Cinta Gadis Gila

Cinta Gadis Gila
15


__ADS_3

Happy Reading ^^


-----------------------------------------------------


Cindy mengawasi Tira dari jauh melalui mata-matanya. Perkembangan hubungan atasannya dengan calon istrinya makin dekat. Malam setelah menerima paket ‘mengerikan’ itu mereka malah sangat romantis menikmati malam.


“Deo, kamu bisa kerja nggak sih? Beresin cewe satu aja ga bisa!” Bentak Cindy lewat teleponnya.


“Tenang baby, aku sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk tikus kecil itu. Tapi bayarannya juga harus setimpal yaa.”


“Apa lagi?”


“Seperti biasa, hehe.”


“Ya ya. Aku terima laporannya secepatnya.”


“Untuk kali ini aku perlu bantuanmu baby. Bisakah kau mengikuti alurnya?”


“Alur? Maksudmu aku jadi umpan?”


“Temui aku di café OO malam ini.”


-00-


Siang ini Tira menyempurnakan novelnya. Tidak lama pintunya diketuk. Tenyata supir pribadi yang disiapkan Harry jika Tira ingin pergi ke luar.


“Pak Adi, ada apa ya pak?” Tanya Tira.


“Anu non, pak Harry me… menyuruh non Tira makan siang diluar.”


“Loh ga biasanya Harry ngajak aku keluar, juga ga ngubungin aku.”


“Iya non, tadi menyuruh saya agar non Tira bersiap.”


“Iya deh pak, tunggu di bawah ya.”

__ADS_1


Cerobohnya Tira tidak menghubungi Harry. Dia mengira ini kejutan Harry untuknya.


-00-


Di café Tira sudah duduk di kursi sesuai arahan Pak Adi. Bukan Harry yang datang, tapi cewe yang pernah ditemui di kantor Harry.


“Hai Tira, kita bertemu lagi.” Sapa Cindy.


“Hai, ehmm”


“Cindy, aku sekretaris pribadi kantor Harry”


“Eh iya Cindy. Senang bertemu denganmu. Boleh ku tahu apa Harry akan datang?”


“Harry masih sibuk dengan berkasnya. Oiya, lagian ada wanita yang selalu menemaninya. Mungkin dia tidak akan menemuimu untuk sekedar makan siang.”


“Apa maksudmu?”


“Bukannya aku menakutimu, tapi lebih baik kamu mundur untuk jadi istrinya. Karena wanita itu sangat dekat dengannya.”


“Bagaimana kau bisa tahu?”


“Maaf Cindy, aku tidak bisa. Aku sudah menjauh atau meninggalkan Harry.”


“Aku harap kamu melakukannya, karena aku hanya ingin melindungimu. Dia orang yang kuat dan ambisius. Tolong, berhenti mendekati Harry.” Kata Cindy menggenggam tangan Tira.


“Sekali lagi maaf. Permintaanmu tidak bisa kupenuhi. Juga untuk wanita yang kamu sebut tadi aku juga tidak khawatir seberapa dekatnya dengan Harry. Karena aku tahu Harry hanya mencintai 1 orang. Permisi.” Kata Tira melepaskan genggaman Cindy dan keluar café.


Cindy mengetik sesuatu di handphonenya. Mungkin sesuatu yang besar akan terjadi.


-00-


Persiapan pernikahan Harry-Tira sudah 70%. Undangan sudah tersebar dengan tanggal yang berbeda. Mama Fina mempercepat tanggal pernikahannya. Tira tidak masalah, dia masih jadi pengangguran berduit. Harry apalagi, dia pimpinan. Sesuka Harry meninggalkan pekerjaannya, toh orang yang menggantikannya juga kompeten dalam bidangnya. Tidak masalah sama sekali.


Mereka di balkon setelah makan malam. Pekerjaan Harry sudah dilimpahkan pada orang kepercayaannya. Jadilah menjadi malam santai calon suami-istri tersebut.

__ADS_1


“Sayang” Kata Harry memecah kesunyian malam.


“Hmm” Kata tira yang nyaman di dekapan Harry. Kepalanya menyandar cantik di dada bidang Harry. Asal kalian tahu, selain sibuk menjadi CEO Wijaya Group, Harry juga member tetap tempat gym terkenal. Berotot namun tidak berlebihan, masih nyaman untuk dipeluk Tira. Hanya Tira seorang.


“Besok aku ke negara J untuk peresmian cabang kantor baru disana. Mungkin 3 hari lagi pulangnya.”


“Lalu kamu meninggalkanku?” Kata Tira mempout kan bibirnya, semakin imut.


“Ya ampun, jangan membuat ekspresi seperti itu. Aku bisa memangsamu sewaktu-waktu. Untung aku ingat pesan mama.”


“Mama mengatakan apa?”


“Memilikimu seutuhnya saat malam pertama.” Bisik Harry tepat di telinga Tira. Wajah Tira memerah.


“Ya! Mesum! Om Mesum!” Tira memukul dada Harry. Ukuran tangan Tira yang kecil tidak akan menimbulkan rasa sakit di tubuh Harry.


Harry menahan tangan Tira. Didekatkan wajahnya di depan Tira. Ciuman hangat tidak bisa terlewat lagi. Harry memimpin permainan, lidahnya sudah masuk ke bibir Tira. Tapi Tira tidak bisa mengimbanginya. Nafasnya hampir habis. Digoyangkan tubuhnya untuk menghentikan ciuman.


“Tunggu sebentar sayang, aku akan segera melamarmu saat aku kembali.” Harry mengecup dahi Tira.


“Aku selalu menunggumu kembali. Em… makasih sudah menerimaku yang tidak sempurna ini.”


“Iya sayang, aku pun juga. Tidak ada hal yang sempurna di dunia. Tapi kehadiranmu selalu aku syukuri sebagai anugerah yang terindah yang pernah kuterima.”


“Aku akan selalu di sampingmu. Berjanjilah kamu juga melakukan hal yang sama.” Tira menunjukkan jari kelingkingnya.


“Pasti sayang.” Harry mengaitkan kelingkingnya pada jari Tira.


‘Malam yang indah sebelum pesta dimulai’ inner seseorang.


 


-----------------------------------------------------


Penasaran kelanjutannya?

__ADS_1


Jangan lupa vote dan Love karyaku


Jika ada saran bisa tulis di comment yaa ^^ aku menantikan masukan dari kalian <3 <3


__ADS_2