Cinta Diantara Perselisihan Dua Keluarga (Cinta Rama Dan Vika)

Cinta Diantara Perselisihan Dua Keluarga (Cinta Rama Dan Vika)
BAB 6. Bros Berinisial A


__ADS_3

Setelah itu, Rama dan Vika pergi dari tempat itu dengan berjalan tertatih dengan lutut tergores dan memegang siku yang juga tergores karena terkena jalan aspal. Sedangkan Arjuna masih diam di tempat dengan mata terus menatap mereka berdua. Zay yang berada di sampingnya membuatkan lamunan nya, saat memanggil dirinya.


"Tuan," panggil Zay dan Arjuna pun langsung menoleh.


"Ayo kita pergi."


"Baik tuan," jawab Zay mengangguk. 


Arjuna berjalan lebih dulu, sedangkan Zay mengekor di belakangnya. Namun saat melihat kesamping, matanya melihat sesuatu yang bersinar saat terkena cahaya matahari. Keningnya mengerut dan ia pun langsung mengambilnya. Ternyata itu adalah sebuah bros mewah berinisial 'A'.


Zay yang sangat mengenal bros itu tentu saja terkejut. Pikirnya kenapa bros itu ada disini? Bukankah bros itu hilang saat bersama wanita itu? Zay pun langsung berlari kecil menghampiri tuannya untuk menunjukkan bros yang dia temukan.


"Tuan," panggil Zay membuat Arjuna langsung berhenti, membalikkan tubuh dan menatap asistennya itu.


"Ada apa?" Tanya Arjuna mengerutkan kening. Bertanya, kenapa asistennya menghentikan langkahnya.


"Ini tuan. Coba anda lihat," tunjuknya pada Bros yang di temukannya. 


Arjuna yang melihat tentu saja terkejut dengan Bros yang ada di tangan asistennya itu. Dengan cepat ia mengambilnya, dan di lihatnya dengan seksama Bros yang kini ada di tangannya. 


"Ini," ucapnya mengenal bros itu. Bros miliknya yang telah hilang beberapa tahun yang lalu. Bros turun temurun dari keluarganya, Arendra. 


"Benar tuan. Ini Bros milik anda," jawab Zay dan membuat Arjuna menatap Zay.


"Dari mana kamu mendapatkan nya?" Tanya Arjuna penasaran.


"Saya menemukannya disana tuan," tunjuknya pada tempat dimana dia menemukan Bros itu.

__ADS_1


Arjuna yang melihat arah tunjuk Zay, bingung. Bagaimana bisa Bros itu ada di jalanan. "Benarkah kamu menemukannya di sana?" Tanya Arjuna memastikan.


"Benar tuan, saya menemukannya setelah anda pergi tadi," jawab Zay menjelaskan.


Arjuna diam, berpikir. Menurutnya itu sangat aneh. Dirinya sudah kehilangan Bros itu cukup lama dan kini menemukannya lagi setelah menolong kedua anak kecil tadi. Lama berpikir, Arjuna menatap Zay, berpikir mungkinkah dua anak tadi yang membawa Bros miliknya.


'Zay, apa kamu berpikir sama dengan ku?" Tanya Arjuna dan langsung di angguki Zay.


"Iya tuan. Mungkin kedua anak itu yang membawa Bros ini. Tapi bagaimana bisa mereka memiliki ini? Atau mereka berdua___," ucap Zay tidak meneruskan ucapannya.


Arjuna yang mengerti langsung memerintah Zay untuk mencari keberadaan dua anak yang di tolongnya tadi. Dan Zay pun langsung mengangguk. Setelah itu mereka masuk mencari keberadaan dua anak itu yang mungkin saja belum jauh dari mereka.


Cukup lama mereka mencari, mereka akhirnya menemukan dua anak itu yang saat ini sedang duduk di pinggir jalan.


Rama dan Vika sedang istirahat karena lelah berjalan. Arjuna dan Zay yang melihat langsung turun dari mobil menghampiri mereka berdua. 


Rama dan Vika yang melihat langsung mendongak, menatap Zay dan Arjuna yang melihat ke arah mereka.


"Apa kalian mengenal bros ini?" Tanya Arjuna ingin tahu apakah mereka yang memiliki Bros miliknya.


Rama diam melihat Bros itu berada dalam tangan Arjuna. Sedangkan Vika menatap kearah Rama karena ia tahu milik siapa Bros itu.


"Kak."


Rama menatap Arjuna, "Itu punya saya tuan," jawab Rama membuat Arjuna diam, menatap anak laki-laki di depannya.


"Punya mu?" Tanyanya dan di angguki Rama. Arjuna beralih menatap Vika. Rama yang melihat langsung menjawab siapa Vika baginya.

__ADS_1


"Dia Vika, adik ku," jawab Rama. Namun Arjuna tidak semudah itu percaya dengan ucapan Rama bahwa Vika adik kandung Rama.


Arjuna melirik Zay, dan Zay pun mengerti arti tatapan itu. Ia mengangguk dan setelah itu berkata kepada Rama. "Maukah kalian ikut dengan kami? Sepertinya kalian lapar. Kami akan mengajak kalian berdua makan siang," ajaknya duduk di depan Rama dan Vika. 


Rama yang memiliki pemikiran dewasa diam. Berpikir sambil menatap Zay dan Arjuna begitu waspada dengan dua pria yang ada di depannya. Zay yang tahu akan kekhawatiran Rama berkata, "Jangan takut. Kami sama sekali tidak memiliki niat buruk dengan kalian. Kami hanya ingin makan siang bersama kalian. Tapi jika kalian menolak, tuan saya tidak akan memberikan Bros itu kembali kepada mu," ancamnya dengan nada lembut agar Rama dan Vika tidak takut.


Rama yang mendengar ancaman itu menatap tajam. Pikirnya siapa mereka berani mengancamnya dengan barang peninggalan ibunya. "Jangan mengancam saya, tuan. Walaupun saya kecil saya tidak takut dengan anda. Dan untuk Bros itu, itu milik saya. Jadi jangan harap anda mengancam saya dengan Bros milik ayah saya," jawab Rama dengan berani tanpa rasa takut. 


Arjuna yang melihat keberanian Rama tentu saja tersenyum kecil. Ia yakin bahwa anak laki-laki di depannya itu adalah putranya, karena menurutnya sifat itu sangat cocok dengan karakter keluarga Arendra, berani dan cerdas.


"Aku yakin dia adalah putra ku," ucapnya dalam hati meneliti wajah Rama yang hampir sama dengan nya. Namun tiba-tiba dia terbesit wajah wanita itu. Ia berpikir, jika putranya berada di jalanan, lalu dimana ibu nya? Karena rasa penasarannya, Arjuna langsung saja menarik tangan Rama tanpa meminta persetujuan dari Rama sendiri.


"Apa yang anda lakukan?" Tanyanya dengan wajah dingin, memberontak mencoba lepas dari cekalan Arjuna. Arjuna yang di tanya hanya diam, ia malah menggendong Rama dan memberi kode pada Zay juga membawa Vika.


Rama yang berada dalam gendongan memukul Arjuna agar menurunkannya. "Lepaskan saya." Pintanya masih meronta.


Arjuna hanya diam, tidak peduli dengan perintah itu. Ia membawa Rama masuk kedalam mobil. Sedangkan Zay juga sama, menggendong paksa Vika dan membawanya masuk kedalam mobil.


"Lepaskan saya!"


"Diamlah!" Perintah Arjuna dengan nada dingin. "Jalan," perintahnya pada Zay agar menjalankan mobilnya. 


"Baik tuan," jawab Zay tidak memperdulikan Rama dan Vika yang terus berteriak minta di lepaskan. Mereka terus membawa Rama ke suatu tempat, tempat dimana Arjuna akan mengetahui siapa mereka berdua baginya.


Cukup lama mereka berkendara. Kini mereka sampai di depan rumah sakit sahabat Arjuna. Arjuna yang ada di dalam mobil menatap Rama yang bersedekap dada di di sampingnya dengan wajah dinginnya. Rama tahu jika Arjuna tidak memiliki niat buruk padanya. Oleh sebab itu ia tidak perlu khawatir tentang dirinya dan adiknya.


"Ikut aku, dan bersikaplah dengan baik. Maka aku akan mengembalikan ini pada mu," tunjuknya pada Bros berinisial 'A'.

__ADS_1


Rama diam, menatap sengit pada pria dewasa di depannya. Namun setelah ia berpikir, tidak mungkin dia bisa melawan pria dewasa di depannya ini. Karena ia tahu pasti Arjuna adalah orang yang memiliki kuasa tinggi karena aura yang di pancarkan pria dewasa itu.


Bersambung


__ADS_2