
Keesokan harinya Meilin sudah bersiap-siap untuk keluar istana bersama dengan Chu untuk mencari bahan rempah-rempah untuk dijadikan obat.
"Kak,apa kau sudah siap",tanya Chu.
"Tentu, apa aku sudah terlihat tampan hari ini".
"Hahahahaha, kau sangat tampan kak? bahkan kalau kau pria sungguhan aku bisa jatuh cinta padamu",canda Chu.
Mereka berdua segera bergegas pergi ke pasar,sebelum sampai di pasar tiba-tiba Chu mengajak Meilin berhenti sebentar untuk melepas dahaga.
"Kenapa adik berhenti,bukanya pasar masih agak jauh katamu". Tanya Meilin.
"Aku lelah kak,perjalanan ini membuat kaki ku terasa mau copot, kak aku mau kau mengubah penampilanmu menjadi wanita,agar tidak ada yang mencurigai mu?, karena setahu Putra mahkota kita pergi kehutan bukan ke pasar, jika ada yang tahu kau bisa dihukum karena membohongi Putra mahkota".jelas Chu
"Kau benar adik,tapi aku tidak membawa pakaian wanita".
"Tenang kak aku sudah menyiapkan semuanya".
"Jadi kau sudah merencanakan nya adik".
"hehehehehhe,coba kak pakai ini kau pasti akan sangat cantik".
Meilin segera mencoba pakaian yang Chu berikan,benar saja dengan hanfu merah muda bercampur putih Meilin sangat cantik dan elegan ditambah hiasan rambut serta rambut yang terurai panjang.
"Benar apa kata ku ,kak Lin memang sangat cantik,jika Putra mahkota melihatmu dia pasti akan jatuh hati padamu".
"Adik sudah kau bicaranya,sampai kapan kau akan terus memujiku ,ayo kita lanjutkan perjalanan nya,keburu siang".
Akhirnya mereka sampai ditengah-tengah pasar,mereka segera pergi ke kedai makanan untuk mengisi perut mereka yang kosong karena dari pagi mereka belum sarapan.
"Bagaimana kak,apa kau sudah kenyang,setelah ini kita akan jalan-jalan untuk mencari aksesoris,karena aku ingin mengoleksi anting-anting dan gelang".
"Ayo, kau bisa memilih aksesoris sebanyak yang kau mau".
Mereka asyik berkeliling pasar,Meilin sangat senang sekali karena di dunia ini ia bisa memiliki teman sekaligus adik yang sebaik Chu.
"Adik,aku ingin melihat orang yang berjualan jepit rambut disebelah sana",Meilin menarik tangan Chu namun yang iya tarik bukan tangan Chu tapi tangan seorang pria.
Meilin tidak menyadari hal itu, dia menarik tangan pria tersebut dan berlari,pria tersebut hanya diam dan tersenyum melihat gadis cantik menarik tangan nya.
__ADS_1
Chu yang dari tadi asyik memilih aksesoris tersadar kalau Meilin tidak ada disampingnya.
"Kemana kakak Lin pergi,kenapa dia meninggalkanku".dia segera mencari Meilin.
Disisi lain.....
"Adik coba lihat jepit ini,sangat bagus bukan? kenapa kau diam saja".Meilin tidak memperhatikan siapa yang digandengnya tadi.
"Tuan,berapa harga jepit ini",sambil menunjukan jepit tersebut.
"Itu harganya 200 keping mas nona,apa kau mau membelinya? ",tanya si pedagang.
"maaf tuan sepertinya aku tidak sanggup membelinya".
"Apa kau menyukainya nona",ucap pria yang di samping Meilin.
Meilin menengok kesebelah nya,tapi ia tidak melihat adik Chu melainkan pria tampan dengan alis tebal serta hidung mancung yang sedang menatap kearahnya.
"Kau siapa,dimana adikku",tanya Meilin.
"Aku tidak tahu yang mana dan dimana adik mu itu,kau menarik tanganku dan membawaku kemari".jelas pemuda tersebut.
"Maaf aku tidak sengaja menarik tanganmu,sungguh maafkan aku tuan".
"Tuan aku ingin membeli jepit rambut mu ini",ucap pemuda itu sambil menunjukan jepit rambut yang tadi ingin Meilin beli kepada pedagang tersebut.
"Yang ini harganya 200 keping mas tuan".
"Bungkus yang rapih,dan ini uang nya".
"Terimakasih tuan".ucap pedagang tersebut.
"Kenapa kau membelinya tuan,itu kan sangat mahal",tanya Meilin.
"Ini untukmu",sambil menyerahkan jepit rambut tersebut.
"Maaf tuan aku tidak bisa menerimanya,itu terlalu berharga untukku".
"Kumohon terimalah,ini sebagai tanda awal persahabatan kita,maukah kau menjadi sahabatku ?".
__ADS_1
Meilin terdiam dan bingung apakah dia harus menerima pemberian orang tersebut.
"Baik aku akan menerimanya,terimakasih tuan".
"Perkenalkan namaku Liou Xiang,siapa namamu".
"Namaku Meilin,senang berkenalan dengan mu Liou Xiang".
"Aku harap kau menyimpan jepit rambut pemberian dariku ini ,jangan sampai kau menghilangkan nya atau memberikan nya kepada orang lain, kalau begitu aku harus pergi karena ada urusan yang harus aku selesaikan".
"heemmm baiklah,terimakasih tuan eh maksud ku Liou Xiang".
"heemmm",Liou Xiang tersenyum dan pergi meninggalkan Meilin.
Meilin segera mencari adik Chu dan akhirnya dia bisa menemukanya.
"Kak Lin,kau kemana saja aku mencari dirimu kemana-mana,apa kau sengaja meninggalkan ku", dengan nafas yang terengah-engah Chu bertanya kepada Meilin.
"Aku tadi mencari jepit rambut,maafkan diriku karena sudah membuat mu khawatir",sambil menunjukan jepit rambut tersebut.
"Waaww kak ini jepit rambut mahal,hanya orang kaya saja yang dapat membelinya,tetapi kenapa kau bisa mendapatkannya",tanya Chu curiga.
"Apa kau ingin tahu bagaimana aku bisa mendapatkan nya".
"Tentu kak,karena jepit itu sangat mahal".
"Tadi ada seorang pria yang membelikan nya untukku,aku juga tidak tau siapa dia".
"Pasti dia berasal dari keluarga bangsawan atau anggota kerajaan karena hanya mereka saja yang mampu membelinya?, kalau seperti kita mungkin baru bisa membelinya setelah 5 tahun menabung".
"Emm,benarkah ?”.
"Apa kakak tidak bertanya siapa namanya? tanya Chu.
"Namanya Lii...ooo.uu Xang, ahh namanya Liou Xiang, ya itu namanya".
"Nama itu seperti tidak asing ditelinga ku kak?".
"Sudahlah kita harus segera pulang ke istana,tapi kita harus mencari tanaman obat di hutan,karena di pasar tidak ada yang menjualnya?".
__ADS_1
Setelah selesai mencari tanaman obat di hutan Meilin segera mengubah penampilan nya menjadi Pria alias Tabib Ling.
Sesampainya diistana Meilin segera membersihkan badan nya dan beristirahat karena besok dia akan sibuk meracik obat-obatan dan sebagian tanaman obat yang dia dapat akan dia tanam untuk sewaktu-waktu ia membutuhkan tanaman tersebut.