
"Bintang!!! boleh tidak beri aku waktu untuk menjawab" Jawab Nur sembari memikirkan pesan pesan yang Pijei kirim kan di setiap tanggal 4.
Dengan perasaan kecewa saat mendengar jawaban dari Nur. Bintang pun mengatakan "iya tidak apa apa. Nanti saja jawabnya"
Nur tidak berniat untuk menggantung perasaan Bintang dengan meminta waktu. Akan tetapi pesan pesan dari Pijei yang membuat ia bingung. Nur meminta waktu karena di lain hal dia ingin mendapat kepastian, mengapa Pijei selalu menghubunginya di setiap tanggal 4. Nur ingin mengetahui perasaan Pijei. Nur ingin mengetahui apakah dia masih ada di dalam hati Pijei.
"Bintang jangan Cemberut dong. lagian tidak lama aku udah mau beri jawaban" Ucap Nur memberikan harapan kepada Bintang
"Iya Nur saya akan menunggu" ucap Bintang dengan senyum kecewa.
Bintang tidak mendapatkan kepastian terhadap Nur. Dia mulai bertanya tanya kepada dirinya sendiri. Mengapa Nur tidak langsung menjawab ungkapan hati nya. Bahkan terkadang muncul dipikiran nya apakah Nur masih menyukai Pijei.
Saat hati Bintang berkecamuk bingung. Nur pun meminta izin untuk meninggal Taman. Karena Dia akan segera ketempat kerja ibu nya.
"Bintang. saya izin pulang dulu yah. jam kator udah selesai mau jemput ibu saya dulu" Ucap Nur
"Iya Nur. Hati hati yah" jawab bintang dengan perasaan kecewa
"Kamu tidak pulang" ucap Nur sembari berdiri dari tempat duduk nya
"Saya disini saja dulu" sahut Bintang
Nur kemudian meninggalkan Bintang sendirian di taman. Ketika Bintang hanya tanggal sendiri dan situasi Taman sudah mulai terlihat sepih. Dia pun memanggil Pijei agar menemaninya. Selain itu pula Bintang ingin mempertanyakan mengenai hubungan Nur dan Pijei. Apakah benar benar telah berakhir atau belum.
"Pijei kamu dimana?" tanya Bintang melalui telpon
"Saya masih di kampus. ada apa yah Bintang?" jawab Pijei
"Bisa tidak datang ke Taman Kota sekarang? ada yang ingin saya tanyakan pada mu" Ucap Bintang dengan perasaan berharap agar Pijei bisa datang menemuinya
"Iya nanti saya kesana, Tunggu yah. Saya mau pamit dulu keteman teman. nanti saya kabari kalau sudah sampai di Taman Kota" sahut Pijei
Pijei pun pamit pada sahabat sahabatnya yakni Angker dan Aare yang masih berada di kampus bersamanya. lalu kemudian dia keluar gedung perkuliahan mengambil motor dan pergi menemui Bintang.
Saat sebelum melewati area kampus Pijei melihat Inayah. Tetapi sayangnya saat itu Pijei mengendarai motor sangatlah cepat sehingga Inayah dilewatinya. Namun karena melihat Inayah hanya berjalan sendiri Pijei pun berinisiatif berbalik arah agar dapat menemui Inayah. Dengan terburu buru Pijei bergegas berbalik arah.
"Dek" ucap Pijei berpura pura seolah ia baru saja melihat Inayah
"Iya kak" jawab Inayah dengan sedikit merasa malu
"Adik yang satu kelas dengan saya kan?" tanya Pijei dengan basa basi
"Iya kak" jawab Inayah
Kerena sedikit malu Inayah hanya mampu menjab dengan ucapan "Iya kak"
"Adik mau pulang?" lanjut tanya Pijei
__ADS_1
"Iya kak" ucap Inayah
"Kalau begitu kita bareng saja. Saya juga mau pulang" ucap Pijei memberikan tawaran tumpangan motor
"Memang tidak apa apa kak?" jawab Inayah
"Kalau apa apa, tidak mungkin saya tawarkan untuk pulang bareng" jawab Pijei bercanda dengan diiringi tertawa
"Iya kak" jawab Inayah dengan senyum salah tingkah
Inayah pun naik keatas motor yang di kendarai Pijei dan pergi mengarah jalan pulang. saat sedang mengendarai motor Pijei mulai bertanya lagi kepada Inayah.
"Tempat tinggal adik dimana, jangan sampai kita nyaras" ucap Pijei sembari bercanda
"di Jalan Cempaka kak" jawab Inayah
"Ternyata tidak jauh" gumam hati Pijei
"Nama adik Inayah kan?" lanjut tanya Pijei seolah memastikan kalau nama juniornya adalah Inayah
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di tempat Inayah tinggal. Saat Inayah telah turun dari motor. Pijei langsung pamit pulang dan bergegas pergi dengan begitu cepat.
Pijei hampir terlupa kalau dia akan menemui Bintang di Taman Kota. Sedangkan disisi lain Bintang sudah mulai lelah menunggu Pijei yang tak kunjung datang.
"Yah tuhan. saya hampir lupa kalau saat ini Bintang sedang menunggu di Taman Kota" gumam Batin Pijei
Pijei pun mulai mengemudikan motornya hingga sampai pada batas kecepatan maksimal. Dilain pihak Bintang sudah sangat lelah menunggu. Terkadang dia mengeluarkan kata kata kasar sebagai ungkapan kebosanannya.
"Pijei kamu naik motor atau naik kura kura. sudah lama tidak muncul muncul" lanjut Batin nya menggerutu
Dalam kondisi sangat bosan menunggu. Terdengar dering telpon Bintang. Ternyata itu telpon dari Pijei. Tanpa menunggu lama Bintang langsung mengangkat telpon lalu kemudian meluapkan perasaan bosanmya menggung Pijei.
"Hallo!!! Kamu naik motor atau naik kura kura, sudah lama di tunggu tidak muncul juga. kamu dimana sekarang? cepat kesini saya berada di dekat Kolam, dalam Taman Kota. Kamu itu tidak ganteng jadi jangan kasih menunggu saya" ucap Bintang tanpa memberikan kesempatan Pijei untuk berbicara dan kemudian menutup telponnya
"Dia yang butuh. justru saya yang di marahi. Bintang kamu salah, Siapa bilang saya tidak ganteng!! laki laki itu tidak ada yang tidak ganteng karena mereka tidak cantik. Dasar ***** hahaha" Gumam hati Pijei sembari tertawa licik
Saat sudah memasuki Area taman Pijei langsung ketempat yang di sebutkan Oleh Bintang. Dia pun melihat Bintang duduk sendiri.
"Pantas dia marah. Ternyata Dia menunggu sendiri" ucap Batin Pijei
Pijei semakin dekat dengan tempat duduk Bintang. Hingga pada akhirnya mereka berdua pun bertemu.
"Kamu kenapa lama sekali? sekarang sudah mendekati waktu magrib" ucap Bintang
"Motor saya tadi mogok lagi. Untung saja tidak lama" jawab Pijei beralasan
Karena waktu sudah akan memasuki magrib. Bintang langsung melayangkan pertanyaan Inti. Kenapa dia memanggil Pijei bertemu.
__ADS_1
"Sebenarnya hubungan Kamu dengan Nur bagaimana?" Tanya Bintang serius
"Kamu kan tau. kalau sudah lebih dari satu tahun saya Putus" jawab Pijei dengan perasaan bingung. Mengapa Bintang tiba tiba menanyakan hubungannya dengan Nur.
"Kamu masih komunikasi dengan Nur?" lanjut tanya Bintang
"Iya. masih tapi udah jarang. palingan dalam satu bulan. satu atau dua kali saya komunikasi" jawab Pijei dengan perasaan semakin bingung dan penasaran
"Sebenarnya kenapa kamu bertanya seperti ini?" balik tanya Pijei
"Ada teman saya Baru saja selesai menembak Nur. Tapi Nur tidak langsung menjawabnya. Dia meminta waktu" Jawab Bintang menyembunyin fakta. Bahwa sebenarnya dia lah yang menembak Nur.
Mendengar jawaban dari Pijei. Bintang kembali percaya diri bahwa dia akan di terimah sebagai Nur. Taman terlihat mulai gelap karena telah memasuki waktu magrib. Pijei dan Bintang pun bergegas meninggalkan Taman.
Tiga hari kemudian...
Nur menghubungi Bintang meminta untuk menjemputnya. Walaupun Dia belum memberikan jawaban atas pertanyaan Bintang di tempo hari.
"Bintang!!! bisa jemput saya di kampus. Teman teman saya sudah pulang semua" Ucap Nur melalui Telpon
"Saya tidak bisa Nur. Jarak Rumah saya jauh dengan kampus" jawab Bintang
"Ternyata kamu bilang cinta. hanya sebatas di bibir saja. Berkorban sedikit saja tidak bisa" Ucap Nur dengan perasaan kecewa mendengar jawaban Bintang.
Mendengar perkataan Nur membuat Bintang bergegas menjemput nya. "Nur saya jemput sekarang. tunggu yah" jawab Bintang
Saat sampai kampus Nur telah menunggu kedatangan Bintang.
"Nur ayo naik" ucap Bintang memanggil Nur agar segera naik kemotornya
Mendengar panggilan Bintang. Nur bergeas naik ke atas motor. Mereka berdua pun pergi. Karena Nur tidak mendapat kepastian dari Pijei apakah Dia masih di Cintai. Di tengah perjalan sebelum sampai kerumah nya. Tanpa Bintang menduga, Nur menanyakan keseriusannya.
"Bintang sebenarnya kamu serius tidak dengan ucapan mu waktu itu" tanya Nur
"iya Nur. Saya serius. Hati tidak boleh menjadi bahan candaan" Jawab Bintang
Setelah Bintang mengatakan bahwa iya benar benar serius. Nur merasa sangat yakin. Dalam keadaan masih berada di atas motor, Nur perlahan melingkarkan tangannya memeluk Bintang. Lalu membisikkan ditelihanya dengan kata "Bintang aku mau jadi pacar kamu"
Bintang begitu senang mendengar jawaban Nur hingga membuat dia tidak bisa berbicara apa apa. Bintang hanya tersenyum dan fokus mengemudikan motor nya.
Pendirian Bintang tentang "Tidak akan pacaran" runtuh setelah mendapatkan jawaban dari Nur. Cintan Bintang mengalahkan pendiriannya.
Setelah beberapa bulan, Aare mengetahui hubungan antara Nur dan Bintang. Dia tidak menyangka Bintang mengingkari ucapannya sama seperti Angker. Saat Aare mengetahui hubuungan mereka. Diapun langsung mengirimkan pesan WhatsApp pada Bintang.
"Dasar kamu Bintang tidak punya pendirian. Pendirian kamu runtuh hanya karena Cinta yang tidak jelas itu. Sementara kamu sendiri tidak tau apakah itu Cinta atau Nafsu"
Disisi lain ternya Pijei semakin dekat dengan Inayah. Benar yang dikatakan Pijei jika Niatnya baik. Maka Tuhan akan memberikan jalan agar dapat bersama dengan Inayah.
__ADS_1
Bersambung.
Jika suka cerita ini jangan sungkan untuk sumbang Vote dan follow penulisnya.