
Ibarat senjata pamungkas yang hanya dikeluarkan pada saat genting. Begitu pula kertas putih yang ditemukan bintang di dalam dompet Pijei.
Untuk mengetahui siapa yang dimaksud dalam tulisan tersebut. Bintang memberitahu Angker, Aare dan Fire untuk bersama sama menyelidiki Pijei. Penyelidikan tersebut bertujuan agar perempuan yang diberi inisial haruf I dapat di ketahui lebih cepat.
Mereka semua pun mulai menyusun rencana penyelidikan secara diam diam agar tidak diketahui Pijei.
"Angker, Aare, Fire kita pergi ke taman kampus sekarang" ucap Bintang
"Ada apa di taman kampus?" tanya Aare
"Nanti kalau sudah di taman, baru saya jelas kan" Jawab Bintang
Mendengan yang dikatakan Bintang merekapun pergi ke Taman Kampus. Sesampainya di Taman Kampus, merekapun meminta penjelasan kepada Bintang. Mengapa harus datang ketempat itu.
"Sebenarnya ada apa Bintang?" Tanya Aare
"Jadi seperti ini, saya sudah memberi tahu kalian mengenai Kertas Putih itu. Saya mengajak kalian ke tempat ini, agar kita menyusun rencana menyelidiki Pijei" Ucap Bintang
"Kalau seperti ini saya suka dan saya sepakat" Jawab Aare
"saya juga" Ucap Angker
"Saya mengikut saja" ucap Fire
"Saya anggap semua sepakat dengan rencana ini" Ucap Bintang
"Saya akan membagi tugas untuk masing masing dari kita" lanjut Bintang
"iya buruan Bintang" Ucap Angker tidak sabaran ingin mengetahui tugas nya.
"Aare!! nanti kamu berada di sekitar Pijei setiap saat, ketika sudah berada di kampus.
sedangkan Angker dan Fire perhatikan siapa perempuan yang sering ditemui Pijei saat di luar kampus.
__ADS_1
adapun saya akan bertanya kepada Nur, barang kali dia mengetahui perempuan yang disukai oleh Pijei" ucap Bintang
"Kami sepakat" jawab sahabat
Satu pekan berlalu, penyelidikan yang dilakukan tidak menemukan hasil apa apa. Tidak satupun dari mereka mengetahui siapa yang di sukai Pijei dan diberikan inisial I.
Karena tidak mendapatkan hasil apa apa. mereka semua bersepakat untuk menghentikan penyelidikan.
"Kita berhenti saja menyelidiki Pijei. Mungkin saja dia hanya menulis, tapi tidak tau mau di berikan kepada siapa tulisan itu. sehingga itulah di beri ini soal i" ucap Bintang memberitahu sahabat nya.
"iya kita berhenti saja" jawab Aare
Setelah penyelidikan dihentikan. Mereka tidak memikirkan lagi mengenai kertas putih tersebut. Aktifitas kembali seperti sebelumnya. bersahabat tanpa mencurigai.
Saat hari Minggu tiba. Lima orang bersahabat itu joging bersama di Taman Kota. Ketika selesai joging Aare bertanya kepada sahabatnya, siapa yang akan ke kampus saat esok hari.
"Besok siapa yang akan ke kampus?" Tanya Aare
"Saya besok ke kampus" Jawab Pijei
"Iya saya tunggu besok kalau seperti itu" jawab Pijei
Keesokan harinya, Aare pun menjemput Pijei di rumah tempat tinggalnya. Seperti biasa kalau Aare melewati lorong tempat Pijei tinggal. suara sepedah motornya begitu mengganggu telinga orang orang sekitar. Seolah mengajak tawuran.
Drung... drung...
Bunyi suara sepeda motor Aare saat sampai di rumah Pijei.
"Pijei ayo berangkat" ucap Aare
"iya" jawab Pijei dan melompat keatas jok motor Aare
"Berat kamu melebihi karung beras 50 kg. jangan lompat lompat, nanti rusak motor saya." Ucap Aare
__ADS_1
"Biar saja Rusak. supaya ganti baru" jawab Pijei dengan tertawa
"Berangkat hahahaha" ucap Aare
"Cocok kamu jadi tukang ojek" ucap Pijei
"Sudah diam saja jangan banyak bicara" ucap Aare
Saat sampai kampus, ada teman mereka bernama Alifa berdiri di depan pintu masuk gedung.
"Lama tidak ketemu" sapa Alifa
"Karena ifa sibuk dan sedikit lagi akan jadi sombong" ucap Pijei
"kamu kalau ketemu bicaranya ngawur terus" jawab Alifa
Saat yang bersamaan terlihat Inayah berjalan dari sudut gedung, perlahan mulai mendekati pintu masuk. Pijei Mulai melihatnya, sampai Inayah menoleh membalas melihat Pijei.
Ketika Inayah menoleh melihat Pijei. Tanpa memperdulikan lingkungan sekitar, Pijei langsung senyum kepada Inayah. Tentu saja Senyum yang diberikan sangatlah berbeda.
"Inayah sunggu saya mencintai mu. Hijab berwarna merah jambu yang kau gunakan hari ini, semakin menambah keanggunan mu" batin Pijei sembari tersenyum
"Kamu suka sama perempuan tadi?" Tanya Alifa
Mendengar ucapan Alifa, Pijei sangat kaget. Ia bingung kenapa Alifa bisa mengetau perasaannya pada Inayah.
"Teman saya tadi" Jawab Pijei
"Tapi kamu suka sama dia kan. soalnya senyum kamu kepadanya begitu berbedah" ucap Alifa meminta kepastian jawaban
"Alifa ada ada saja" jawab Pijei
Saat itu Aare yang juga menyaksikan Pijei tersenyum pada Inayah begitu berbeda. Ia mulai curiga. apakah nama yang dikertas putih itu adalah Inayah.
__ADS_1
Sedangkan Alifa begitu yakin kalau Pijei menyukai Inayah.
"Saya harus menghilangkan Kecurigaan mereka" Batin Pijei