
Manusia adalah ciptaan, dan hanya kepada sang pencipta dia meminta dan berserah diri. Sesungguhnya Tuhan yang maha mendengar permintaan seseorang dan mengetahui apa yang di butuhkan Nya.
Dalam keadaan gunda gulana atau dalam keadaan terpuruk. Seseorang akan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta memintah jalan keluar dari apa yang dia rasakan.
Cita cita serta kecintaan Pijei kepada Inayah membuat dirinya bingung harus mengutamakan apa. antara cinta atau cita cita. Sunggu ini adalah salah satu hal terberat yang pernah dia rasakan. Dalam situasi itu banyak terbersit hal hal dibatin Pijei.
"Sungguh aku mencintai mu karena Tuhan ku. Niat ku tulus padamu. Namun apakah aku sanggup menahan perasaan ini terus menerus dengan tidak mengungkapnya pada mu?" tanya batin Pijei
Saat Pijei memikirkan perasaannya. Terdengar suara sepeda motor mendekat menuju rumahnya. Nampaknya itu adalah Yus Saputra salah satu teman kelasnya.
"Pijei kamu mau ikut saya pulang ke kampung?" tanya Yus
"Kapan?" Pijei kembali bertanya
"Besok" jawab Yus
"Kamu mau ikut?" lanjut Yus
"ia saya ikut" jawab Pijei
"Besok sore nanti saya jemput" ucap Yus
"ia saya tunggu" ucap Pijei
"Saya pamit dulu yah Pijei"
"ia" jawab Pijei dengan anggukan kepalah
__ADS_1
Setalah Yus pergi. Pijei berpikir semoga perjalanan nya esok hari. bisa sedikit melegahkan hati nya.
Waktu berlalu begitu cepat, Yus dan Pijei berangkat menuju kampung. Dalam perjalan Yus bertanya serta bercerita banyak hal. Dari Persoalan Bisnis, pengalaman, cita cita dan perkara calon istri.
"Kamu rencana menikah umur berapa?" tanya Yus
"Belum tau, untuk saat ini saya masi fokus kuliah" jawab Pijei dengan penuh heran. mengapa tiba tiba Yus bertanya hal demikian.
"Kamu sudah punya calon?, walau masih fokus kuliah" tanya Yus
"Belum ada" jawab Pijei
"Bagaimana Kalau kamu suka dengan perempuan tetapi masih Fokus kuliah?" tanya Yus
"Saya bingung. Tetapi yang pasti saya tidak mungkin mengajaknya pacaran" jawab Pijei
"kamu benar Yus" ucap Pijei
"Jika kamu menyukai seseorang. Minta lah Dia melalui Tuhannya." ucap Yus
"Maksudnya seperti apa itu?" tanya Pije
"Doakan dia dalam Solat mu" jawab Yus
Mendapat masukkan dari Yus. membuat Pijei mendapat jalan keluar dari masalah yang dirasakannya.
"Kamu kapan menikah?" tanya Pijei
__ADS_1
"Rencana kalau sudah selesai Wisudah" jawab Yus
"Berarti calon sudah ada?" tanya Pijei
"Ia sudah ada" jawab Yus
Keasikan bercerita, membuat perjalanan yang begitu jauh tidak terasa. mereka pun sampai di kampung Yus.
"Anggap saja ini rumah kamu" ucap Yus
"Berarti kamu tamu saya" ucap Pijei bercanda
Karena melewati perjalanan yang begitu jauh membuat mereka sedikit lelah.
"Yus mama sudah siapkan makanan buat kalian" terdengar suara Ibu Yus dari arah dapur
"iya Bu" ucap Yus
"Ayo kita makan" ucap Yus mengajak Pijei
"Seharus saya yang mengajak kamu makan. Saya kan Tuan rumah" ucap Pijei bercanda
Merekapun bergegas menuju meja makan. Nampaknya saat itu Pijei terlihat begitu lapar. sampai ia menghabiskan lauk pauk yang ada di meja. setelah selesai merekapun beristirahat dan bersiap siap untuk tidur.
Malam itu Pijei gelisa memikirkan Inayah. Dalam perasaan gelisa dia mengingat ucapan Yus. bahwa jika kita mencintai seseorang maka Doakan lah dia.
"Ya Tuhan ku. Engkau yang Maha mengetahui yang baik dan yang buruk. Ya Tuhan niatan ku terhadap Inayah adalah niatan yang baik. Jagalan lah hatinya untuk ku karena hanya engkau yang mampu membolak balikkan hati manusia. jadikanlah dia istri ku dunia dan akhirat. Ya Tuhan ku. Mohon kabulkanlah permintaan ku" Ucap Pijei mendoakan Inayah
__ADS_1
Sejak saat itu. Pijei selalu mendoakan Inayah. Berharap apa yang dia harapkan bisa di kabulkan oleh Tuhan.