
Setelah cukup lama di pasar Meilin memutuskan untuk kembali ke istana.
"Mei'er aku harap kita bisa sering bertemu?".tanya Liou Xiang
"Hah, apa tadi kau memanggilku Mei'er".
"Aku akan memanggilmu Mei'er agar kita lebih dekat dan akrab".
"Itu terserah kau saja,kau bisa memanggilku dengan nama apa saja terserah dirimu".
"Mei'er aku harap kita bisa bersama terus seperti ini".
"Emmmm, Liou Xiang aku harus pulang,sampai jumpa".
Liou Xiang hanya tersenyum menatap kepergian Meilin.
"Aku harus cepat-cepat ke istana, lebih baik aku memakai cadar aku takut kalau ada yang mengikutiku".
Sampai ditengah perjalanan Meilin dihadang oleh sekelompok bandit yang berjumlah sepuluh orang.
"Hai nona cantik mau kemana,ayo ikut denganku kita akan bersenang-senang".tanya ketua bandit tersebut.
"hahahaha",tawa semua anak buah bandit itu.
"Menyingkir kalian dari hadapanku,aku tidak punya masalah dengan kalian".jawab Meilin.
Meilin ingin melanjutkan jalan nya namun selalu dihalangi anak buah bandit itu.
Meilin langsung menghajar mereka,Meilin tidak membawa pedang ia hanya mengunakan tenaga dalam saja untuk menghajar mereka,namun sia-sia Meilin melawan mereka,jumlah mereka terlalu banyak.
"Lebih baik kau menyerah saja nona manis? " kata ketua bandit tersebut".
"Dasar pengecut,beraninya main keroyokan".
Meilin segera melawan para bandit itu namun,tenaganya tidak kuat menandingi mereka semua sehingga tangan Meilin sedikit terkena goresan pedang.
Putra mahkota dan Xia Su dalam perjalanan pulang namun ditengah jalan mereka mendengar suara pertarungan,Putra mahkota dan Xia Su langsung menghampiri sumber suara tersebut, dilihatnya seorang wanita cantik sedang melawan sepuluh kawanan bandit.
__ADS_1
"Yang Mulia bukan kah wanita itu yang pernah menolong kita,sepertinya dia terluka",tanya Xia Su.
Putra mahkota langsung turun tangan menghajar para bandit itu.
Trang ....trangg...trang...
Suara pedang saling beradu, Meilin yang melihat Putra mahkota dan Xia Su membantunya jadi merasa panik,dia takut identitasnya terbongkar.
Tanpa disadari dari sisi belakang Meilin,ada seseorang yang akan menyerang nya.
putra mahkota yang mengetahui itu langsung menarik pinggang meilin ke pelukannya Putra mahkota dan Meilin saling menatap satu sama lain.
"Mata itu seperti pernah melihatnya",batin putra mahkota.
"Hei lepaskan aku",teriak Meilin
Putra mahkota segera melepas pelukan nya,entah mengapa putra mahkota merasa tidak asing dengan Meilin.
Akhirnya semua bandit berhasil dikalahkan.
"Yang mulia tidak apa-apa?",tanya Xia Su.
"Nona seperti nya kau terluka",ucap Putra mahkota dan Xia Su secara bersamaan.
"Aku tidak apa-apa, aaaauuu ?".
"Sakit sekali terkena pedang,baru kali ini aku terluka seperti ini gara-gara pedang".gumam Meilin.
"Kau terluka parah nona, ijinkan aku mengobatimu".ucap putra mahkota.
"Tidak perlu !, aku bisa sendiri, memangnya kau bisa mengobatiku, tanaman obat saja kau tidak tau bagaimana kau akan mengobatiku?".
"Benar nona ucap Yang mulia,kami memang tidak bisa mengobati tapi kami akan membawamu ketabib",tanya Xia su.
"itu tidak perlu ! ,terimakasih,tapi aku harus pergi".
"Tunggu nona,aku belum berterimaksih padamu waktu itu".ucap Putra mahkota.
__ADS_1
Meilin mengangguk dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua,jika dia
terlalu lama dengan putra mahkota itu bisa membahayakan dirinya.
Ditengah hutan Meilin mencari tanaman herbal untuk mengobati lukanya.
Setelah selesai mengobati lukanya,Meilin langsung mengganti penampilannya menjadi pria.
"Hampir saja aku ketahuan, huft dasar es balok, ternyata kau manis juga kalau tersenyum,tapi kalau diistana wajahmu selalu kaku".desah Meilin.
Setelah setengah jam perjalanan,akhirnya Meilin sampai diistana.
"Kak kau sudah pulang,kemana saja kau seharian". tidak sengaja Chu menyentuh lengan Meilin.
"Aaauuuu ! , ini sakit adik? ".
"Kau kenapa kak, kau terluka, lihat tanganmu mengeluarkan darah? ".
"Aku tidak apa-apa".
"Sini biar aku mengobatimu",Chu segera membuka perban dan mengobati lengan Meilin.
"Kenapa kau bisa terluka kak,coba jelaskan padaku?".
"Aku dicegat para bandit",ucap Meilin.
"Lain kali jika keluar istana kau harus membawa pedang untuk jaga-jaga, agar tidak terjadi kejadian seperti ini lagi".
"Kau cerewet sekali, tumben kau sudah ada disini?".
"Aku disuruh permaisuri, membantumu memasak".
"Ah iya,aku sampai lupa? ,aku sudah berjanji padanya".
"Untung aku kemari jika tidak mungkin kau sudah melupakan janjimu itu?.
"Aku menyesal sudah berjanji padanya, aku tahu dia pasti akan menagihnya".desah Meilin.
__ADS_1
"Nah sudah selesai aku mengobatinya, jangan sampai terkena air dulu kak?.
"Iya aku tahu, buruan bantu aku menyiapkan makanan untuk Yang Mulia.