
Rama yang mencari cara agar bisa bertemu dengan Vika, akhirnya memiliki cara. Ia akan menyamar menjadi orang lain, melamar pekerjaan di keluarga Madison. Rama mengatakan rencananya kepada Tony. Dan memintanya membantunya untuk menjalankan rencananya..
"Ton cari tahu, apakah Keluarga Madison membutuhkan pekerja. Jika ada aku ingin melamarnya," perintahnya dan langsung di angguki Tony.
"Baik tuan," jawabnya dan langsung menghubungi anak buahnya, mencari tahu apakah keluarga Madison mencari seorang pekerja.
Setelah menunggu beberapa menit, anak buah Tony pun mengabarkan jika keluarga Madison sedang mencari seorang supir pribadi untuk Nona mudanya. Namun supir itu harus memenuhi kriteria Harry. Muda, cekatan, dapat di percaya. Dan yang terakhir, pandai berkelahi.
Mendengar itu, senyum terbit di bibir Rama. Sungguh sebuah kebetulan. "Baiklah, kita mulai hari ini," gumamnya ingin segera menjalankan rencananya.
Di kediaman Madison, Harry sedang berada di kamar Vika. Memberitahukan kepada putrinya, bahwa hari ini akan ada banyak pelamar untuk mencalonkan menjadi supir pribadi. Mendengar itu, Vika !tentu saja tidak mau. Dia tidak ingin di kawal oleh siapapun. Karena ia tahu, semuanya pasti adalah orang di minta ayahnya untuk memata-matainya.
Harry yang tiba-tiba mencarikan calon supir pribadi, karena Vika terus saja merajuk dan marah padanya akibat larangannya keluar dari rumah, akhirnya dengan terpaksa mencarikan seseorang untuk menemani putrinya saat keluar.
Sebenarnya Harry bisa saja memerintahkan anak buahnya untuk menjadi supir pribadi, tapi Vika selalu menolak karena tahu itu adalah anak buah ayahnya. Oleh sebab itu dengan terpaksa harus mencari kan orang lain, namun tetap masih dengan pengawasan darinya.
"Bukankah kamu ingin keluar dari rumah?"
"Benar aku ingin keluar, tapi tidak dengan orangnya Papa. Aku tahu walaupun papa mencarikan ku supir dari luar, tapi mereka tetap akan menjadi mata-mata untuk mengawasi ku."
"Mau atau tidak, itu urusan mu. Jika kamu menolak, papa tidak akan mencarikannya dan kamu sama sekali tidak boleh keluar dari rumah. Sekarang terserah diri mu mau menerimanya atau tidak."
Vika diam, ia sudah bosan berada di rumah. Ingin keluar melihat keramaian. Demi tidak ingin jenuh, akhirnya Vika pun menerima itu, menerima supir baru yang akan di Carikan oleh ayahnya lewat seleksi hari ini.
__ADS_1
Di tempat Rama berada, saat ini Rama sedang mendandani dirinya agar tidak di ketahui. Ia merubah penampilannya menjadi pria berkacamata dengan kumis tipis serta memakai softlens di matanya agar Harry tidak mengenalinya.
Merasa cukup sempurna, Rama keluar sendiri dari kantornya tanpa Tony mendampingi. Ia tahu jika sampai Tony mengikuti nya, anak buah ayahnya pasti tahu bahwa itu adalah dirinya. Ia tidak ingin rencana nya gagal karena anak buah ayahnya mengetahuinya jika dirinya menyamar untuk masuk kekeluarga Madison.
Demi kemulusan rencananya untuk bisa bertemu dengan Vika, ia harus menjadi dua orang berbeda. Dan semoga saja dirinya tidak di ketahui oleh ayah dan calon mertuanya.
Rama berjalan dengan santai, senatural mungkin agar anak buah ayahnya tidak mencurigainya yang saat ini sedang melamar.
Rama berjalan pergi menuju mobil biasa yang di sediakan oleh Tony, dan Rama pun masuk, pergi dengan senyuman yang mengambang di bibirnya.
"Baiklah, kita mulai rencananya," gumamnya dengan semangat.
Rama menyalakan mobil dan melajukan nya, meningalkan kantor itu menuju kediaman Madison.
Cukup lama berkendara, Rama akhirnya sampai di depan kediaman keluarga Madison. Saat sampai dirinya melihat banyak orang yang melamar pekerjaan menjadi supir Nona Muda keluarga Madison. Diantara banyak dari mereka, semua nya memiliki tubuh kekar, tinggi dan wajah sangar. Sungguh cocok untuk menjadi bodyguard Putri satu-satunya keluarga Madison. Namun Rama yang melihat tidak akan membiarkan mereka berhasil, ia akan mengalahkan mereka dan menjadikan dirinya satu-satunya peserta yang akan menjadi supir pribadi Vika, adiknya.
Seorang penjaga yang melihat kedatangan Rama langsung menyambut nya, membawanya ke tempat semua para peserta berada.
Tuan,"
Namun sebelum Rama di bawa masuk oleh mereka, terlebih dahulu tubuh Rama di periksa, apakah aman tau tidak. Setelah dipastikan aman dan tidak membawa senjata berbahaya, Rama langsung di bawa oleh mereka ke tempat pendaftaran para calon yang mencalonkan dirinya menjadi supir pribadi.
Sebelum itu Rama menyerahkan map berisi data dirinya yang sudah di palsukan oleh Tony. Dan anak buah Harry yang membaca itu langsung mempersilahkan Rama untuk ketempat duduk yang sudah di sediakan, menunggu giliran.
__ADS_1
Cukup lama menunggu gilirannya di panggil, Rama mengotak-atik ponselnya, mencoba menghubungi Vika, berharap nomor ponsel itu aktif. Namun lagi-lagi saat dirinya menghubungi, nomor Vika masih saja tetap tidak aktif.
"Kenapa masih saja tidak aktif?" kesalnya karena tidak bisa menghubungi dan mengatakan bahwa dirinya ada di sana mencalonkan diri. Ia berharap jika Vika tahu, Vika akan langsung memilihnya. Namun jika seperti ini, susah di hubungi. Takut nya, Vika akan memilih pria lain selain dirinya. Dan entah kenapa kepercayaan dirinya tiba-tiba menghilang, insecure dengan perserta lain.
"Sial, bisa-bisa nya aku memiliki perasaan ini."
Dua jam kemudian, kini akhirnya giliran rama. Dan saat dirinya di panggil, ia langsung segera maju, masuk ke sebuah ruangan dimana Vika dan Harry ada di ruangan itu.
Saat masuk kedalam ruangan itu, matanya langsung melihat ke arah Vika yang duduk malas di kursi. Rama yang melihat tersenyum kecil, ia tahu pasti Vika sangat jenuh dengan acara ini.
Harry yang melihat penampilan Rama, menatap dari atas hingga bawah. Menilai penampilan dan postur tubuh Rama.
"Sepertinya calon yang ini sangat aneh, wajahnya yang culun apa mungkin sanggup mengalahkan mereka?" gumamnya dan langsung membuat Vika menatap depan.
Keningnya berkerut saat menatap Rama, ia menatap dengan intens. Seperti kenal, tapi siapa? Pikirnya.
"Aku seperti tidak asing dengan mata itu? Tapi siapa?" batinnya berpikir.
Rama yang memakai Softlens membuat Vika tidak dapat mengenali. Dan itu tentu saja membuat Rama kecewa, karena Vika tidak langsung mengenali walaupun dirinya berubah tampilan.
"Apakah penyamaran ku begitu sempurna sampai-sampai Vika tidak dapat mengenali ku?" pikirnya bangga karena akhirnya dia berhasil mengelabuhi semuanya, terutama Harry Madison.
Bersambung
__ADS_1