Cinta Gadis Gila

Cinta Gadis Gila
09


__ADS_3

Happy Reading ^^


-----------------------------------------------------


Tira POV


Lagi-lagi aku tidak tahu kenapa melakukan ini. Menahan Harry agar tidak pergi bukan hal biasa untukku. Apa aku sudah tidak bisa jauh darinya. Kuakui sikap hangat saat menolongku tadi malam terasa sangat tulus. Dan sekarang aku merasa sedih saat ditinggalkan.


Daripada memikirkan hal itu, aku ingin tahu apa saja yang ada di rumah atau lebih tepatnya villa keluarga Wijaya. Aku menemui bibi Sari untuk memintanya menemaniku berkeliling. Ada ruang yang mungkin bisa menghilangkan kebosananku. Ruang baca yang luas dengan banyak koleksinya. Kebanyakan buku tentang bisnis, tapi banyak juga novel dan buku ensiklopedia yang tersimpan. Aku membaca beberapa buku di tempat berbaring dekat jendela. Sangat sejuk dan tenang hingga tak terasa aku tertidur.


Author POV


Siang menjelang sore Harry baru kembali dari perusahaannnya. Terlihat sedikit tergesa mencari Tira. Dari arahan bibi Sari dia menuju ke ruang baca. Dilihatnya Tira tertidur sambil memeluk salah satu buku. Harry mendekat perlahan agar tidak membangunkannya. Saat sudah sangat dekat Tira terbangun.


“Kau sudah pulang.” Kata Tira.


“Iya baru saja, apa yang kamu baca sayang?” Kata Harry.


“Hanya beberapa buku novel agar tidak bosan. Apa kau sudah makan?”


“Belum, aku sengaja ingin makan bersamamu. Aku tahu kamu belum makan.”


“Iya, dari tadi aku disini setelah berkeliling Villa ini. Dan sekarang aku lapar, ayo kita makan.”


“Tapi sebelumnya aku ingin bertanya tentang tadi malam. Apa yang kamu pikirjan hingga melakukan hal itu?”


“Ah iya aku sudah berjanji untuk menceritakannya. Begini, waktu kecil aku selalu dekat dengan ibuku. Jadi apapun yang dilakukannya selalu kutiru. Dan ibuku sering melakukan hal semacam yang kulakukan kemarin seperti menyayat dirinya sendri, atau menabrakkan tubuhnya ke lemari atau tembok. Ibuku melakukannya saat ayah pergi sehingga dia tidak bisa melihatnya terluka.


Pada suatu saat aku masuk saat ibuku sudah memegang pisau. Lalu dia berkata padaku jika melakukan kesalahan segeralah hukum dirimu sendiri agar tidak merasa menyesal. Tapi ibu tidak pernah menyakitiku. Setelah ibuku meninggal aku dibawa ayahku ke rumah baru dengan ibuku yang sekarang. Untuk memegang pisau atau benda tajam pertama saat aku di asrama. Pertama memang sakit tapi membuatku ketagihan.”

__ADS_1


“Katamu kamu melakukan hal itu setelah melakukan kesalahan, lalu kesalahan pertamamu apa?”


“Aku menghilangkan pensil teman sebangkuku. Dia bilang tidak apa tapi aku sangat menyesal. Lalu untuk menghapus perasaan itu aku melakukannya.”


“Terus kesalahan apa yang yang kau lakukan kemarin?”


“Ehmm, aku merepotkan banyak orang termasuk kamu. Juga membuatmu kerepotan karena sifatku. Aku tidak bisa mengungkapkannya jadi aku menyakiti diriku untuk kompensasiku telah menyakiti kamu.”


“Tatap mataku Tira! Kamu tidak merepotkanku, oke. Untuk masa lalu dan kebiasaanmu itu bisa kamu kurangi? Itu membuatku khawatir. Aku akan membantumu untuk menghentikan menyakiti dirimu sendiri. Kamu percaya padaku sayang?”


Tira mengangguk lalu menangis. Harry sigap memeluk tubuh kecil wanitanya yang rapuh. Dia tidak membayangkan apa yang sudah dilalui Tira sangat berat. Dia berjanji akan terus menjaga dan menyayanginya.


Tira merasakan pelukan hangat itu lagi. Dia merasa tidak ingin melepaskannya. Harry adalah orang pertama yang mengetahui kebiasaan anehnya. Dan dia mulai merasa nyaman dengan semua perlakuan Harry terhadapnya.


Setelah acara curhat dadakan itu, mereka turun kebawah untuk makan siang. Kali ini Tira lebih banyak tersenyum. Dia mulai berbicara kehidupan asramanya, begitupun Harry. Dia juga menceritakan masa sekolahnya.


“Malam nanti bersiaplah, aku sudah menyiapkan gaun untukmu.”


“Nanti kamu pasti tau, jangan lupa berdandanlah.”


-00-


Tira sudah cantik dengan dandanan natural. Gaun merah marun sangat cocok dengan kulitnya yang putih. Harry menjemput Tira di kamarnya. Tidak berhenti Harry menatap wanitanya. Setelah selesai mereka masuk mobil. Betapa kagetnya Tira saat tahu mobil yang ditumpanginya melewati rute menuju rumahnya.


“Kita mau ke rumahku?” Kata Tira.


“Iya. Apa kamu senang?” Kata Harry.


“Pasti, aku sudah kangen sama ayah ibu.”

__ADS_1


“Syukurlah.”


“Apa ke rumah untuk mengambil baju?”


“Ide yang bagus, sekalian semua barangmu di rumah dipindah ke kamarmu sekarang. Tapi tujuan utamaku bukan itu.”


“Hah? Terus?”


“Nanti kamu tahu sayang.”


Setelah memasuki rumah, Tira terkejut dengan kehadiran orang tua Harry.


“Halo Tira sayang, apa kamu bersenang-senang dengan Harry?” Kata Nyonya Wijaya.


“Eh, iya tante.” Jawab Tira.


“Kok tante? Panggil mama oke?”


“Iya m-ma.”


“Bagaimana kita makan malam dulu, lalu membicarakan pernikahan putri-putra kita?” Tawar Pak Bagas.


“Baik, kalian juga lapar kan? Perjalanan ke sini lumayan lama.” Kata Tuan Wijaya.


Suasana makan malam lebih hidup dari yang sebelumnya. Tira banyak tersenyum walau belum banyak bicara. Dia lebih menerima keadaannya yang sekarang. Kepribadian asli Tira yang memang supel –kecuali untuk beberapa orang– mempermudah perjodohan ini. Mertua yang baik dan calon suami yang perhatian membuatnya nyaman. Tira sudah muak dengan hidupnya yang terlalu banyak drama, jadi kali ini tidak ada penolakan yang menyulitkan orang disekitarnya. Itulah katanya saat hal ini terjadi.


-----------------------------------------------------


Penasaran kelanjutannya?

__ADS_1


Jangan lupa vote dan Love karyaku


Jika ada saran bisa tulis di comment yaa ^^ aku menantikan masukan dari kalian <3 <3


__ADS_2