
Tanpa disadari waktu menunjukkan pukul 00:30 dan Caffe tempat bazar di laksanakan akan Segera tutup. Pijei dan sahabat-sahabatnyapun pulang kerumah mereka masing-masing.
Setelah keesokan paginya merekapun kekampus dengan pakaian rapi seperti pada mahasiswa lainnya. Hari itu adalah hari dimana Pijei terlihat lebih rapi dari biasanya dengan stail potungan rambut baru yang terlihat mengkilat.
"udah lama teman teman sampai?" ucap pijei menyapa sahabatnya
"Iya sudah lumayan lama" jawab Bintang
"Pijei Cukuran baru yah?" Lanjut Bintang
"Iya cukuran baru, sekarang banyak Maba jadi penampilan harus rapi" jawab Pijei dengan bercanda
"Teman teman Saya langsung kedalam yah" Lanjut Pijei
"Pijei Mau cari cewe kekampus yah" ucap Bintang saat Pijei pergi meninggalkannya
Setelah pijei masuk kedalam gedung perkuliahan. Ia duduk didepan ruang belajar sambil memainkan Hendpon. Selang beberapa waktu terdengar suara adik junior yang ia sukai, menjawab panggilan dari temannya.
"Inayah" tegur Tina
"Iya ada apa" jawab Inayah
mendengar suara Inayah adik junior yang di sukainya, Sontak pijei langsung memalingkan wajahnya kearah suara itu berasal.
Dalam situasi terkejut dan meresa bahagia, tanpa sadar pijei menyebut nama junior yang disukainya.
"Inayah!!" Ucap Pijei tanpa sadar dengan suara pelan dan ekspresi wajah kosong
__ADS_1
"iya ada apa kak" jawab Inayah mendengar namanya disebut.
Pijei gugup dan kaget karena tidak menyangka ternyata suaranya terdengar oleh Inayah. Pijei bingung harus berbuat apa dalam situasi yang membuat ia gugup.
"Nama adik, Inayah?" refleks pijei dalam keadaan gugup.
"Iya kak nama saya Inayah" jawab Inayah "Ada apa yah kak?" Lanjutnya
"Ngga ada apa apa. Saya hanya teringat, kalau kita satu kelas" ucap Pijei dalam kondisi yang lebih tenang
"Iya kak sekelas" jawab Inayah dengan senyum yang manis dengan Lengsung pipi di sebelah kanan terlihat.
Obrolan pun berakhir dan Inayah pergi bersama Tina ketua tingkat kelasnya. Pijei meninggalkan tempat duduknya dengan perasaan yang sangat senang. Karena hari ini ia telah mengetahui nama adik juniornya yaitu Inayah.
"Ya Tuhan jadikanlah dia jodohku" batin Pijei
"Kakak pijei bedah yah, waktu itu saja saat bazar di Caffe ia tiba tiba memperlihatkan ekspresi berbedah saat udah mau dekat dengan saya" batin Inayah sambil senyum senyum tipis
"Kamu kenapa Inayah, kok senyum senyum sendiri" Tanya Tina keheranan
"Ngga apa apa. Lucu aja lihat kak pijei" jawab Inayah
"Kamu suka yah sama kak Pijei" canda Tina
"Ngga mungkin diakan senior kita" ucap Inayah
"Sepertinya kak Pijei menyukai kamu Inayah" ucap Tina dengan bercanda
__ADS_1
"Ngga mungkin kak Pijei menyukai saya. Dijurusan kita kan banyak wanita cantik" jawab Inayah dengan perasaan pesimis
"Ngga usah kamu bahas kak Pijei" lanjut Inayah
"kamu jangan pesimis gitu Inayah" canda Tina
Pijei
"Sunggu Inayah adalah bagian dari pengharapanku, tak akan aku membawanya dalam lingkaran Dosa. Cinta itu suci maka tidak akan ku nodai cinta ku terhadap Inayah." gumam hati Pijei memikirkan Inayah
"Tidak akan aku yakinkan kamu Inayah dengan perkataan ku, tetapi akan ku yakinkan dirimu dengan tindakanku. kerena perkataan yang pantas kau dengarkan adalah kalimat lamaran dan ijab kobul serta tindakan akan ku wujudkan adalah menikahimu." lanjut hati Pijei
Pijei terlalu memikirkan Inayah. Inayah adalah wanita yang mampu meluluhkan hatinya hingga Pijei berpikir untuk memantaskan dirinya melamar dan menikahi Inayah.
Disisi lain Pijei takut jika harapan serta niat baiknya bertepuk sebelah tangan. Karena Inayah adalah gadis yang begitu manis serta Solehah, pastilah akan banyak laki laki yang menyukainya. Sedangkan Pijei hanyalah laki-laki sederhana yang kurang pengetahuan tentang agama.
"Akan kah Inayah menerima niat baik ku" gumam hati Pijei dengan kondisi pesimis kerena ia belum mengetahui perasaan Inayah terhadapnya.
INAYAH
saat sendiri Inayah memikirkan perkataan Tina tentang Pijei. Walaupun Inayah mengharapkan yang dikatakan Tina dapat menjadi kenyataan. Namun Inayah tidak mungkin memperlihatkan kepada Pijei kalau ia sepertinya mulai menyimpan hati. Inayah paham batasannya sebagai seorang perempuan.
"Tina ada ada aja kalau ngomong" pikir Inayah
"Namun ngga apa apa kalau itu terjadi" lanjut Inayah
Dalam keadaan memikirkan perkataan Tina. Inayah sontak tersenyum dan berkata "Kenapa aku tiba tiba memikirkan perkataan Tina, mungkin kah aku menyukai kak Pijei?" Tanya Inayah kepada dirinya
__ADS_1