Cinta Putri Mahkota

Cinta Putri Mahkota
episode 11


__ADS_3

Meilin sedang menunggu putra mahkota sambil menunggunya Meilin mencoba meracik obat untuk menyembuhkan lukanya.


"Kenapa dia lama sekali,semoga saja dia tidak jadi datang kesini".


Tanpa ketuk pintu atau permisi Putra Mahkota langsung masuk ke kediaman Meilin.


Meilin langsung terkejut karena ia tidak tau kapan putra mahkota masuk,tiba-tiba sudah ada didepan nya.


"Yang mulia mengagetkanku saja,aku hampir saja berteriak,kenapa dirimu tidak mengetuk pintu terlebih dahulu".


"Apakah aku harus meminta ijin mu terlebih dahulu", dengan sorot mata tajam nya putra mahkota menatap Meilin.


"Ah bukan begitu yang mulia,aku khawatir jika pas kau masuk kedalam,aku sedang berganti pakaian gimana?,itu kan sangat memalukan".


"Kau masih punya malu rupanya, untuk apa kau malu kita kan sama-sama pria,kecuali kau wanita ?".


Deg....


Jantung Meilin tiba-tiba berdebar-debar.


"Tentu aku seorang pria tulen, otakku masih normal,aku tentu saja menyukai wanita,hhehehe". canda Meilin untuk meyakinkan putra mahkota.


"Kau sudah selesai mendongeng nya,sekarang buruan ajarkan aku membuat herbal untuk menyembuhkan luka ?".

__ADS_1


"Aku bukan mendongeng untuk mu,dasar es balok tidak sabaran" gumam Meilin.


Meilin dengan hati-hati mengajari putra mahkota meracik obat-obatan herbal.


Putra mahkota memperhatikan Meilin dengan seksama,Meilin merasa tidak percaya diri duduk di samping putra mahkota.


"Yang mulia tinggal menambah kan tanaman yang ini dan yang ini",meilin menunjukan beberapa tanaman herbal untuk ditumbuk.


"Tunggu ! ", tanpa disadari putra mahkota memegang lengan Meilin.


Meilin yang tangannya masih terluka langsung berteriak.


"Aaauuu,kenapa yang mulia memegang tanganku ?".


"Aku tidak mau kau menambahkan tanaman yang itu,karena tanaman itu sangat langka,aku mau kau membuat herbal dengan bahan yang mudah didapat kan".


"Kenapa kau berteriak tadi,apa lenganmu sakit ?", tanya putra mahkota.


"Ah ini tidak yang mulia,tadi aku hanya terjatuh dikamar mandi jadi lenganku terkilir , semoga yang mulia tidak mencurigai ku", batin Meilin.


"Oh begitu rupanya",tapi putra mahkota tidak percaya begitu saja, dia melihat bercak darah di lengan Meilin.


Meilin melihat putra mahkota memperhatikannya,dia pura-pura tidak merasakan sakit,padahal rasanya dia pengen nangis menahan sakit di lengan nya itu.

__ADS_1


"Hikhikkk sakit sekali,rasanya mau copot lenganku ini,kenapa dia tidak pergi pergi juga sih ",batin Meilin.


"Tabib Ling seperti pembelajaran kita cukup sampai disini,kita lanjutkan saja lusa,seperti nya ada urusan lain yang harus aku selesaikan".


"emm dengan senang hati yang Mulia",


"buruan cepat sana pergi",batin Meilin.


Putra mahkota segera pergi meninggalkan Meilin didalam dan segera menutup pintu nya,saat diluar putra mahkota merasa ada yang disembunyikan oleh tabib Ling.


"Dia berbohong,jika lengannya terkilir kenapa ada darah di lengannya, luka itu seperti....??", tiba-tiba putra mahkota teringat dengan luka wanita yang barusan ia tolong.


"Luka itu sama dengan wanita itu, di bagian lengan kanan tepat di bagian lengan tabib Ling yang aku sentuh tadi".


"Atau jangan-jangan....??",putra mahkota mulai mencurigai Tabib Ling.


"Aku harus mencari tau itu sendiri,aku akan menyelidiki siapa dia sebenarnya".


Didalam kamar....


Meilin yang merasa tangannya amat terasa sakit segera membuka perban dan mengobati luka nya.


"Kenapa si es balok itu selalu saja menyebalkan,aku jadi rasanya ingin menghajar nya habis-habisan, dia itu selalu menyebalkan aku benci kau es balok !! ".

__ADS_1


Meilin merasa sebal dengan putra mahkota,Meilin masih teringat saat dirinya dua kali disiram dengan air dan sebagainya.


Putra mahkota tidak bisa tidur semalaman dia terus memikirkan Tabib Ling,Putra Mahkota merasa Tabib Ling menyembunyikan sesuatu,putra mahkota jadi merasa khawatir dia khawatir jika tabib Ling itu mata-mata suku Gagak hitam.


__ADS_2