
#*Flasback#*
Seorang wanita cantik yang sedang tidur di atas ranjang tempat tidurnya membuka matanya.
"aduh kepala ku sakit sekali,apa yang sudah terjadi".
"tuan putri sudah sadar,hamba akan memberitahukan kepada yang mulia kalau tuan putri sudah sadar" ucap seorang pelayan.
"tunggu! kau siapa ? dan aku dimana?"Meilin menatap sekeliling ruangan yang dilihatnya bangunan model jaman dulu yang sering ia jumpai di cerita-cerita atau novel.
"hamba Deiyi tuan putri,apa tuan putri lupa dengan hamba,hamba yang selama ini selalu menemani tuan putri, ucap Deiyi sambil menangis,''.
Seingat Meilin dia sedang berada di rumah sakit,tapi tiba-tiba terjadi kebakaran,dan saat ingin menyelamatkan diri kepalanya tertimpa sesuatu yang membuatnya pingsan hingga tiba-tiba dia terbangun sudah berada ditempat yang menurutnya sangat aneh.
"apa aku sedang diculik atau bagaimana ini",sambil melihat pakaian yang ia gunakan.
"pakaian apa ini,aneh sekali ? ahh bodo amat yang terpenting saat ini aku harus kabur dari tempat ini,jangan-jangan aku akan dijadikan tawanan disini".
"tuan putri kenapa diam,hamba akan memanggil yang mulia dan memberitahukan kalau tuan putri sudah sadar" ucap Deiyi.
"baiklah,cepatlah sana pergi!"
meilin segera bangun dari tempat tidurnya setelah melihat Deiyi keluar dari kamarnya.
"aku harus cepat cepat kabur dari sini sebelum ketahuan mereka".dengan cepat Meilin melompat dari jendela kamarnya dan segera berlari.
Kaisar Hang dan Perrmaisuri Xia tiba dikamar putri lin mei dan alangkah terkejut saat mereka masuk tidak melihat keberadaan Lin mei.
"yang mulia dimana Meier,dimana putri kita" teriak permaisuri dengan tangisa nya hikk hikhikkk.
__ADS_1
" tenang permaisuri,aku akan mencari meier,pasti dia belum jauh dari sini"
"pengawal,cepat cari putri lin mei,pasti dia belum jauh dari sini,jangan sampai kalian gagal".
Setelah pasukan dikerahkan untuk mencari putri lin mei,Deiyi dan Permaisuri Xia masih berada dikamar putri Lin Mei,Deiyi menjelaskan kalau putri Lin mei seperti orang lupa ingatan dan bahkan tidak mengenali dirinya,permaisuri yang mendengar cerita Deiyi tidak bisa berkata apa-apa,dia terus saja menangis.
"putriku kau dimana,ini semua salah ibunda?
kalau kemarin ibunda tidak mengajakmu jalan jalan di danau,mungkin kau tidak akan seperti ini".
"sudahlah permaisuri jangn bersedih,aku yakin Meier akan baik-baik saja diluar sana."ucap kaisar Lin Hang.
Ditengah-tengah hutan yang lebat didekat danau, seorang wanita cantik sedang duduk dibawah pohon sedang duduk sambil bertanya tanya dalam dirinya sendiri.
"aku dimana,ibu aku merindukanmu? sekarang aku ingin pulang,aku ingin makan masakan ibu? ucap Meilin sambil menatap langit".
"aku haus,aku akan minum air danau ini saja,air nya sangat jernih?"
"wa...wa..wajah siapa ini,ini bukan wajahku!
sedikit mirip denganku,tetapi dia lebih cantik lebih putih dari diriku".sambil mengelus wajahnya.
"apakah aku kembali ke jaman kuno,terus jika ia apa yang harus aku lakukan, mana kalau dijaman ini yang namanya pembunuhan perang itu sudah hal wajar,".
"bagaimanpun juga aku harus berjuang hidup dijaman ini,untung saja aku sudah pernah belajar bela diri dijaman modern".
Setelah istirahat,Meilin melanjutkan perjalananya dan sampailah ia ditengah tengah ibu kota.
"Ramai sekali disini,semua orang disini memakai pakaian aneh dan sama dengan yang aku kenakan".
__ADS_1
"Haduh aku sangat lapar,bagaimana ini aku tidak punya uang".
Tiba-tiba dari jauh seseorang wanita berteriak.
"pencuri -pencuri kembalikan uangku,ucap wanita tersebut."
Meilin segera berlari mengejar pencuri tersebut dia tidak bisa membiarkan pencuri tersebut lolos begitu saja.
"Hei pencuri cepat kembalikan uang itu,atau aku akn menghajarmu habis-habisan disini"ucap Meilin.
"Ambillah kalau kau bisa nona manis",dengan tertawa mengejek pencuri tersebut menyerang Meilin,hanya dengan tangan kosong Meilin berhasil mengalahkan pencuri tersebut.
Brukkk...
"Am...ampun nona,ini yang kau mau?"
pencuri tersebut menyerahkan kantung uang yang ia curi dari wanita tadi.
Tanpa disadari sepasang mata mengawasi Meilin.
"Menarik" gumamnya,sambil tersenyum.
"ini nyonya milik mu" sambil menyerahkan kantung uang tersebut.
"nona terimakasih sudah menolong ku,ini untukmu"sambil memberikan tiga keping emas kepada Meilin.
"tapi ini tidak perlu nyonya,aku menolongmu tulus"ucap Meilin.
"Sudahlah terima saja,kau pasti membutuhkannya ".
__ADS_1
"Baiklah kalau nyonya memaksa",lumayan buat beli makanan aku sangat lapar,gumam Meilin.
Meilin memutuskan untuk mencari kedai makanan disekitar pasar tersebut,dan ia menemukan kedai yang begitu ramai pengunjung,dengan cepat meilin menghampiri kedai tersebut dan memesan makanannya.