
Happy Reading ^^
-----------------------------------------------------
Selesai makan Tira duduk di sofa ruang keluarga. Dia tidak bisa memejamkan matanya lagi. Dinyalakan TV untuk menemaninya hingga pagi hari. Harry yang dari dapur, membersihkan apa yang telah dimakan, menyusul Tira di depan TV. Harry duduk di samping Tira.
“Tidak bisa tidur?” Tanya Harry.
“Iya, kebiasaan saat kuliah. Aku akan terjaga hingga pagi.”
“Aku ingin membicarakan hal penting denganmu, tidak apa kan sayang?”
“Tak penting pun aku akan mendengarkannya.”
“Tapi sebelumnya, aku ingin kamu duduk disini.” Kata Harry sambil menepuk pahanya.
“Hah? Enak saja, aku tidak mau.”
“Tidak mau ya? Sampai hitungan ke tiga jika masih tidak mau kamu akan mendapat hukuman.”
“Tiba-tiba? Memang apa hukumannya?”
“Satu…”
“Katakana pa hukumannya, Harry!”
“Dua…”
Tira tidak mau menerima hukuman yang diberikan Harry, walau dia tidak tahu apa yang akan diterimanya. Langsung dia duduk di paha Harry, menghadapkan wajahnya sangat dekat dengan Harry.
“Begini lebih baik kan sayang” Kata Harry melingkarkan lengannya ke pinggang Tira.
“Hal penting apa yang akan kamu bicarakan?”
Tangan Harry meraih tengkuk Tira. Menuntunnya hingga menyentuh bibir Harry. Ciuman lembut yang diberikan Harry membuat Tira terbuai. Terdengar kecipak hasil dari aduan kedua mulut itu. Harry menghentikan ciuman itu duluan.
“Aku sangat mencintaimu Tira.”
“Aku…aku juga.”
“Kamu masih ragu sayang. Apa cintaku masih kurang?”
__ADS_1
“Bukan itu. Hmmm, hanya masih bingung dengan perasaanku.”
“Jawab pertanyaanku. Apa saat didekatku kamu merasa sakit di dada?”
Tira mengangguk.
“Apa saat aku memelukmu ada perasaan aneh di hatimu?”
Tira mengangguk lagi.
“Lalu saat aku menciummu ada sesuatu yang menggelitik di dadamu?”
“Semua benar. Setiap aku didekatmu ada perasaan aneh. Aku ingin mendekatimu tapi malu juga takut. Saat kamu meninggalkanku, aku sedih. Padahal jika berpisah dengan temanku tidak seperti ini. Apa aku sakit, Ry?”
Harry gemas dengan penuturan jujur Tira. Dikecup lagi bibir Tira. Mungkin ini kan candu bagi Harry.
“Tidak sama sekali. Aku juga merasakan hal yang sama saat didekatmu sayang.”
“Syukurlah. Lalu kenapa bisa begitu?”
“Ingat perkataanku awal tadi?”
“Kamu mencintaiku.”
“Aku men…” Tira menutup mulutnya.
“Jika belum siap juga tidak apa-apa. Aku akan terus membuatmu mencintaiku.” Diusapnya kepala Tira oleh Harry. Dia tau kalau ini terlalu cepat bagi Tira memikirkan tentang perasaan.
“Aku juga mencintaimu Harry.”
“Benarkah? Coba ulangi sayang.”
“Aku menyayangimu Harry. Maaf aku terlambat untuk menyadarinya.”
“Tidak sayang, tidak sama sekali. Kamu satu-satunya untukku, jadi tidak ada kata terlambat. Sampai kapanpun aku akan menunggumu.”
“Tukang gombal.” Kata Tira sambil memeluk Harry untuk menyembunyikan wajah memerahnya.
“Itu fakta Tira sayang, aku hanya membutuhkanmu untuk hidupku.”
“Aku juga Harry. Perhatian darimu membuatku nyaman. Aku hanya ingin kamu.”
__ADS_1
“Aku juga sayang, hanya dirimu yang ku cinta.” Harry mengelus punggung Tira.
“Terima kasih telah mencintaiku, Harry.”
“Terima kasih juga telah datang di hidupku sayang. Aku akan selalu ada untukmu.”
Terdengar dengkuran halus dari Tira. Harry menggendongnya ke kamarnya. Menidurkannya dengan pelan. Harry juga merebahkan diri di dekat Tira, memeluk Tira yang tertidur.
Tira membuka matanya. Harry yang di depannya masih tidur dengan memeluknya. Dia melihat wajah Harry dengan teliti. Dari rambutnya, dahi, hidung hingga bibir yang sering menciumnya. Tidak lama Harry pun bangun.
“Aku tahu aku tampan, jadi jangan menatapku terlalu lama.” Kata Harry.
“Ti…Tidak aku hanya…” Wajah Tira memerah. Harry tahu apa yang dikatakannya membuat Tira gugup.
Cup
“Wajahmu sudah mengatakan yang sebenarnya. Jadi tidak ada gunanya untuk mengelak sayang.”
“Hum, terlalu kepedean.” Tira beranjak dari tempat tidur. Tapi tubuhnya ditahan Harry.
“Morning kiss ku mana?”
“Tadi kan sudah.”
“Itu kan beda.”
“Lepaskan aku dulu, aku mau membuat sarapan. Kamu juga bakal terlambat ke kantor.”
“Tidak akan kulepas sayang sebelum aku mendapatkannya. Lagian aku CEO nya, aku tidak berangkat pun tidak masalah.”
Tira sudah jengah dengan drama ciuman pagi hari. Diapun mengakhirinya.
Cup
Tira mencium Harry duluan. Tidak ingin mensia-siakan momen, Harry menahan tengkuk Tira. Tapi langsung dilepaskannya karena Tira mendorongnya.
-----------------------------------------------------
Penasaran kelanjutannya?
__ADS_1
Jangan lupa vote dan Love karyaku
Jika ada saran bisa tulis di comment yaa ^^ aku menantikan masukan dari kalian <3 <3