Cinta Gadis Gila

Cinta Gadis Gila
14


__ADS_3

Happy Reading ^^


-----------------------------------------------------


Cindy sudah membolak-balik berkas di mejanya. Itu info tentang Tira. Cindy tersenyum jahat membacanya. Setelah sepakat dengan dengan mantannya, Deo kemarin memberi semua tentang Tira. Tentu saja dengan bayaran yang setara, menemani mantannya di hotel. Kalian tahu lah apa yang terjadi.


‘Jadi dia calon istri Harry. Berani sekali mengambil Harry dariku. Apa aku harus mengancamnya sebelum tanggal main?’ Inner Cindy.


“Deo, aku ingin kau mengirim paket padanya. Beri sesuatu yang menakutkan, juga katakan untuk menjauh dari calonnya.” Kata Cindy lewat telepon.


“Baik sayang, apapun untukmu.” Jawab Deo.


“Pastikan kerjamu bersih. Laporkan hasilnya padaku secepatnya.”


-00-


Siang ini Tira ke supermarket. Dia ingin membeli sesuatu untuk dimakannya bersama Harry. Perasaannya yang sudah tersampaikan pada Harry membuat perubahan perilakunya. Dia sering memikirkan Harry, hingga tidak fokus pada jalannya.


Duk


“Maaf menabrakmu, apa ada yang sakit?” Kata pria itu.


“Aku yang minta maaf karena menabrakmu. Aku tidak apa-apa.” Jawab Tira.


Pria itu memakai hoodie hitam dengan topi hitam. Terlihat menakutkan bagi Tira. Segera Tira menundukkan kepala dan pergi dari pria itu.


“Menarik” Kata pria itu sambil memandang Tira dari belakang. Lalu melanjutkan jalannya.

__ADS_1


-00-


Tira sudah berada di rumah setelah berbelanja. Dirinya lelah berjalan mengelilingi mall sendiri. Kebetulan Harry pulang sore, jadi dia hanya menyiapkan untuk makan malam.


“Non, tadi ada paket buat non Tira. Bibi taruh dekat meja” Kata Bibi Sari.


“Oh iya bi, makasih. Tolong belanjaannya dirapikan ya bi.” Kata Tira.


“Iya non.”


Tira menuju paket yang disebut tadi. Samar-samar dia mencium bau anyir. Tapi dia mengabaikannya. Dengan tenang dia membuka paket itu. Terlihat tidak dicantumkan siapa pengirimnya. Dia tidak menyangka mendapat burung merpati yang mati, lengkap dengan darah segarnya yang masih mengalir. Disampingnya ada surat dari pengirim paket.


‘Tinggalkan Harry atau kau akan bernasib sama dengan burung merpati ini TIRA’


Tertulis di surat itu dengan tinta merah. Tira mendudukkan diri, menjauh dari paket itu. Dia tidak takut melihat burung mati itu, ataupun dengan ancamannya. Sedari awal dia memang menginginkan meninggalkan dunia fana ini.


Tira berfikir membebani Harry dengan dirinya. Itu kesalahannya. Rasa bersalahnya muncul kembali membuatnya kehilangan kontrol. Tapi itu tidak ditunjukkan jika banyak orang, hanya di kamar atau ruang yang hanya ada dirinya baru bisa menghukum dirinya sendiri.


“Iya non. Non Tira kenapa?” Kata Bi Sari.


“Tolong bakar paket ini jauh dari rumah. Jangan beri tahu apa isinya pada siapapun termasuk Harry. Lakukan sekarang, aku ingin ke kamar.”


“Baik non.”


“Panggil aku ketika Harry sudah pulang.”


“Baik non.”

__ADS_1


Tak lupa Tira menyembunyikan surat kaleng tadi, juga mengambil silet kecil. Akan terlalu terlihat jika dia membawa pisau.


Tira POV


Apa aku menyakitinya? Apa aku terlalu dekat dengannya? Apa ada yang terganggu dengan adanya aku didekat Harry?


Aku tidak tahu letak kesalahanku. Aku baru bertemu Harry beberapa hari, tapi sudah ada yang menerorku. Aku tidak mau membebaninya seperti saat dengan ibu tiriku.


Aku menyimpan surat kaleng tadi di tempat yang tidak akan terlihat oleh Harry. Lalu kubuka bajuku, masih terlihat luka kemarin yang belum sembuh. Tidak mau meninggalkan kecurigaan pada Harry, aku menyayat kulitku sekitar bahu dan lengan atas. Perut bagian atas tidak luput dari silet kecil yang kubawa tadi. Tidak panjang sayatan yang kutinggalkan namun rasanya perih. Perlahan perasaan bersalah yang membebaniku sedikit menguap.


Aku memakai baju lagi ketika luka tadi sudah dibersihkan. Aku tidak mau Harry mengetahui ini dulu. Tentang terror itu. Tentang penyakitku ini.


-00-


Aku tertidur sampai bibi membangunkanku. Aku bersiap turun menyambut Harry. Dia memelukku dengan kencang, aku sedikit meringis karena dia menekan pas dengan luka sayatanku tadi. Ku tebak dia sangat merindukanku. Biarkan aku percaya diri dengan perasaan Harry padaku. Hanya itu yang bisa membuatku bertahan di samping Harry.


Author POV


Tira banyak cerita saat makan malam. Harry juga menanggapinya dengan senang. Harry senang Tira lebih terbuka padanya.


Setelah selesai makan malam, Harry menemani Tira. Kali ini bukan Harry yang memulai, tapi Tira yang menyeretnya ke balkon. Tira pada mode manjanya, dia bergelayutan pada lengan Harry. Menyandarkan kepalanya ke pundak Harry.


Tira tidak menjelaskan apapun kenapa dengan hari ini, hanya ingin dekat dengan Harry katanya. Alibi menutupi kelakuan seseorang yang tidak suka padanya. Tidak tahu jika Harry sangat teliti. Harry menemukan bercak darah di sprei bagian bawah, dan itu baru. Harry menutup mulutnya sampai Tira bercerita sendiri.


-----------------------------------------------------


Penasaran kelanjutannya?

__ADS_1


Jangan lupa vote dan Love karyaku


Jika ada saran bisa tulis di comment yaa ^^ aku menantikan masukan dari kalian <3 <3


__ADS_2