Cinta Dalam Pendirian

Cinta Dalam Pendirian
Kecurigaan Sahabat


__ADS_3

Pagi yang sangat cerah, disertai pancaran sinar mentari dan kecauan burung yang begitu indah. Seakan alam merestui perkara perkara yang akan terjadi dihari itu.


"Apakah akan terjadi sesuatu yang besar hari ini, sehingga alam begitu bersahaja" Batin Pijei saat memperhatikan sekitar melalui jenjela kamarnya


Melihat hari yang begitu cerah Pijei terispirasi menulis sesuatu untuk diberikan kepada Inayah. Perlahan kata demi kata tertulis dalam tinta berwarna hitam.


*Aku adalah rasa yang tidak kau ketahui.


Rasa yang tidak mampu tersampaikan oleh lisan. Rasa yang selalu diterpa oleh rindu. karena Kau tidak pernah merasakan keberadaan ku, walaupun aku berada disamping mu.


Lewat bait bait kata ini, aku mencoba menyampaikan rasa itu.


Aku menginginkan mu menjadi istriku.


Dari: Calon imam mu


Untuk: i (Inayah ditulis dengan inisial*)


Usai menulis. Pijei beranjak menuju kamar mandi, untuk Membersihkan Diri. Kerena pagi itu dirinya akan berangkat bersama sahabatnya mencari Rumah Kontrakan. Pijei dan sahabatnya berniat menyewa Rumah Kontrakan sebagai markas.


Sejak awal semester 3 mereka sudah merencanakan untuk menyewah Rumah Kontrakan sebagai markas. Akan tetapi kondisi keuangan tidak begitu mendukung.


Usai membersikan diri dan berpakaian. Berangkatlah Pijei dengan mengendarai Sepeda Motor menuju kampus. Dirinya berangkat ke Kampus, karena dia dan 4 orang sahabatnya berjanji akan bertemu dikampus, kemudian berangkat mencari rumah kontrakan.

__ADS_1


Sesampainya Pijei di kampus, rupanya Aare, Fire dan Bintang telah sampai lebih dulu. Tinggal tersisah Angker yang belum juga datang.


"Angker dimana?" Tanya Bintang kepada Pijei


"Saya tidak tau. Soalnya saya nda tinggal serumah dengan nya" jawab Pijei


"Kalian semua sudah coba menelponnya?" tanya Pijei


"Kami sudah coba menelponnya, akan tetapi dia tidak mengangkat telpon kami" Jawab Bintang


"Kalau seperti itu. Kita menunggu saja selama 30 menit, jika dalam waktu itu Angker tidak memberi kabar, kita semua berangkat saja mencari Rumah Kontrakan" saran Pijei


Mereka semua sepakat dengan saran yang diberikan Pijei. Setelah 30 menit Angker tak kunjung datang dan tidak pula memberikan kabar. Dengan Anggota yang kurang, mereka pun berangkat mencari Rumah Kontrakan. Namun ternyata Tanpa sepengetahuan mereka, saat itu Angker belum terbangun dari tidurnya. Sehingga tidak mengangkat telepon Bintang.


"Assalamualaikum Ukhti" sapa Bintang


Mendengar sapaan Bintang, wanita itu menoleh melihat Bintang dengan diiringi senyuman. Ketika Bintang melihat wanita itu menoleh padanya. Betapa Terkejut nya. Ternyata Wanita yang dipikirnya cantik adalah seorang ibu-ibu. dengan gigi depan yang telah ompong.


Ketika melihat Bintang salah mengira seorang wanita. Pijei, Fire dan Aare tertawa terbahak bahak. Sungguh Bintang begitu malu.


"Tobat kamu Bintang. Godain perempuan tidak lihat lihat dulu" Ucap Aare mengejek


Tidak lama berselang. Merekapun menemukan Rumah Kontrakan yang cocok sebagai markas. Tanpa menunggu lama mereka pun menyewah tempat itu.

__ADS_1


Saat itu juga mereka semua mulai membersihkan Kontrakan tersebebut. Karena banyak debu didalamnya. Seolah sudah begitu Lama tidak ditempati. Setelah usai membersihkan, Aare membuat tantangan untuk sahabatnya. Semua sahabat wajib mengikuti tantangan yang dibuatnya.


"Saya punya tantangan untuk kalian. Semua wajib ikut" Ucap Aare


"Ok. Apa tantangannya?" ucap Pijei


"Tantangannya adalah Dompet kita semua akan diperiksa oleh teman yang berada disamping kanan masing masing" Ucap Aare


Mereka semua mulai menjalankan tantangan tersebut. Secara bersamaan pula mereka mulai membuka isi dompet temannya. Saat itu Bintang memeriksan dompet Pijei karena dia duduk disebelah kanan Pijei.


Bintang membuka satu persatu isi dompet Pijei. Hingga ia menemukan sebuah kertas putih yang terlipat rapi. Diletakkan dalam bagian terpencil pada dompet.


Melihat tempat diletakkannya lipatan kertas putih itu begitu terpencil, membuat batin Bintang bertanya tanya. Apa yang ada dibalik kertas putih itu. Bintang perlahan membuka kertas putih itu lalu membacanya dengan nada suara yang kecil. hingga Pijei tidak mampu mendengarnya.


Ternyata kertas yang dibaca Bintang adalah kertas yang Pijei tuliskan untuk Inayah. Bintang begitu penasaran siapa yang disebut Pijei dalam tulisan itu. Dengan memberikan inisial I sebagai nama tujuan.


"Siapa i?" Batin Pijei


Sebelum Bintang diketahui oleh Pijei. Bahwa dia telah membaca tulisan dikertas itu. Bintang membuka Handphone nya dan segerah memotret kertas tersebut.


"Akan saya perlihatkan photo ini pada teman teman" Batin Bintang


Sejak saat itu Bintang mulai mencurigai Pijei. ia merasa Pijei telah jatuh cinta pada seseorang. Akan tetapi dirahasiakan agar tidak diketahui.

__ADS_1


__ADS_2