Cinta Gadis Gila

Cinta Gadis Gila
06


__ADS_3

Happy Reading ^^


-----------------------------------------------------


Author POV


Tira akhirnya terbangun. Yang pertama dilihatnya adalah Harry yang masih setia menggegam tangannya.


“Sudah bangun? Apa kau lapar?” Kata Harry.


Tira mengangguk pelan. Harry tersenyum dengan respon wanita manis didepannya.


“Makanlah, aku tidak menaruh apapun disini.” Kata Harry sambil mengambilkan nampan makanan ke Tira.


“Makasih.” Kata Tira.


Tira makan dengan tenang hingga selesai. Terdengar suara perut keroncongan. Tira melirik ke Harry. Sedangkan Harry masih tersenyum hangat.


“Apa kau belum makan?” Kata Tira.


“Melihatmu makan sudah membuatku kenyang.” Kata Harry.


“kenapa kau melakukannya?”


“Melakukan apa? Aku hanya diam menamatimu.”


“Ya semua, membawaku ke sini lalu memberiku makanan. Aku hanya bingung maksudmu.”


“Aku bermaksud baik. Jangan sia-siakan perhatianku, walau kau akan selalu mendapatkannya.”


“Kenapa harus aku? Aku orang lain bagimu. Aku tidak suka dekat dengan orang dengan maksud terselubung.” Kata Tira sambil member ekspresi curiga pada Harry.


“Karena itu kau Athenia Tira Nugraha, perempuan yang sudah menarik perhatianku sejak lama. Aku bukan oran lain, mengerti? Jadi anggap aku orang paling dekat denganmu.”

__ADS_1


“Apa keuntungannya memberimu kepercayaanku?”


“Aku akan melindungimu dan selau disampingmu.”


“Kata itu lagi. Memang tidak ada kata lain yang bisa dikatan oleh lelaki dewasa sepertimu?”


“Memang kau dengar dari siapa? Cowo aja ga mau dekat, apalagi pacar.”


Tira bingung, lalu membalikkan badan. Baru kali ini bisa kalah berdebat dengan laki-laki. Tapi dia berpikir, semua yang dikatakan Harry benar.


“Ba.. ekhm, bagaimana kau bisa tau?”


“Dengan kekuasaanku sekarang, apa yang bisa kau sembunyikan Tira?”


“Tapi kan Tuan Wijaya yang memiliki kedudukan paling tinggi.” Kata tira sambil membalikkan badan. Sepertinya tidak salah untuk member kesempatan Harry untuk masuk ke lingkaran orang terdekatnya.


“Tidak, papa hanya mengawasiku. Dia memang memegang saham paling besar untuk berjaga-jaga jika ada serangan dari musuh. Selainya, jabatan dan kekuasaan Wijaya group diambil alih olehku.”


“Musuh? Kau punya musuh?”


“Aku tidak khawatir tentangmu, hanya penasaran. Jangan besar kepala.”


“Baiklah, aku percaya. Kau mau tidur? Atau membersihkan diri?”


“Aku akan tidur. Tinggalkan aku sendiri.”


“Tak masalah, aku pastikan saat sudah menikah kau selalu tidur didekatku.”


“Jangan berharap”


Harry meninggalkan Tira dikamarnya sendirian. Tidak lupa juga mengunci semua jalan keluar agar Tira tidak kabur lagi. Sedangkan Tira di kamar masih memikirkan Harry yang mengaku telah mengenalnya. Dia tidak ingat sama sekali. Entah efek dari susu yang diminumnya atau memang sedang lelah, dia tertidur kembali.


Pagi hari setelah mandi Harry pergi ke kamar Tira untuk mengajaknya sarapan. Sengaja dia tidak masuk kantor hari ini untuk menarik perhatian Tira. Setidaknya dia ingin Tira nyaman didekanya.

__ADS_1


Betapa kagetnya dia masuk kamar Tira yang berantakan. Bantal dan selimut yang sudah diatas lantai, laci yang sudah terbuka semua. Gagang jendela yang terlihat bercak darah. Harry mencari Tira diruang itu, tapi tidak ada. Langsung dia masuk ke kamar mandi. Dilihatnya Tira dengan wajah memerah dan nafas tersenggal. Harry langsung mengangkat Tira ke tempat tidur. Dia mencaari ponsel untuk menghubungi Dafa, dokter keluarganya juga teman sekolahnya dulu.


Selang beberapa menit pemeriksaan, Dafa keluar.


“Bagaimana dia?” Kata Harry.


“Dia baik-baik saja. Hanya shock dan dehidrasi. Mungkin jika sudah diberi nutrisi lewat infus akan lebih baik.” Kata Dafa.


“Makasih Daf, Kau boleh pergi.”


“Ya! Kau mengusirku? Biarkan aku di sini. Aku tidak ada jadwal hingga siang.”


“Terserah kau saja, aku tidak urusan.”


“Oiya dia siapa? Aku tidak pernah tau ada wanita yang dekat denganmu?”


“Tidak ada selain dia.”


“Aduduhh kenapa denganmu, tiba-tiba jadi romantis.”


“Memang kenyataannya seperti itu.” Kata Harry melangkah masuk ke dalam kamar Tira. Tapi lengannya ditahan oleh Dafa.


“Aku menyarankan membawanya ke psikiater. Aku merasa ada yang salah dengan tindakannya hingga melukai diri sendiri.”


“Oke, nanti jika sudah sehat kuajak Tira ke psikiater.”


“Semangat bro.” Dafa menepuk punggung Harry lalu pergi.


-----------------------------------------------------


Penasaran kelanjutannya?


Jangan lupa vote dan Love karyaku

__ADS_1


Jika ada saran bisa tulis di comment yaa ^^ aku menantikan masukan dari kalian <3 <3


__ADS_2