Cinta Gadis Gila

Cinta Gadis Gila
05


__ADS_3

Happy Reading ^^


-----------------------------------------------------


Author POV


Sudah sehari Tira bersembunyi di hotel, dan sehari pula Harry tidak menemukan keberadaan Tira. Harry makin bingung, belum ada laporan dari Christ maupun anak buahnya. Dari saran Christ, Harry akhirnya istirahat.


Kesepakatan antara perusahaan Tuan Wijaya dan Pak Bagas sudah selesai. Nyonya Fina juga setuju jika anaknya menikah dengan Tira. Dari situ Harry berani menelpon Pak Bagas jika anaknya jalan-jalan dengannya.


Selang beberapa menit setelah Harry menutup mata, Christ melaporkan jika Tira ada di sebuah hotel di luar negeri. Segera dia menyuruh anak buahnya untuk menangkap Tira dan membawanya ke villa keluarganya. Untuk keamanan, Harry belum bisa membawa Tira kembali ke rumah.


Tira tidak bisa berkutik saat banyak pria dewasa dengan badan berotot membawanya. Tidak lama kesadarannya hilang karena diseekap dengan obat bius. Kali ini Tira pasrah, toh jika mati itu juga keinginannya.


Tira POV


Aku tersadar dari pingsanku. Kulihat aku di ruangan yang bagus, kamar dengan warna krem yang buatku tenang. Kukira akan di sebuah basement yang gelap, tapi aku ditempatkan di tempat tidur yang nyaman. Kucari jalan keluar, mencari siapa yang melakukan hal tidak berguna ini. Aku bukan anak orang yang sangat kaya, setidaknya aku hanya punya satu BMW atas namaku. Teman-temaku baik padaku tidak mungkin melakukan hal ini. Bekerja saja belum, bagaimana aku punya musuh di kantor?


Pintu besar di kamar itu terbuka. Tidak kaget aku, hanya heran. Harry dengan wajah sedikit geram mendekatiku. Aku tidak tahu apa salahku, kecuali dengan alat kejut kemarin. Itu untuk perlindungan diri saja, tidak lebih.

__ADS_1


“Kau baik-baik saja?” Kata Harry.


“Ya” kataku.


“Kenapa kau menyetrumku? Aku bahkan tidak menyentuhmu!” Kata Harry dengan nada sedikit tinggi.


“Untuk pertahanan diri, apa lagi?”


“Apa aku semenyeramkan itu? Hingga kau meninggalkanku?” Kata Harry melembut.


“Aku bahkan tidak mengenalmu, aku bebas meninggalkanmu.”


“Bagaimana bisa? Aku tidak mau! Biarkan aku keluar dari sini!” Kataku bersiap untuk keluar kamar.


Dengan cepat Harry menarik tanganku, mendorongku ke dinding. Baru kali ini aku merasa takut karna tatapannya. Jantungku seperti dipacu, nafasku tersenggal. Aku meyakinkan diriku dengan menutup mata. Aku tahu diriku bukan seperti ini. Akhirnya lututku kehilangan kekuatan, aku terduduk. Seperti ada memori yang terlihat olehku, tapi tidak jelas.


Aku memberanikan membuka mata. Kulihat Harry menatapku penuh kekhawatiran.


“Tira? Kau kenapa? Dimana yang sakit? Ayo kuantar ke rumah sakit.” Kata Harry.

__ADS_1


“Tidak apa. Bisakah kau keluar, aku sepertinya kaget. Aku ingin menenangkan diri dulu.” Kata Kataku.


“Tidak, akan kutemani hingga kau tenang.” Kata harry menuntuku ke tepi tempat tidur.


Aku tidak menjawab. Badanku lemah sehingga Harry dengan mudahnya melingkarkan lengannya di pinggangku. Kepalaku sudah berada di pundaknya. Tangannya mengelus rambutku hingga aku tenang dan tertidur.


Aku sangat bingung apa yang terjadi padaku. Aku tidak pernah salah dalam memilih orang. Dalam artian, siapa yang akan dekat denganku atau ingin kujauhi. Tapi kenapa hanya dengan Harry tidak bekerja. Saat dia memegangku seakan aku mengenalnya. Juga saat dia bilang aku akan menikah dengannya lebih banyak perasaan senang daripada kecewa. Aku harus menyelesaikan persoalan perasaanku sendiri.


Harry POV


Setelah Tira kaget dengan apa yang kukatakan, dia berusaha kabur. Namun tidak akan kulepas dengan mudah kali ini. Dengan cepat kutarik tangannya. Di luar dugaannya dia menunjukkan ketakutannya. Kugandeng dia duduk di tepi ranjang. Wajahnya yang manis baru terlihat, wajah yang kuinginkan selama ini. Rambutnya yang wangi vanilla membuatku betah untuk berdekatan dengannya. Akhirnya tidur di pundakku. Aku tersenyum mengamati wajah cantinya. Aku bahagia dia sudah kembali. Aku menunggunya hingga bangun lagi. Aku sudah menyuruh pelayan untuk membawa makanan ke kamar Tira.


Aku tahu jika dia bersikap seperti itu padaku karena ingin menghindariku. Tapi untuk ketakutannya aku tidak tahu sebabnya. Menurut info dari Christ sepertinya Tira memiliki trauma di masa kecilnya. Memang pernah terpikir olehku, karena memori Tira saat memperlakukan katak tidak sewajarnya sudah membuatku bingung. Dari riwayat keluarga, dia memang diasuh dengan ibu tirinya. Tapi tidak menunjukkan sifat jahat maupun penyiksaan. Ayahnya juga bukan mafia. Ibu kandung Tira sangat menyayanginya hingga meninggal karena leukimia.


-----------------------------------------------------


Penasaran kelanjutannya?


Jangan lupa vote dan Love karyaku

__ADS_1


Jika ada saran bisa tulis di comment yaa ^^ aku menantikan masukan dari kalian <3 <3


__ADS_2