Cinta Dalam Pendirian

Cinta Dalam Pendirian
Masa Lalu


__ADS_3

Menyadari kecurigaan sahabatnya. Pijei merasa cemas, karena ia tidak menginginkan sahabatnya mengetahui kedekatannya dengan Inayah.


Untuk menutupi kecurigaan sahabatnya. Pijei memperlakukan semua orang sebagaimana mestinya. Tidak ada yang terlihat istimewa dari perlakuannya. Begitu pula dirinya terhadap Inayah.


Beberapa bulan berlalu kecurigaan sahabatnya benar benar telah lenyap. Hanya tersisa kisah antara Bintang dan Nur di pikiran mereka semua Dan Rumah Kontrakan sebagai markas adalah tempat tongkrongan mereka semua.


"Hubungan kamu dengan Nur bagaimana?" tanya Aare


"Seperti yang kamu lihat, semua baik baik saja" Jawab Bintang


"Baguslah kalau seperti itu" ucap Aare


"Sebenarnya perasaan Pijei bagaimana? melihat melihat Nur mantannya Bersama Bintang. Dia terlihat biasa saja" Batin Aare


Hari itu Pijei meninggalkan Markar lebih dahulu dari sahabatnya. Sesampainya di rumah dia mendapat kabar perihal pernikahan.


Dring... dringgg


Suara dering Handphone Pijei, mendapat telpon dari ibunya.

__ADS_1


"Halo Assalamualaikum mama" ucap Pijei


"Waalaikumsalam, sudah pulang dari kampus?" tanya Ibu Pijei


"Iya sudah mana, baru saja saya sampai rumah" jawab Pijei


"Ada kabar dari dari kampung, Adik Spupu kamu sudah mau menikah" ucap Ibu Pijei


"Adik spupu saya yang mana mama?" Tanya Pijei


"Jefri" jawab Ibu Pijei


"Iya Jefri baru saja lulus SMA" jawab Ibu Pijei


"Sekolah baik baik Pijei, dengan Ilmu derajat keluarga bisa meningkat. Cukup Mama dan Papa yang menderita dalam mencari uang. Cukup Mama dan Papa yang harus mengeluarkan banyak keringan untuk mendapat satu sen Rupiah. Kalian jangan. Sekolah baik baik jangan pikirkan perempuan, tujuan kalian merantau meninggalkan kampung hanya sekolah mencari Ilmu" lanjut ibu Pijei menasehatinya


"Iya mama" Jawab Pijei


Mendengar nasehat ibunya, membuat Pijei mengingat banyak masa lalu. Selain itu kata kata ibunya membuat cita cita yang ingin diwujudkan Pijei selalu terbayang dipikiran. Tanpa sadar Pijei mengeluarkan air mata. Dia menangis mengingat masa-masa sekolahnya di SD sampai SMA yang penuh akan cacian.

__ADS_1


Flashback Masa sekolah


Pijei bukan lah anak yang begitu istimewa di lingkungan tempat dia tinggal. begitu pula di tempat ia sekolah. Semua guru mengenalnya, bukan karena ia pintar. Akan tetapi karena ia di anggap bodoh.


"Pijei kamu sekarang maju kedepan, ibu guru mau tes kamu untuk membaca" Ucap Ibu guru


Tanpa berkata kata dia bergegas berjalan mengarah ke tempat guru. Saat sampai di tempat duduk guru nya. Pijei di minta untuk membaca. Sungguh yang terjadi diluar dugaan sang guru, Pijei tidak mampu membaca satu huruf pun dari buku itu.


"Sudah Kelas 3 SD belum bisa membaca juga. Kakak dan spupu nya semua pintar. Sedang dia sangatlah bodoh" Ucap Ibu guru bercerita dengan Guru lainnya di hadapan Pijei


Kalimat kalimat itu selalu terngiang ditelinga Pijei. Bagaimana tidak, dirinya selalu dikatakan Bodoh. serta dibandingkan kan bahwa dia bukan lah apa apa. jika disandingkan dengan kakak nya dan keluarga dekatnya. Tidak hanya Guru yang mengatakan ia bodoh. Tetapi juga keluarganya sendiri. Cacian serta makian itu didapatkan nya sejak duduk dibangku kelas 3 SD sampai ia lulus SMA.


Saat SMA Pijei mulai berbenah diri akan tetapi belum juga mendapat pengakuan. bahwa ia sebenarnya tidak lagi seperti yang mereka pikir. Anak Bodoh dari keluarga cerdas.


Dikalangan keluaganya. hanyalah Pijei yang dianggap bodoh. sedangkan yang lainnya dianggap pintar. karena selalu mendapat juara saat penerimaan Raport.


"Akan saya buktikan. Makian kalian terhadap saya tidaklah benar. Saya akan sekolah hingga mencapai Magister. Agar kalian tau sakit karena ucapan makian bisa menguatkan saya sebagai motivasi. Hingga nanti nya saya bisa menceritakan kisah saya pada generasi berikutnya. Tidak ada orang yang bodoh dan jangan memanggil seseorang bodoh. karena jika ia jatuh dengan kata kata itu, maka ia akan sulit bangkit." Ucap Pijei saat berada di banku sekolah SMA.


Ucapan orang yang mengatakan dirinya bodoh. membuat Pijei termotivasi untuk selalu sekolah. Ibarat Naruto yang menginginkan pengakuan di desa Konoha. Begitu pula Pijei ia ingin mendapat pengakuan bahwa dirinya tidak lah bodoh. Tidak lebih dari itu.

__ADS_1


__ADS_2