Cinta Dalam Pendirian

Cinta Dalam Pendirian
Sahabat dan Cinta Part 4


__ADS_3

Perlahan Pijei mulai berjalan kearah tempat duduk juniornya, berniat untuk segera kenalan. Setelah sudah hampir sampai, terlihat dari jarak Pijei dan juniornya yang kurang dari 2 meter. Tiba-tiba Pijei mendadak gemetar dan ingin buang air kecil. Sontak Pijei langsung berjalan keluar Caffe dengan tergesa-gesa.


Saat Pijei berjalan keluar. Terdengar sapaan dari juniornya.


"Kenapa kak" Tanya Junior yang belum di ketahui namanya


"Tidak ada apa apa dek, hanya saja ada yang menunggu saya di luar" Jawab Pijei dengan grogi, terlihat dari mukanya yang sudah mulai memucat.


"Sial sial!!!! Dia cantik bagaimana junior itu, sampai saya tidak berani walau hanya sekedar kenalan" ucap batin Pijei


Setelah groginya hilang Pijei pun langsung kembali ketempat ia duduk, bersama sahabatnya. Sahabatnya pun bingung melihat muka Pijei yang tiba tiba pucat setelah kembali dari luar Caffe tempat bazar dilaksanakan. Sahabatnya pun mulai bertanya padanya.


"Kenapa kamu pucat Pijei? Kamu selesai ketemuan dengan pacarmu yah saat di luar" tanya Bintang sambil meminum Kopi yang panas. Terlihat dari asap yang masih menggumpal.


"tidak ada apa apa Bintang, hanya saja tadi ada teman saya diluar" jawab Pijei beralasan tidak terjadi apa apa.


"Untung saja mereka tidak banyak tanya" gumam batin Pijei


Sahabat Pijei tidak satupun mengetahui kalau Dirinya hampir saja berkenalan dengan junior yang mengikat hatinya.


Semaki lama. Kegiatan bazar sudah semakin ramai dan banyak perempuan berdatangan ketempat itu. Namun karena Pijei sudah terlanjur jatuh hati pada seorang junior. ia tidak memperhatikan siapapun orang di sekelilingnya, Walaupun itu perempuan cantik sekalipun. perasaan yang dirasakan pijei kali ini benar benar murni dari hati yang terdalam.


Pijei, Aare, Fire, Bintang dan juga Angker mulai serius meminum kopi yang telah ada dimeja tempat mereka berada, dalam sela-sela minum kopi obrolan umum dalam persahabatan terjadi. Kecuali Pijei, ia tidak ikut dalam obrolan tersebut.

__ADS_1


Terkadang Pijei hanya senyum-senyum sendiri tanpa ia sadari kalau sahabat-sahabatnya mulai memperhatikan keanehannya.


"Pijei Kamu seperti orang gila saja, dari tadi diperhatikan senyum-senyum sendiri" Tegur Angker


"Ada ada saja kamu Angker" ucap Pijei


"Sepertinya Dia sudah dapat junior saat kuliah tadi siang, siapa sih yang tidak tau ketampanan Pijei"


Ucap Aare dengan nada dan gestur yang seolah membuli Pijei. Terlihat dari Aare memainkan keningnya sambil melemparkan senyuman jahil kepada Pijei.


"Aare kamu mau ajak ribut saya" jawab Pijei bercanda


"Aare kamu yang diperebutkan sama junior, sekarang saja saya masih menyipan pesan WhatsApp adik adik yang memperebutkan mu. bahkan ada pesan yang berbunyi Kakak Aare ku, jangan kalian dekat dekat" Lanjut candaan pijei terhadap Aare.


"Seperti itu yah kamu Aare, diam diam menghanyutkan" ucap Angker


"Lagian sejak awal Pijei yang senyum-senyum sendiri, tapi kenapa jadi saya yang kalian buli" jawab Aare dengan nada keras


"Woe, Aare ngapain kita mau ngebuli Pijei, sementara kamu yang sudah terbukti luluhkan hati adik junior" ucap Angker sambil tertawa


"Alhamdulillah aman saya malam ini, tidak dibuli lagi oleh teman teman" gumam batin Pijei


Untuk menghindari agar Aare tidak semakin dibuli, ia mulai mengalihkan pembicaraan secara perlahan-lahan. Bisa dikatakan ini adalah strategi yang biasa dipakai Aare jika sudah mulai dibuli oleh para sahabatnya.

__ADS_1


"Kalau mau ospek junior kalian mau tidak jadi panitia? Kebetulan giliran angkatan kita jadi panitia inti tahun ini" ucap Aare saat mengalihkan pembicaraan


"Nanti saja saya jadi penenang buat adik adik junior perempuan" jawab Angker


"Dasar otak kamu, otak mesum Angker" ucap Aare


"Kecuali tidak normal, baru tidak ada pikiran terhadap rempuan" ucap Angker membela dari


"tetapi Serius Maba (mahasiswa baru) tahun ini cantik cantik, saya tidak bohong" lanjut Angker


"Hmmmm mata kalian sebenarnya disimpan dimana selama 2 Minggu ini. Kenapa baru sadar kalau junior tahun ini cantik-cantik, saya saja suka sama satu orang" gumam Pijei dalam hati


"Semoga tahun ini kita tidak jomblo lagi yah" Ucap Pijei kesahabat-sahabatnya, sembari berharap semoga junior yang disukainya bisa mengakhiri pencarian cintanya.


"Pijei Jangan sampai kamu sudah suka sama junior" tanya Angker dengan pikiran curiga


"Tidak mungkin lah saya suka sama Junior Mahasiswa baru, mereka kan belum kita Ospek" Pijei mengelak


"Ok lihat saja nanti siapa diantara kita yang menaruh hati sama junior, hati hati memang yah jangan sampai saya tau. Saya buat Menyesal kalian semua" ancam Angker kesahabat-sahabatnya


"Tidak bisa kamu berkata seperti itu, ini hak masing-masing orang" jawab Bintang tidak menerima ancaman Angker


"Sudah mulai kelihatan siapa yang mulai suka pada junior" ucap Angker sambil senyum melirik kearah Bintang

__ADS_1


"Terserah kalian saja mau ribut bagaimana, saya akan tetap tetap suka sama adik junior yang sekelas dengan saya. saat siang tadi" ucap dalam batin Pijei tentang perasaannya


__ADS_2