Cinta Dalam Pendirian

Cinta Dalam Pendirian
Dibalik Ucapan Sahabat


__ADS_3

Malam hari kemudian......


Pijei merasa kosong tanpa ada kegiatan. Ia pun menghubungi sahabat boyband nya melalui pesan singkat grub WhatsApp.


"Ngumpul yuk teman-teman kosong nih" isi pesan Pijei


"Iya ngumpul ditempat biasa yah" sahut Bintang


Pijei mengajak sahabat nya untuk bertemu, bukan hanya karena malam itu ia tidak memiliki kegiatan di rumah. Tetapi Pijei ingin memastikan apakah hanya ia sendiri yang memiliki perasaan terhadap junior. Ia harus memastikan hal demikian karena mengingat perkataan Angker bahwa tidak boleh ada yang menyukai junior.


Saat para sahabatnya sudah berkumpul semua, Pijei tidak secara blak-blakan pertanya mengenai hati sahabatnya terhadap junior. Ia hanya memulai obrolan dengan menyinggung jomblo yang melekat pada semua sahabatnya.


"Kalian sudah lama jomblo, emangnya ngga bosan" ucap Pijei


Semua sahabatnya terdiam mendengar ucapan Pijei. Karena sebenarnya mereka sudah pernah memikirkan hal itu. Akan tetapi tidak memiliki keberanian mengatakan cinta kepada wanita yang mereka sukai, mengatakan perasaan bagaikan perang mempertahankan harga diri. Mengingat dalam persahabatan mereka, sering mengatakan bahwa mereka tidak ingin perbacaran karena berpacaran dapat membuat pokus memikirkan satu orang dan melupakan seribu orang.


Dibalik ucapan itu, justru Bintang ingin mengingkari, mendustai kata kata yang biasa mereka ucapkan. Yah Bintang merasa tidak bisa untuk tidak mengungkapkan perasaannya pada gadis yang dicintainya.


Nampaknya Bintang sudah sangat siap mengkapkan cinta. Ia sudah berniat Minggu depan akan menembak Nur. Sementara Nur adalah mantan kekasih sahabatnya, niatan Bintang tidak diketahui oleh siapapun.


Dilain pihak justru tersisa Aare yang tidak mengungkapkan perasaannya pada gadis yang ia idamkan. Sedangkan Angker dan juga Fire sudah memadu kasih dengan gadis gadis yang Pijei tidak ketahui namanya.

__ADS_1


Sunggu ini adalah hal yang sangat memukul Pijei jika diketahuinya. Perkataan mereka sudah diingkari.


Setelah beberapa saat ketika Angker, Fire, Bintang dan Aare berhenti terdiam. Justru Angker mengatakan yang sebenarnya bahwa ia sebenarnya sudah berpacaran nun tidak mau menyebutkan nama gadis itu.


"Sebenarnya saya sudah punya pacar" ucap Angker


Mendengar perkataan itu Pijei sedikit legah karena peluangnya untuk mengatakan perasaannya menjadi besar, semua karena satu persatu sahabatnya telah mengingkari perkataan yang biasa mereka ucapkan. Disisi lain Pijei merasa tidak percaya dengan yang di katakan Angker. Tanpa diduga Pijei mengucapkan kalimat yang sepatutnya tidak ia ucapkan.


"Kamu udah bilang ngga boleh ada yang pacaran dengan junior" ungkap Pijei dengan nada keras sambil melihat kearah Angker


"saya pacaran bukan sama junior" jawab Angker


Angker ternyata memegang perkataannya. Karena ia hanya berkata bahwa jangan berpacaran sama junior. Sedangkan ia tidak melakukan nya. Lain halnya dengan Fire ia tidak sama sekali mengatakan apa apa. Hubungannya ia tutupi rapat rapat agar tidak di ketahui oleh sahabat sahabatnya.


"Walaupun nanti saya ketuan menebak Nur bahkan mungkin berpacaran nantinya, itu ngga apa apa karena Nur kan bukan junior. Kesepakatannya jangan junior" gumam batin Bintang dengan keadaan senang.


Ucapan Angker malam itu membuat purubahan berpikir sahabat-sahabatnya. Pasalnya selama ini ucapan tidak boleh pacaran dan jangan pacaran dengan junior, sangat membebani sahabatnya. Saat awal tidak memberikan beban kerena belum ada wanita yang disukai, akan tetapi setelah ada wanita yang disukai kata-kata itu hadir sebagai mimpi buruk. Sekarang pikiran mereka sudah mulai keluar dari kata tidak pacaran, semua itu karena ucapan Angker bahwa ia sudah berpacaran. tidak terkecuali Pijei dan Aare.


"Saya pulang duluan yah, pagar rumah udah mau ditutup" ucap Aare


"Kalau gitu, mending kita semua pulang" jawab pijei

__ADS_1


"Lagian udah larut malam" lanjut


Mendengar saran Pijei, mereka semua pun bergegas pulang. Sikap Aare begitu dingin malam itu, mungkin ia tidak habis pikir ada yang mengingkari ucapan yang telah lalu. semua sudah terjadi tidak ada yang Aare bisa perbuat. Aare bersikap dingin karena dia juga menyukai seorang gadis tetapi ia keras dengan pendiria tidak mau pacara. Bukan karena kata kata jangan pacaran yang membuat ia sangat keras dengan pendirian, namun karena ucapan Pijei "Kita indepen, nda terikat dengan siapan perempuan".


Pijei berkata demian agar mereka pokus dengan kegiatan-kegiatan luar. Tanpa harus terhalang oleh perempuan apa bila perempuan itu protektif.


"Buruan kita pulang" ucap Pijei dalam posisi berdiri "Mungkin ada yang tunggu pacarnya" lanjut Pijei menyidir Angker dengan nada suara halus


Saat diperjalanan pulang Pijei dan Aare mengobrol sepanjang jalan dengan masing-masing mengendarai motor, Malam itu kodisi jalan sangat sepih.


"Ternyata mereka udah pacaran" ucap Aare mengungkit perkataan Angker


"ia saya ngga sangka ternyata begini" jawab Pijei


"Intinya kita Independen, seperti yang kamu bilang" ujar Aare


"hehehe ia, kalaupun nanti kita suka sama perempuan, jika udah ngga tahan memendam rasa katakan saja kita suka, kita mencintainya. Tetapi kita tidak bisa berpacaran, kerana itu tidak bisa dan kita juga masih mau mengejar cita-cita" Ucap Pijei dengan panjang lebar


"Kamu benar Pijei" sahut Aare


"Pendirian kita harus kuat, tidak pacaran" ucap Pijei memberikan penguatan

__ADS_1


Dibalik itu semua Pijei semakin bingung dengan perasaannya terhadap Inayah karena ia tidak mungkin mengungkapkannya. Karena ia telah menguatkan Aare, namun bagaimana jadinya ketika justru dia yang mengingkari.


"Inayah niat ku baik terhadapmu, maka saya yakin Tuhan akan memberikan jalannya" gumam batin Pijei


__ADS_2