dan Liana menjabat sebagai sekretarisnya.


Kedekatan mereka kadang membuat mata iri, perhatian dan kasih sayang Indra hanya untuk Liana, perlakuan manis itu kadang membuat para gadis di sekolah dan sekitarnya pun beranggapan mereka menjalin hubungan yang spesial.


Namun sering kali mereka menampik rasa, akhirnya persahabatan itu goyah lantas mereka menumbuhkan bibit cinta dihati mereka. Indra memilih mendekati Aulia adik sepupu Liana, kecemburuan itu menumbuhkan perang dingin antara Indra dan Liana beberapa saat lantas Liana tidak menyukai perangai sang sepupu yang centil dan suka mengatur itu, Liana tak sanggup lagi menahan gejolak kecemburuannya.


Indra yang selama ini selalu menggodanya dengan ungkapan cinta membuat pipinya memerah, Indra yang selalu perhatian padanya dari hal-hal terkecil, Indra yang selalu ada saat suka dan duka kini telah berubah setelah Indra menjalin kasih dengan Amalia.


Tidak ada lagi Indra yanng seperti dulu kini Indara bahkan sangat dan sangat bucin pada Amalia Indra memasang benteng tertinggi dan menjaga jarak pada Liana.


Perang dingin itu berlanjut sampai dewasa, Liana yang memilih melanjutkan pendidikan diluar kota dan Indra memilih menetap dikotanya sedangkan Amalia memilih kembali ke negara tetangga dimana kedua orang tuanya berada.


"Reunian yuuuk ... " tulis seseorang di grup angkatan mereka, yah semenjak kelulusan mereka dari bangku SMA hinggah 7 tahun lamanya baru kali ini ada yang memberi ide untuk reunian.


Acara reunian itu berlangsung sangat meriah disebuah hotel ternama di Ibukota. Liana masuk dengan langkah yang anggun sembari mencari teman yang Ia kenal. Sejak semalam Ia sudah janjian dengan sahabatnya Indah dan juga Maya.


"Lianaaa ... " teriak seseorang.


"Maya, hei," balas gadis berhijab itu sambil berjalan menuju seseorang yang memanggilnya dan merentangkan tangan untuk berpelukan.


"Aku pikir kamu nggak datang Li." Ucapnya setelah mereka melonggarkan pelukan.


"Masa nggak sih, kan aku udah balik ke kota ini sekalian untuk melepas rindu pada kalian-kalian." Ucapnya dengan senyuman yang sangat manis yang mampu menghopnotis siapa pun yang melihatnya, termasuk seseorang yang disudut ruangan tersebut.


"Ibu suster makin cantik ajah..." Sapa teman yang lainnya. Memang Liana sosok yang mudah berbaur dan ramah pada siapa pun.


"Terima kasih loh.. Masya Allah." Balasnya. Perubahan Liana saat ini membuat siapa pun yang melihatnya akan jatuh cinta, gadis yang cantik, elegan, modis, berhijab dan ramah. Yah sesuai dengan pekerjaannya Liana seorang perawat di RS swasta di Ibukota. RS swasta milik sang paman.


Sedangkan disudut ruangan sepasang mata tak lepas mengawasi gerak-gerik Liana, ada rasa rindu pada tatapan itu.

__ADS_1


"Latin siapa?" ucap seseorang sambil menepuk pundak kokoh milik pria tersebut.


"Gak ada." Ucapnya mengelak.


"Jujur ajah deh, 7 tahun lamanya kita bersahabat Ndra dan ini kali pertamanya saya melihat kamu menatap seseorang seperti itu." Ucap pria itu lagi. Yah dia adalah Dimas Nugroho seorang dokter muda sahabat Indra, meskipun saat kuliah mereka mengambil jurusan yang berbeda tapi persahabatan mereka tetap akur dan saling mengerti.


"Sok tahu kamu Mas." Balasnya, gensinya masih mengalahkan rasa itu.


"Siapa yang sok tahu bapak Indra Lesmana Prawira, seorang pengusaha sukses tapi masih betah menjomblo." Dimas tak mau kalah.


"Terserah kamu." Balasnya, kali ini Ia mengalah saja. Jangan sampai niatnya mempertankan harga diri malah akan berimbas pada reunian yang sudah lama ia tunggu-tunggu.


Puncak acara pun berlangsung yaitu memutar kembali moment mereka lewat video dokumenter yang entah siapa yang mengumpulka foto-foto mereka. Ingatan itu kembali membuncah dimana Liana menyatakan isi hatinya pada sang sahabat namun tak terbalas hinggah saat ini.


"Wah ... wah ...wah ... rasanya Aku malu saat melihat video dokumenter ini," ucap MC yang sontak membuyarkan lamunan Liana dan Indra.


"Big thanks pada teman-teman yang sempat hadir, dan paling big thanks untuk teman kita Indra Lesmana Prawira yang sepenuhnya membiayai acara reunian ini, kita sambut pemilik hotel juga resto ternama di Ibukota dan sudah buka beberapa cabang di luar kota." Ucap MC yang diikuti oleh riuh tepuk tangan para peserta reunian.


"Mau dong dijadiin istri." Teriak beberapa teman wanita termasuk Maya Lestari si model cantik itu. Berbeda halnya dengan Liana Ia hanya cuek.


"May, ingat loh udah tunangan." Tegur Indah.


"Iri bilang, yang udah nikah gak kita ajak," balas Maya pada Indah.


"Kalian ini," Liana pun menegur kedua sahabatnya yang tengah berdebat. Indah yang lebih dulu bertemu jodohnya di perantauan dan telah meresmikan hubungan mereka 2 bulan yang lalu, sedangkan Maya telah bertunangan dengan seorang pengusaha sawit dari Kalimantan dan sebentar lagi meresmikan hubungan mereka dan Maya akan diboyong ke kota sang calon suami.


"Untuk Liana ajah," goda Indah pada sang sahabat.


Liana yang mendengar ucapan Indah lantas mencubit lengan sang sahabat, semua mata sudah tertuju pada meja ketiga sahabat itu. Suara Indah nyatanya menarik perhatian para peserta reunian.


T.B.C


Happy reading


Mohon maaf atas kekurangannya🙏

__ADS_1


__ADS_2