
"Ditempat itu kita bertemu. Ditemani angin dan mentari yang berseri-seri.
Ditempat itu kita bertemu. Seolah ada harapan yang menghampiri.
Ditempat itu pula menjadi saksi. Kalau aku mencintai mu." Pijei Berpuisi mengingat pertemuannya dengan Inayah saat di Taman Kampus.
Waktu berlalu dengan menyaksikan kedekatan yang semakin erat antara Inayah dan Pijei. Begitupula rasa yang tertanam didada mereka, semakin mengakar dan tumbuh subur. Seolah tuhan mentakdir mereka untuk bersama.
Ketika bertemu tidak begitu banyak obrolan yang Pijei dan Inayah lakukan. Tetapi senyum diantara kedua nya selalu terpancar keluar ketika saling melihat. Setiap kali senyum Inayah terpancar, membuat harapan Pijei semakin besar. Bahwa mereka akan bersama dalam mengarungi bahtera rumah tangga dikemudian hari.
Melihat perubahan yang terjadi pada Pijei. Sahabatnya menjadi keheranan atasnya. Terlebih ketika Pijei dan sahabatnya sedang bersama lalu Inayah melintas persis di dekat mereka. Akan terlihat perubahan pola senyum yang ada pada Pijei. Yang membuat sahabatnya semakin heran yaitu senyuman yang di keluarkan oleh Pijei seolah di balas oleh Inayah.
Agar tidak semakin bertambah heran saat melihat Pijei. Sahabatnya berinisiatif bertanya kepada nya. Semua dilakukan agar mendapat kejelasan, sehingga tidak menimbulkan banyak pertanyaan. Bahkan kecurigaan pada Pijei.
Dari beberapa orang sahabatnya, Aare lah yang diberitugas untuk bertanya kepada nya. Ketika mereka semua kembali memasuki kampus, Aare membawa Pijei sedikit menjauh dari sahabatnya yang lain. Kali Aare akan menjalankan apa yang ditugaskan sahabatnya. dengan berhati hati Aare mulai melayangkan pertanyaan.
__ADS_1
"Pijei sebenarnya kamu kenapa. Kamu seolah berubah. Kamu tidak seperti Bintang kan mengingkari perjanjian untuk tidak pacaran" ucap Aare dengan berhati hati
"Saya tidak apa apa. Mana mungkin saya seperti Bintang" jawab Pijei
"Lalu kenapa setiap kamu bertemu junior itu (Inayah). Kamu melontarkan senyuman, bahkan dia juga membalasnya" Ucap Aare mulai memastikan hubungan Pijei dan Inayah.
"Aare kamu tau saya Independen (tidak terikat), itu kata yang sering kita berdua ucapkan. tapi hari ini kamu bertanya seolah tidak percaya apa yang pernah saya katakan. Saya senyum pada Inayah karena saya sekelas dengan dia, bahkan dia sering memberi saya jawaban ketika ada tugas. Apakah salah jika saya senyum padanya" jawab Pijei panjang lebar menjelaskan.
"Iya saya percaya. Tapi teman teman sedikit curiga pada mu. saat melihat kamu saling melempar senyum. yah sudalah intinya kamu tidak ada apa apa dengan dia" ucap Aare
Setelah percakapan mereka usai. Pijei dan Aare kembali mendekat pada sahabatnya yang lain. Pijei bertingkah seolah Aare tidak menanyakan apa apa padanya.
Pijei menyadari apa yang ditanyakan oleh Aare benar benar hasil kecurigaan sahabatnya yang lain. Maka Pijei memutuskan memberi tahu langsung pada mereka semua. Sesuai apa yang ia katakan pada Aare. Mendengar penjelasan langsung dari Pijei, membuat mereka semua yakin jika apa yang mereka lihat tidak sesuai dengan kenyataan. Lalu satu persatu pergi meninggalkan kampus. Kecuali Pijei ia meninggalkan kampus lebih akhir.
Inayah dan Pijei saat itu memang belum memiliki ikatan apa apa. Akan tetapi Pijei sudah sangat mencintai Inayah. Walaupun dirinya tidak mengetahui perasaan Inayah apakah sama atau berbedah.
__ADS_1
Pijei meninggalkan kampus lebih akhir karena berniat bertemu dengan Inayah. Karena hari itu Inayah memiliki jam kuliah sore, membuat Pijei harus menunggu dirinya sampai selesai kuliah. Tanpa memberitahu Inayah. Pijei menunggu dengan sabarnya.
Siapa sangka rupanya saat itu Pijei berniat menemui Inayah karena dia akan mengungkapkan isi hatinya. Dalam keadaan menunggu Inayah. Pijei mulai menyusun kata demi kata dengan baik. Dan akan dia gunakan untuk mengungkapkan isi hatinya pada Inayah.
Dari balik pintu terdengar suara langkah kaki, rupanya jam kuliah Inayah sudah selesai. Pejei memperhatikan satu demi satu mahasiswa keluar dari kelas, sembari mengharapkan Inayah keluar lebih dulu. Tetapi ternyata Inayah keluar di akhir.
Saat terdengar suara langkah kaki terakhir. Pijei meyakini kalau itu adalah Inayah. Dan ternyata benar apa yang Pijei pikirkan. Suara langkah kaki itu adalah suara langkah kaki milik Inayah. Melihat Inayah keluar melewati pintu kelas, membuat Pijei tidak sabar untuk menemuinya.
Pijei mulai berjalan secara perlahan mendekat kearah Inayah. Sebelum sampai menghampirinya Inayah. Pijei terhenti sejenak karena melihat ada mahasiswi yang menghampiri Inayah.
Pijei membiarkan semua mahasiswi yang menghampiri Inayah pergi. hingga hanya tersisah Inayah Seorang diri. Dalam situasi itu Pijei kembali mempersiapkan kata katanya untuk mengungkapkan perasaannya. Tanpa ia sadari Inayah mulai berjalan keluar dan menujuh arah parkiran motor.
Dengan jarak yang lumayan jauh antara dirinya dan Inayah. Pijei mulai berlari mengejar Inayah. Karena Pijei menganggap ini adalah kesempatan yang tepat untuk mengutarakan perasaannya.
Saat Pijei sampai ke tempat parkiran Motor. Dan bejalan menghampiri Inayah untuk segerah mengungkapkan perasaannya. Betapa menyakitkan dari jarak yang tidak begitu jauh, Pijei melihat Inayah bersama laki laki lain. Pijei merasa Seolah Dunia akan runtuh melihat kenyataan yang begitu pahit.
__ADS_1
Bersambung..
Jika suka cerita ini jangan sungkan untuk sumbang Vote dan follow penulisnya.