Cinta Diantara Perselisihan Dua Keluarga (Cinta Rama Dan Vika)

Cinta Diantara Perselisihan Dua Keluarga (Cinta Rama Dan Vika)
BAB 7. Hasil Tes DNA


__ADS_3

Setelah masuk kedalam rumah sakit itu, Arjuna menghubungi seseorang yang tak lain adalah sahabatnya.


"Tumben kamu datang kemari?" Tanya Gio pemilik rumah sakit.


"Aku ingin meminta bantuan mu untuk melakukan tes DNA," liriknya pada Vika dan Rama.


Rama yang mendengar mengerutkan kening. "Tes DNA? Untuk apa?" Pikirnya dalam hati.


Gio yang melihat lirikan itu, menatap Rama dan Vika. Namun saat melihat salah seorang dari dua anak itu, dia diam. Tahu maksud permintaan itu. "Baiklah, akan ku lakukan. Berikan masing-masing dari rambut kalian. Aku akan melakukan tes DNA itu," jawab Gio dan langsung di lakukan Zay, mengambil rambut milik Rama dan Vika. Sedangkan Arjuna, mengambil rambutnya sendiri.


"Ini tuan," serah Zay pada Gio. Gio mengambilnya dan menyimpannya. Ia menatap Arjuna ingin mencari tahu tentang semuanya yang tidak dia ketahui.


Arjuna yang melihat wajah keingintahuan Gio, memerintah Zay untuk keluar membawa Rama dan Vika makan siang lebih dulu. Sedangkan dirinya akan berbicara berdua dengan Gio, sang kepo.


Setelah Zay pergi bersama dua anak itu, gio langsung duduk di samping Arjuna, bertanya tentang apa yang ingin dia ketahui. "Katakan! Apakah kamu pernah bercinta dengan seseorang hingga melahirkan seorang anak?"


"Itu semua akan tahu, apakah aku benar-benar memiliki anak atau tidak setelah hasil itu keluar," jawab Arjuna menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Jadi kamu benar-benar pernah bercinta dengan seorang wanita?" Tanya lagi memastikan. 


"Em," jawabnya memejamkan mata, mengingat wajah wanita pada malam itu.


Gio yang mendengar menganggukkan kepala. Setelah itu bertanya, "Kapan?"


"9 tahun yang lalu," jawab Arjuna masih dengan mata terpejam.


Gio diam. Berpikir, bukankah itu sudah sangat lama. Namun kenapa baru sekarang melakukan tes DNA? Atau mungkin mereka hanya menghabiskan satu malam saja dan setelah itu mereka tidak bertemu kembali? Gio ingin bertanya lagi untuk menjawab rasa penasaran lagi. Namun sebelum itu terjadi, Arjuna sudah menjawab apa yang ingin diketahui Gio.

__ADS_1


"Aku hanya sekali melakukan itu dengan nya. Dan aku pun tidak mengenalnya karena setelah kejadian itu aku langsung pergi meninggalkan wanita itu. Tanpa tahu siapa dan dimana tempat tinggalnya."


Gio yang mendengar hanya diam, tidak bisa berkata apa-apa lagi. "Lalu bagaimana kamu tahu jika anak itu anak mu?"


"Aku menemukan Bros milik ku yang ternyata adalah milik anak laki-laki itu. Dia berkata bahwa itu milik ayahnya," jawab Arjuna.


"Apa anakmu kembar?" Tanyanya karena melihat Rama dan Vika.


"Aku tidak tahu. Makanya aku meminta mu untuk melakukan tes DNA itu agar aku tahu, apakah mereka berdua anak ku atau bukan."


"Baiklah, tunggu beberapa hari lagi maka hasilnya akan keluar.  Jika hasilnya keluar aku akan menghubungi mu," jawabnya dan di angguki Arjuna.


Setelah obrolan itu selesai, Arjuna meminta Gio untuk mengantarkan nya ke restoran dimana Zay dan dua anak itu berada.


Sesampainya di restoran, Gio langsung kembali ke rumah sakit dan meninggalkan Arjuna. Melihat Gio yang telah pergi, Arjuna langsung masuk ke dalam restoran, mencari keberadaan mereka berada. Setelah menghubungi Zay, menanyakan keberadaan mereka, Arjuna pun menuju tempat itu. Dan kini duduk bersama dengan mereka.


.


.


Tak terasa hari dimana yang di tunggu Arjuna telah tiba. Dimana ia akan mengetahui apakah Rama dan Vika adalah anak kandungnya atau bukan. Saat ini dia ada di rumah sakit tanpa Zay, Rama maupun Vika. Ia datang sendiri untuk melihat hasilnya dengan di temani Gio yang memegang amplop di tangan nya, hasil tes DNA Arjuna, Rama dan Vika.


"Bukalah," perintah Gio sambil menyerahkan amplop itu pada Arjuna. 


Arjuna langsung mengambil dan membuka amplop itu, membaca isi kertas hasil tes DNA itu. Matanya bergerak sesuai tulisan yang di bacanya di hasil tes DNa dirinya dan Rama.


Deg, 

__ADS_1


Jantungnya seakan berhenti saat membaca hasil itu. Mengatakan jika dirinya 99, 9% adalah ayah biologis Rama. Melihat itu tentu saja Arjuna sangat senang. Dan dengan cepat ia beralih ke amplop satunya, membaca isi dari kertas itu. Dan ternyata hasilnya adalah 99,9% bukan ayah biologis Vika.


Membaca itu Arjuna diam. "Berarti gadis itu bukanlah anak ku. Dan anak ku hanya anak laki-laki bernama Rama itu," gumamnya dalam hati.


Gio yang melihat Arjuna diam, langsung mengambil kertas hasil tes DNA itu dan membacanya. Setelah membaca kedua hasil keterangan itu, Gio meletakkan kertas itu di atas meja. 


"Ternyata anak laki-laki itu benar-benar anak mu. Aku sudah menebak saat melihat wajah anak itu, wajah yang memiliki kemiripan dengan mu."


"Em," jawab Arjuna masih dengan pemikirannya.


"Lalu setelah kau tahu, apa yang akan kau lakukan? Mereka berdua bukanlah saudara kandung. Apakah kau akan membawa mereka berdua ke keluarga mu?" Tanya Gio ingin tahu jawaban Arjuna.


"Aku akan membawanya ke keluarga ku, karena bagaimana pun dia adalah anak ku. Tapi untuk gadis kecil itu seperti nya tidak bisa. Karena kamu tahu sendiri gimana keluarga ku yang melarang keras jika bukan anggota keluarga maka tidak boleh masuk kedalam keluarga Arendra," jelas Arjuna


"Tapi bukankah itu akan kasihan pada gadis kecil itu jika Rama kamu bawa pergi?"


"Aku tahu itu. Tapi jika aku tetap bersikeras, maka itu juga tidak akan baik untuknya," jawab Arjuna menyandarkan kepalanya, mengusap rambutnya dengan kasar. Ia tahu, jika itu terjadi pasti gadis itu akan mati di tangan keluarganya. Tapi jika tidak, Rama pasti akan memusuhinya selamanya. 


Hah…. Arjuna menghela nafasnya, bingung. Apa yang harus dia lakukan. Namun cukup lama ia berpikir keras, akhirnya tega tidak tega Arjuna akan memisahkan keduanya dengan paksa. 


Arjuna akan meminta Gio untuk mengurus gadis kecil itu. Dan dengan memaksanya Arjuna tidak mengizinkan Gio menolak permintaannya. "Aku akan membawa Rama dan aku meminta mu untuk merawat gadis itu. Mau tidak mau, kau harus mau."


Gio yang mendengar tentu saja terkejut dengan permintaan pemaksaan itu. Apa-apaan itu pikirnya. Bisa-bisa nya temannya itu memaksanya merawat anak kecil yang yang tidak memiliki ikatan sama sekali dengannya. "Apa kau gila?"


"Tidak! Ini demi putra ku. Ku harap kau tidak menolak. Dan jika sampai kau menolak aku akan meratakan rumah sakit mu ini," ancamnya membuat Gio menelan ludah. Ia tahu siapa Arjuna itu, anak dari seorang Pria berdarah dingin.


Dan akhirnya mau tidak mau, Gio pun menyetujui permintaan itu.

__ADS_1


__ADS_2