Cinta Gadis Gila

Cinta Gadis Gila
03


__ADS_3

Happy Reading ^^


-----------------------------------------------------


Flashback On


“Apa yang kau lakukan?” Tanya Harry.


“Aku memberi pijatan pada katak ini. Mau mencobanya?” Kata anak itu.


“Apa kau tidak merasa jijik? Katak itu kan sudah mati?”


“Tidak, kan aku hanya memijatnya. Lihatlah, warna merah ini menunjukkan dia senang dipijat.”


“Bukan itu darah! Dia kesakitan jika kau melakukannya terus!”


“Tidak, dia saja tidak mengatakan apapun.” Kata anak itu dengan tenang.


“Terserah kau lah. Oiya siapa namamu? Kenapa kau sendirian disini?”


“Namaku Tira dan aku sedang menunggu jemputankuku. Dan kau siapa?”

__ADS_1


“Aku Harry. Aku juga menunggu papa ku. Kita bisa menunggu di tepi taman, daripada kau terus bermain dengan katak itu. Membuatku jijik.” Kata Harry sambil mengulurkan tangan.


“Aku bermain ini karena bosan. Baiklah, ayo ke sana.” Kata Tira lalu menggandeng tangan Harry.


Namun, sialnya ada bola yang mengarah ke Harry yang sedang menggandeng Tira. Untungnya Harry masih bisa menyeimbangkan badannya, tapi tidak dengan Tira. Jarak yang masih dekat dengan kolam membuatnya jatuh. Karena kepala Tira dulu yang jatuh, tidak terhindarkan benturan antara kepala Tira dengan dasar kolam. Dengan sigap, Harry masuk dalam kolam dan menarik Tira menjauh dari kolam. Harry menepuk-nepuk pipi Tira, namun tidak sadar juga. Darah yang mengalir dari kepala Tira membuat Harry panik. Lalu dia menelepon supirnya untuk segera menjemputnya. Dia tidak berpikir siapa yang salah –dia atau si penendang bola– namun keselamatan anak perempuan yang baru saja dia kenal.


Supir yang Harry panggil sudah tiba dan langsung ke UGD. Orang tua Harry juga sudah tiba setelah mendapat panggilan dari supir. Tuan dan Nyonya wijaya segera menenangkan anaknya yang sangat ketakutan. Harry merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Tira.


Paman Tira sebagai perwakilan dari orang tua Tira yang sedang di luar negeri juga di luar ruang pemeriksaan. Orang tua Harry menjelaskan kronologi kejadiannya. Lalu paman Tira meneruskan info tersebut pada orang tua Tira.


Setelah beberapa saat dokter yang memeriksa Tira sudah keluar. Paman Tira dan dokter tersebut masuk ke ruang konsultasi untuk membicarakan keadaan Tira. Tidak lupa Ayah Tira yang memantau dan menentukan tindakan selanjutnya via telepon.


Setelah keluar dari ruang konsultasi, paman Tira menjelaskan bahwa keponakannya baik-baik saja hanya perlu perawatan intensif hingga sadar. Tuan Wijaya langsung member cek sebagai kompensasi kesalahan anaknya. Tapi paman Tira menolak karena sesuai amanah Ayah Tira yang tidak ingin hutang budi. Akhirnya dengan negosiasi, Tuan Wijaya hanya menanggung biaya rumah sakit. Paman Tira juga mengingatkan untuk tidak menjenguk dan melupakan kejadian ini agar semua pihak bisa tenang. Orang tua Harry setuju lalu meninggalkan rumah sakit itu.


Tapi tidak dengan Harry yang masih ingin menunggu Tira sadar. Nyonya Wijaya member pengertian pada anak semata wayangnya untuk merelakan Tira. Harry harus belajar menerima keputusan orang lain seperti orang tua Tira yang tidak ingin diganggu. Hingga dewasa, dia berjanji akan mencari Tira-nya kembali.


Flashback Off


Harry POV


Aku sudah mengenal Tira lewat info dari Christ, sekertaris pribadiku sekaligus sahabatku. Kehidupannya secara umum sama dengan gadis seumurnya. Dia baik, pintar dan cepat bertindak. Dia juga pandai ber akting. Aku tau dia ceria dan berisik ketika dengan teman terdekatnya, berbeda jika dihadapan ibunya dan orang baru. Seperti aku mungkin. Dia akan cuek dan menyebalkan agar lawan bicaranya tidak tertarik dengannya. Maka dari itu aku harus terus memancing perhatiannya agar bisa dekat dengannya.

__ADS_1


Satu info yang kudapat, dia tidak suka pria yang sok perhatian. Aku sudah akting dari pertama masuk restoran hingga sekarang. Aku percaya bisa mendapatkan kepercayaannya sebelum mendapat cintanya.


Author POV


Mobil Harry telah sampai di depan hotel mewah. Harry segera menggandeng tangan Tira setelah turun dari mobil.


“Jangan salah sangka, aku begini biar kamu ga kabur.” Kata Harry.


“Aku ga peduli maksudmu, dan ga akan pernah.” Kata Tira.


Harry tetap menggandeng Tira hingga masuk kamar. Tira tetap tenang seperti tidak akan terjadi sesuatu. Harry tersenyum menatap tangannya bertautan dengan tangan Tira tanpa adanya penolakan. Tapi Harry tetap waspada, karena hasil pengamatannya Tira akan menyiapkan sesuatu untuk membuatnya kabur.


Setelah masuk ke salah satu kamar, Harry izin untuk mandi. Dibalas anggukan oleh Tira. Harry mengintip Tira yang sedang mencari sesuatu dari tasnya sebelum masuk ke kamar mandi. Rasa khawatir Harry akan Tira yang merencanakan kabur darinya ditepisnya. Pasalnya dia sudah menyiapkan pengawal di luar kamar, jangan lupa pintu yang terkunci juga akan menghambat jalan keluar Tira. Akhirnya Harry masuk ke kamar mandi untuk menyelesaikan urusannya. Disamping itu Tira sudah menemukan benda yang dicarinya.


-----------------------------------------------------


Penasaran kelanjutannya?


Jangan lupa vote dan Love karyaku


Jika ada saran bisa tulis di comment yaa ^^ aku menantikan masukan dari kalian <3 <3

__ADS_1


__ADS_2