Cinta Dalam Pendirian

Cinta Dalam Pendirian
Kebahagiaan


__ADS_3

"Waktu itu, aku mulai mengharapkan mu.


Waktu itu, aku mulai memimpikan mu. Dan


Waktu itu pula aku mulai berpikir. Bahwa berharap dan bermimpi, tidak berarti tanpa tindakan."


Harapan serta mimpi yang ditanamkan tidak akan mampu terwujud tanpa dibarangi dengan tindakan yang nyata. Begitu pula Pijei. Dirinya tidak lagi hanya sekedar berharap dan bermimpi dapat bersama Inayah. Namun dia mulai melakukan tindakan tindakan nyata yang bisa Inayah lihat, sebagai tanda bahwa Pijei mencintai nya.


Setiap kali Inayah bertanya perihal kampus. Pijei dengan cepat mejawab pertanyaan pertanyaan itu. Saat Inayah melihat perhatian yang berbeda diberikan padanya. Diapun semakin menyukai Pijei. Ketika bertemu mereka bercerita dengan begitu bahagianya. Tanpa mengetahui perasaan satu sama lain.


"Kak Pijei baik. dan nyambung ketika diajak Ngobrol. Aku suka laki laki seperti kak Pijei" Batin Inayah berbisik


Melihat Inayah dalam kondisi memikirkan sesuatu. Pijei langsung mengejutkan nya.


"Inayah!!! lagi pikirkan apa" tanya Pijei


"Tidak pikirkan apa apa kak, hanya saja pikiran saya sedang kosong" jawab Inayah dalam keadaan terkejut.


"Dek. Saya punya buku yang ukurannya lumayan kecil. Tetapi dua buah. Inayah mau satu buah?" tanya Pijei


"Iya kak saya mau" jawab Inayah


"Dek bukunya ada dua Buah, berwar warna merah dan hijau. Bukunya sebenarnya bukan dari saya tetapi dari Kantor Urusan Agama (KUA)" Ucap Pijei dengan menahan tawa. melihat pipi Inayah yang melai memerah mendengar perkataannya.

__ADS_1


"Kakak ada ada saja" jawab Inayah tersenyum malu. Tanpa ia sadari pipinya telah memerah.


"Kakak gombal" lanjut Inayah


"Bukan gombal adik. Tetapi mencairkan Susana saja. soalnya saya melihat adik bengong saja seolah memikirkan sesuatu" ucap Pijei


"Iya kak" jawab Inayah


"Kakak Pijei aku sebenarnya mau dengan buku itu. Ketika itu bersama dengan kakak" Batin Inayah


"Adik, awas jangan pikirkan apa yang baru saya katakan" ucap Pijei


"Memang Kenapa kak?" tanya Inayah


"Jangan sampai saya mendadak melamar adik hehe" jawab Pijei diiringi tertawa


"Iya kak" jawab Inayah melihat Pijei yang sudah begitu jauh berlari


Dalam keadaan berlari menuju ketempat Sahabatnya. Pejei berkata "Akan Saya wujudkan perkataan ku, buku kecil berwarna merah dan hijau akan kudapatkan bersama mu"


Tidak begitu lama, sampailah Pijei ketempat sahabatnya. Dengan wajah yang berseri seri. Sahabat sahabatnya tidak begitu memperhatikan wajahnya saat itu. Sehingga tidak mengetahui kebahagiaan Pijei dihari itu. Ternyata saat Pijei sampai. Aare sedang membicarakan agenda Boyband. Yaitu rencana mendaki gunung bersama.


Karena Pijei datang terlambat. Aare pun tidak mengulangi apa yang menjadi pembahasan mereka selama Pijei tidak berada ditempat. Dia hanya menyimpulkan apa yang menjadi kesepakatan Boyband.

__ADS_1


"Jadi hari Sabtu mendatang, kita akan mendaki gunung dan Minggu pagi kita akan kembali pulang" ucap Aare menjelaskan hasil kesepakatan mereka


"Kemudia peralatan saat mendaki di siapkan masing masing saja. Agar teman teman perempuan tidak kecewa, nanti kita akan menginformasikan di grub kelas. Bahwa kita akan mendaki. jika ada yang berminat gabung dipersilahkan" Lanjut Aare


"Iya saya mengerti" Jawab Pijei


Hari Sabtu pun tiba. 5 orang sahabat itu akan menjalankan rencana mereka. Namun seperti yang diperkirakan, beberapa teman kelas berminat gabung bersama untuk mendaki Gunung.


Mereka pun berkumpul disuatu tempat yang tidak jauh jadi titik awal pendakian dimulai. Tidak terasa dalam perjalan menuju puncak gunung mataharipun terbenam. Jalan perlahan terlihat begitu gelap. Suara suara horor terdengar dari hutan hutan yang dilalui. seolah menyambut kedatangan mereka. Hingga tibalah mereka di di puncak gunung.


Dalam kondisi yang begitu melelahkan, 5 orang sahabat itu saling merangkul dan meneriakkan kata "Kita satu. Kita adalah Boyband yang tidak menyukai musik" disusul dengan suara tertawa.


"ini sunggu indah" Ucap Pijei melihat pemandangan kota dari ketinggian.


Pijei dan sahabatnya Bintang, Aare, Angker, dan Fire sangat bahagia dapat sampai di puncang gunung. Kerena dari Puncak Gunung itu mereka bisa melihat keindahan seluruh kota dalam ketinggian dimalam hari.


"Pekan ini aku begitu bersyurkur, dapat duduk bercerita dengan Inayah dan dapat melewati petualangan bersama kalian sahabat ku" Ucap Pijei melihat sahabatnya yang sedang mengambil gambar dimalam hari. Tanpa sadar Pijei meneteskan air mata kerena dapat memiliki Sabahat yang begitu baik dengan berbagai macam karakter.


"Andai saat ini Inayah bersama ku, diatas puncak gunung bersama 4 orang sahabat ku. Mungkin akan terasa lengkap kebahagiaan ini" Batin Pijei


Tidak lama berselang mereka semua pun tidur dan diselimuti dinginnya pegunungan.


Keesokan harinya mereka semua terbangun dan mengambil gambar dengan berlatarkan awan yang disinari mentari pagi. Setelah pengambilan gambar selesai merekapun kembali pulang.

__ADS_1


Bersambung..


Jika suka cerita ini jangan sungkan untuk sumbang Vote dan follow penulisnya.


__ADS_2