Cinta Gadis Gila

Cinta Gadis Gila
07


__ADS_3

Happy Reading ^^


-----------------------------------------------------


Harry POV


Aku masuk ke dalam kamar Tira. Tangannya terpasang selang infus. Aku menggegam tangannya yang lain dan mengelus pelan. Aku ingin menanyakan semuanya terhadapnya setela dia sadar.


Akhirnya dia membuka mata. Sebisa mungkin aku menahan untuk berbicara. Aku membiarkan dia beradaptasi lagi dengan keadaan yang tidak berbeda dengan tadi malam.


“Apa ini?” tanya Tira sambil mengangkat tangan yang terhubung dengan selang infus.


“Tadi malam kau tidur di kamar mandi. Ah tidak, kau pingsan dengan tangan penuh darah dan nafas tersenggal. Sebenarnya apa yang kau pikirkan untuk melakukan hal itu?” Kataku setenang mungkin.


“Oh, aku melakukannya lagi. Maaf sudah membuatmu kerepotan. Aku janji tidak akan mengulanginya.” Kata Tira.


“Lagi? Kau sering melakukannya?” Kataku.


“Aku tidak sadar melakukannya. Bisakah kau tidak menanyaiku macam-macam. Aku sedikit pusing.”


“Huft, baiklah. Aku suruh pelayan mengambilkan makanan untuk kita.”


Tira POV


Sudah jadi kebiasaanku untuk menyakiti diri sendiri. Mungkin saat aku masih sekolah aku memulai hal itu.  Tidak ada yang mengetahui hal ini. Saat aku dirumah, ibu selalu percaya bahwa luka ini karena aku berusaha memindah barang. Teman-temanku se asrama mengira karena aku terlalu rajin belajar. Aku tidak terlalu memikirkannya. Yang pasti saat aku menyesali melakukan sesuatu dan tidak bisa mengungkapnya akan berkhir seperti ini.


Aku melihat Harry yang khawatir terhadapku. Aku merasa tindakannya tulus semua. Aku akan mencoba menerima Harry di sampingku. Ya setidaknya hingga dia tidak menyakitiku. Sebenarnya aku bukan orang yang cuek. Namun aktingku di depan orang baru membuatku terbiasa melakukan hal itu. Saat moodku baik aku bisa bercanda seperti gadis lain.

__ADS_1


Setelah makan, aku memutuskan untuk jalan-jalan. Mencari udara segar mungkin membuatku tenang. Tak kusangka pemandangan di dekat Villa Harry sangat indah. Sudah lama aku tidak merakan suasana seperti ini. Kehidupanku di asrama membuatku jenuh dengan hanya melihat kamar-kelas-kamar.


“Kamu suka dengan pemandangannya?” Kata Harry.


“Kamu? Sejak kapan kau memakai kosakata itu? Menggelikan.” Kataku.


“Apa itu mengganggumu? Akan kuganti jika kau mau.”


“Ada yang salah denganmu?”


“Tidak, aku sama saja.”


“Kenapa tidak marah? Tadi malam kau membentakku.”


“itu karena kamu memancing amarahku.”


“Terserah katamu. Biarkan aku tenang sendiri dan tinggalkan aku.”


“Aku tidak melakukan hal aneh disini.”


“Kamu tidak tahu sedalam apa jurang di ujung taman? Jika kamu terpelesat dan jatuh bagaimana?”


“Bagus dong, aku bisa bertemu ibu dengan cepat.”


“Apa? Nggak akan kubiarkan terjadi. Kamu harus nemani aku sampai tua.”


“Dih, orang kamu dah tua. Jadi aku dah selesai menemanimu.” Kataku sambil menjulurkan lidah.

__ADS_1


“Aku belum 30 dan akan menemanimu lama hingga aku setua papaku.” Kata Harry.


“Biasanya kan kalau sudah tua nggak mau mengakui.”


“Apa kau bilang?” Kata Harry sambil menggelitiku.


Aku tertawa keras hingga air mataku keluar. Sudah lama aku tidak merasa senang seperti ini.


“Kamu menangis? Apa yang sakit? Mumpung Dafa masih disini, biarkan dia memeriksamu.”


“Nggak, aku sedang senang. Kamu nggak bisa bedain antara senang dan sakit?”


“Syukurlah. Ayo masuk, aku mulai kedinginan disini.”


“Jadi kamu menerimaku jadi suamimu?” Kata Harry menahan tanganku.


“Belum. Apa tadi itu acara lamaran? Setidaknya aku percaya kamu orang baik dan membiarkan kamu didekatku.”


“Makasih Tira, aku tidak akan meninggalkanmu. Untuk acara lamaran akan kusiapkan secepatnya jika kamu mau.”


“Hem, ayo masuk.”


 


-----------------------------------------------------


Penasaran kelanjutannya?

__ADS_1


Jangan lupa vote dan Love karyaku


Jika ada saran bisa tulis di comment yaa ^^ aku menantikan masukan dari kalian <3 <3


__ADS_2