Cinta Diantara Perselisihan Dua Keluarga (Cinta Rama Dan Vika)

Cinta Diantara Perselisihan Dua Keluarga (Cinta Rama Dan Vika)
BAB 12. Ungkapan Cinta


__ADS_3

Harry yang mengetahui putrinya dekat dengan Rama, putra dari musuh keluarganya mengepalkan tangan. Wajahnya nampak suram karena menahan marah.


"Berani sekali anak itu membohongiku! Sudah berbohong dan kini malah begitu dekat dengan anggota keluarga itu," gumam Harry memukul meja, karena kesalnya.


Sedangkan orang yang tadi menghubunginya langsung menjalankan perintah tuannya, membuntuti nona mudanya yang saat ini bersama dengan Rama.


Rama dan Vika yang saat ini ada di dalam mobil menuju kontrakan, tidak menyadari jika dirinya di buntuti oleh orang suruhan Harry. Hingga mereka sampai di depan kontrakan itu. Rama dan Vika turun dari mobil, berdiri saling berhadapan dengan Rama mengelus surai panjang milik Vika.


"Masuk, dan istirahatlah. Besok pagi aku akan menjemput mu," ucap Rama dengan pandangan penuh sayang.


Vika mengangguk dan tersenyum sangat manis. Melihat itu entah kenapa Rama hati Rama merasakan sesuatu keanehan. "Ada apa dengan hati ku? Senyum itu, kenapa membuat ku merasakan sesuatu yang aneh? Mungkinkah____. Tapi jika itu benar, apakah Vika akan marah?" gumamnya dalam hati tentang perasaan aneh dalam hati nya, yang seperti mencintai Adik angkatnya itu. Tapi jika dia mengatakannya, ia takut Vika akan marah karena memiliki rasa itu. Jadi untuk saat ini ia akan memastikan dulu, apakah Vika akan keberatan atau tidak jika mendekatinya layaknya seorang yang mencintai.


"Kak," panggil Vika saat melihat Rama melamun.


"Hah, iya," jawab Rama sadar dari lamunannya.


"Kakak melamun. Apakah terjadi sesuatu?" tanya Vika menatap lekat wajah Rama.


"Tidak, tidak terjadi apa-apa. Hanya memikirkan sesuatu hal kecil saja," jawab Rama dan akan memulai, apakah Vika akan menyambutnya atau melarangnya.


Rama menarik tubuh itu dalam pelukannya, hingga membuat tubuh itu saling menempel. Vika yang melihat itu tentu saja terkejut. Yah, walaupun mereka berdua sudah dekat dan sudah saling berpelukan, tapi tidak di luar seperti ini. Dan apalagi Rama dengan gila, mencium dirinya tanpa persetujuannya, "Kak, ehm...." Kaget Vika saat bibirnya di cium.


Rama yang mencium bibir itu, mendiamkan bibirnya tanpa bergerak. Ia ingin memastikan apakah Vika akan menolak atau tidak. Jika tidak, berarti Vika menyambutnya dan memberikan izin untuknya mendekati adik angkat nya itu.

__ADS_1


Namun cukup lama Rama mendiamkan bibirnya di bibir manis itu, Vika sama sekali tidak menolak atau pun mendorong tubuhnya. Melihat itu bibir Rama tersenyum kecil, berpikir bahwa Vika menyambutnya.


Dengan perlahan Rama menggerakkan bibirnya, menye-sap bibir ranum nan manis itu dengan begitu lembut. Membuat Vika yang merasakan terlena. Ia menyambutnya dan juga menggerakkan bibirnya, membalas ciuman itu.


Sedangkan pria yang sedari tadi membuntuti nona mudanya, mengepalkan tangan, marah dengan apa yang di lihat nya. "Berani nya pria itu mencium nona muda! Jika tuan tahu, pasti pria bajingan itu akan langsung di bunuh nya," gumam nya masih menatap keduanya.


Sedangkan yang di tatap, malah asyik menikmati ciuman bibir itu. Cukup lama mereka saling berciuman, Rama menghentikannya. Menempelkan keningnya di kening Vika dengan napas yang dapat mereka rasakan masing-masing.


"Kak," panggil Vika tidak berani menatap manik mata Rama, malu dengan apa yang di lakukan nya, membalas ciuman kakak angkatnya.


"Kenapa tidak menolak?" Satu pertanyaan yang membuat Vika bertambah malu, pipinya sudah merona, bingung dengan jawaban yang akan di berikan nya karena dia juga menikmati ciuman manis itu.


"Apa?" tanya Vika pura-pura bodoh. Rama yang melihat wajah bersemu itu tersenyum.


"Mulai hari ini kamu milik ku. Bukan sebagai adik melainkan wanita ku," ucap Rama cepat, tidak ingin berlama-lama. Ia takut jika mengulur waktu, akan ada yang lebih mendahuluinya.


"Apakah kakak yakin?" tanya Vika menatap wajah tampan itu, wajah yang hampir setiap malam mengganggu nya.


"Tentu saja. Mulai hari ini kamu milik ku, sayang," ucap Rama langsung membuat jantung Vika berdetak cepat, apalagi saat mendengar kata sayang dari bibir Rama.


Vika tentunya sangat bahagia, karena akhirnya ia akan selamanya bersama dengan kakak yang selalu ia kagumi sedari kecil. Dengan hati yang sangat bahagia, Vika langsung menghambur ke tubuh itu, memeluknya dengan erat. Rama yang merasakan juga membalas pelukan itu dengan erat, memejamkan mata menikmati kebahagiaan di hatinya.


"Setelah ini, perjalanan kita mungkin tidak akan mudah. Aku yakin kedua keluarga kita tidak akan tinggal diam dengan hubungan ini," jelas Rama membuat Vika bingung. Pikirnya, kenapa tidak mudah? Apakah keluarganya akan menantang hubungan ini? Tapi kenapa? Apa alasannya?

__ADS_1


Vika benar-benar tidak mengerti apa yang di maksudkan Rama, karena ia memang tidak tahu bahwa kedua keluarga besar itu miliki konflik dari generasi ke generasi, hingga sekarang.


Rama yang melihat wajah bingung Vika mengelus pipi itu, "Kamu akan tahu nanti. Tapi untuk saat ini jangan pikirkan hal itu. Fokuslah pada hati mu agar selalu mencintai ku."


Vika yang mendengar langsung mencubit pinggang itu, hingga membuat Rama merintih kecil. "Kenapa mencubit ku, sayang?"


"Rasain. Seharusnya bukan aku saja yang harus fokus pada hati ku. Kamu pun juga sama, harus fokus pada hati mu agar selalu mencintai ku," jawab Vika langsung mendapatkan ciuman singkat di bibir.


"Kamu tidak usah khawatir sayang. Aku akan selalu mencintai mu, jadi jangan ragukan hati ku ini."


"Baiklah, akan ku pegang kata-kata mu yang akan selalu mencintai ku."


"I love you," ucap Rama membuat jantung dan hati Vila meleleh layaknya margarin yang terkena wajan panas.


Vika melepas pelukan itu dan pergi meninggalkan Rama yang di tempat. Ia nampak malu dengan kata cinta itu. Dadanya berdetak tak karuan. Sedangkan Rama yang di tinggal hanya tersenyum, sambil menatap kepergian Vika yang masuk dalam kontrakan.


"Siapapun yang menghalangi hubungan kita, aku akan melawannya. Walaupun itu keluarga ku sendiri," gumam Rama dan masuk ke dalam mobil, pergi dari tempat itu.


Sedangkan orang yang mengintai mereka, juga pergi dan akan melaporkan apa yang di lihatnya serta alamat dimana nona mudanya berada kepada tuan besarnya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2