
Obrolan Aare dan Pijei berakhir, kerena Pijei akan mengarah pulang kerumahnya yang saat sampai pada persimpangan jalan. Pijei dan Aare pun berpisah dengan bertegur sapa "Hati Hati yah" ucap Pijei "iya" jawab Aare
Semenjak malam itu, Pijei tidak lagi bertemu sahabatnya yaitu Boyband pasalnya dalam beberapa hari terakhir Dia tidak ke kampus kerena memiliki urusan diluar. Melihat Pijei yang sudah beberapa hari tidak masuk kampus sahabatnya pun mulai mempertanyakan nya. Mereka takut jangan sampai Pijei tidak ke kampus karena persoalan waktu beberapa malam lalu.
"Pijei udah beberapa hari ngga masuk kampus, dia kemana sih sebenarnya?" Ucap Angker
"Ngga tau juga. Dari malam terakhir kita bertemu, saya sudah tidak ada komunikasi lagi" sahut Bintang
"Mungkin saja Pijei ngga ke kampus karena perkataan ku kemarin" ucap Angker dengan perasaan bersalah
"Ngga mungkin juga hanya kerena persoalan itu. Pijei kan nda semuda itu marah" ucap Bintang meredahkan perasaan bersalah Angker
Mendengar perkataan Bintang, tidak begitu menenangkan Angker. Dia tetap merasa bersalah, karena semenjak Angker berkata bahwa dia sudah memiliki pacar. Pijei menyindir dirinya sebelum akhirnya pulang. Selain itu pula, sejak kejadian itu Pijei sudah tidak pernah lagi menjawab pesan dalam grub.
Di pihak lain Pijei merasa biasa biasa saja. Dia tidak mengirah Angker akan perpikiran bahwa dirinya tidak masuk kampus dan tidak menjawab pesan dalam grub disebabkan oleh kejadian saat mereka kumpul bersama, saat Angker berkata telah memiliki pacar. Bahkan Pijei tidak mengira jika Angker merasa bersalah terhadapnya.
Saat Bintang melihat raut wajah Angker yang seolah memiliki banyak beban. Dia pun menyarankan untuk menghubungi Pijei agar Angker tidak larut dalam perasaan bersalah. Sedangkan mereka tidak mengetahui penyebab pasti mengapa Pijei tidak masuk kampus dan tidak menjawan pesan.
"Angker mendingan kamu menghubungi Pijei, jangan sampai dia tidak masuk kampus bukan karena kamu. tetapi ada persoalan lain" ucap Bintang memberikan saran
"Bintang kalau bukan karena saya. Minimal tidak Pijei jawab pesan dalam grub" sahut Angker dengan perasaan pesimis dan ekspresi waja kasihan
"Saya hanya menyarankan, agar ngga ada kesalah pahaman" jawab Bintang
"Iya nanti saya telpon" Ucap Angker dengan sedikit kesal, karena dia meresa Bintang tidak memikirkan bahwa sulit untuk menghubungi Pijei lebih dulu. Angker tidak enak hati.
"Kalau seperti itu saya pergi dulu" Ucap Bintang Tanpa menyebutkan kemana ia akan pergi
Ternyata Bintang akan pergi menemui Nur perempuan yang menjadi incarannya sekaligus mantan sahabatnya. Disaat menemui Nur. Bintang semakin yakin dengan perasaannya akan tetapi waktu nya belum tepat untuk dia mengungkap perasaan. Tepatnya Bintang telah mempersiapkan waktu dimana dia akan mengungkapkan perasaannya pada Nur.
__ADS_1
Bintang benar benar akan mengingkari ucapan tidak pacaran, ucapannya yang telah lalu dilemahkan oleh cintanya kepada Nur. Bintang tidak memikirkan apa yang akan sahabatnya katakan ketika mengetahui apa yang dia lakukan.
Awal pekan kemudian....
Hari Senin kampus lebih ramai dari hari hari yang lain. Banyak mahasiswa yang memiliki jam kuliah di hari itu. Tidak terkecuali Pijei dan sahabatnya. Tanpa janjian Pijei dan 4 sahabatnya bertemu di dalam ruang kelas dan sifat Angker saat itu sangat dingin kepada Pijei. Hingga membuat Pijei ke heranan.
"Angker kamu kenapa. Kayak baru kenal saya saja. Sikap kamu dingin, seperti Es batu" ucap Pijei diiringi senyum
Angker pun kebingungan melihat Pijei menyapanya lebih dulu.
"Bukankah saat ini dia sedang marah" Batin Angker saat mendengar sapaan Pijei
"Kamu biar jawab saya ngga mau, kamu sudah putus yah, baru jadi galau?" Ucap Pijei bercanda
Bintang tersenyum melihat Pijei yang tidak di jawab saat berbicara dengan Angker. Dia tersenyum karena mengetahui bahwa Angker sebenarnya merasa bersalah, tetapi ternya apa yang Angker pikirkan tidaklah benar dengan apa yang terjadi. Pijei tidak memikirkan ucapannya yang telah lalu.
"Sepertinya Angker memang sudah putus" lanjut canda Pijei
Jam kuliah berakhir. Nampaknya hari ini, Bintang akan segera mengungkapkan perasaannya nya kepada Nur. Dia pun diam diam menghubungi Nur agar tidak ketahuan oleh sahabatnya. Semua semakin terlihat jelas bahwa Bintang benar benar akan mengutarakan perasaannya. Dengan begitu maka ia mengingkari perkataan tidak akan pacaran.
"Nur!!! kamu dimana" ucap Bintang saat menghubungi Nur
"Aku ditaman Kota Bintang, ada apa yah?" jawab Nur
"Nur Boleh ngga kita ketemuan hari ini, ada yang penting mau saya bicarakan" ucap Bintang
"memangnya ngga bisa lewat telpon saja bicaranya?" tanya Nur
"ngga bisa, ini penting" sahut Bintang
__ADS_1
Bintang bergegas menemui Nur dengan perasaan yang sangat menggebu gebu. Hari ini adalah hari yang dia tunggu tunggu. Seolah gelora didalam dada akan meledek ketika Bintang tidak mengatakan perasaannya di hari itu. Tak memakan waktu begitu lama Bintang pun sampai ditaman Kota.
"Saya sudah sampai di taman kota Nur" ucap Bintang melalui telpon
"Saya berada di samping kolam ikan, mungkin sekitar 100 sebelah kanan dari gerbang masuk taman" jawab Nur
"iya saya kesana, tunggu yah" ucap Bintang
Ternyata hari Senin saat itu tepat tanggal 4. Seperti Biasa Sahabat Bintang akan menghubungi Nur dengan mengatakan "selamat tanggal 4 Nur". Ditanggal itulah Nur dan sahabat dari Bintang memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Itulah kenapa di setiap tanggal 4 Nur selalu mendapat pesan "Selamat Tanggal 4" mengingatkan bahwa tanggal itu adalah tanggal putus mereka. Dia adalah Pijei sahabat dari Bintang dan mantan dari Nur Wanita yang di Cintainya.
Sebenarnya Pijei tidak lagi memiliki perasaan terhadap Nur. Dia selalu mengirim pesan selamat tanggal 4. Agar Nur sadar bahwa ketika hubungan berakhir tali silaturahmi harus tetap terjalin.
Sebelum Bintang sampai kepada Nur. Tiba tiba berbunyi pesan WhatsApp Nur. Nampaknya pesan itu barasal dari Pijei yang lagi lagi menuliskan kata "Selamat tanggal 4 Nur". membaca pesan itu Nur selalu teriangat saat menjalin hubungan dengan Pijei, karena dalam hubungin mereka Pijei tidak pernah memberikan kejutan dan bahkan hal hal yang bisa membuat dia mereka diperlakukan layaknya seorang kekasih. Nur berpikir kenapa Pijei selalu mengirim pesan ini.
"apakah Pijei benar benar masih mencintai saya" Batin Nur saat membaca pesan Pijei
Terlihat dari jarak sekitar 10 meter ada Bintang yang berjalan menuju tempat Nur berada.
"Sebenarnya Bintang mau ngomong apa" pikir Nur saat melihat Bintang
Sesampainya Bintang di tempat Nur duduk dia tidak begitu berani secara langsung mengungkapkan perasaannya. Bintang hanya banyak basa basi hingga membuat Nur jengkel terhadapnya.
"Katanya ada yang penting? tapi kenapa justru kamu ngga jelas mengarah kemana ngomongnya" ucap Nur dengan Raut wajah marah
Mendengar perkataan Nur Bintang pun langsung memberanikan diri. karena ini adalah waktu yang memang dia tunggu tunggu. Bintang menatap wajah Nur kemudian Berkata, "Nur saya tidak tau bernada basi dan berkata gombal, tetapi satu yang pasti Aku mencintai Mu Nur, mau kah kamu menjadi pacar ku".
Mendengar ungkapan Hati dari Bintang. Nur begitu bingung untuk menjawab nya. karena disisi lain Nur merasa Pijei masih mencintainya sehingga di setiap tanggal 4 Pijei mengirimkan pesan "Selamat Tanggal 4". Pikirin Nur sangat berkecamuk apakah akan menerima Bintang atau tidak. pada akhirnya Nur pun menjawab.
Bersambung.
__ADS_1
Kalau suka tulisan ini jangan sungkan untuk Vote dan follow penulisnya. Terimakasih.