
Malam ini cuaca sangat dingin,tidak ada yang tidak merasakan kedinginan ,semua orang dilingkungan istana tidur dengan nyenyak lain hal nya dengan Meilin yang tidak bisa memejamkan matanya.
"Dari pada aku tidak bisa tidur lebih baik malam ini aku membuat sapu tangan dari kain yang aku beli tempo hari untuk kuberikan kepada Liou Xiang,dia pasti menyukainya".
Semalaman Meilin membuat sapu tangan dia menjahitnya sendiri,dia membuatnya dengan hati-hati.
Huuuaaa.....
"Akhirnya selesai juga,aku sangat mengantuk,aku membuatnya dua,satu untukku dan satu untuk Liou Xiang,
Karena dia sudah banyak membantuku,lain waktu aku akan memberikannya".
Keesokan harinya....
Meilin sudah memasak untuk Permaisuri,ini sudah janjinya yang harus dipenuhi setiap pagi Meilin selalu mengantar makanan ke kediaman permaisuri.
"Sepertinya aku memasak terlalu banyak,aku akan membaginya dengan si es balok itu".
Meilin bergegas menghampiri putra mahkota,karena mulai hari ini detik ini juga dia harus melayani nya.
"Kau datang tepat waktu pagi ini,kau sudah siap menjalankan hukumanmu ",tanya putra mahkota.
"Emmmm baiklah yang Mulia",
Putra mahkota memperhatikan Meilin dari atas hingga bawah.
"Sepertinya kau kurang tidur, dan apa yang kau bawa itu".
"Kurasa begitu huaaaaa",Meilin menguap didepan putra mahkota.
Putra mahkota melihatnya hanya menggeleng kan kepalanya.
"Ini aku membawakan sarapan pagi untuk yang mulia,aku membuatkan mu bubur ayam spesial".
"Bubur ayam ?,apa kau yang membuatnya,sepertinya aku belum pernah mencobanya ".
Meilin memberikan semangkuk bubur ke putra mahkota,dan putra mahkota mencicipinya...
Putra mahkota baru pertama kali ini makan makanan seperti ini,biasanya bubur itu manis,sedangkan ini gurih rasanya.
"Lumayan enak",putra mahkota menghabiskan semua bubur itu.
Meilin yang melihat putra Mahkota makan dengan lahapnya melihat sisa makanan yang tertinggal disamping bibir purra mahkota,Meilin segera mengambil sapu tangan dikantung bajunya dan membersihkan nya.
Putra mahkota terdiam kemudian menggenggam tangan Meilin saat Meilin membersihkannya.
"Apa yang kau lakukan",putra mahkota merasa aneh jika seorang pria begitu dekat dengannya.
Meilin kemudian menunduk,dia sadar apa yang dia lakukan,dia spontan melakukan itu.
__ADS_1
"Maaf yang mulia".
"Baik hari ini tugasmu,merapikan buku-buku di perpustakaan ".
Meilin melihat rak buku yang begitu tinggi dengan beribu buku-buku diatasnya.
"Yang mulia,bukan nya itu sudah rapih dan bersih",tanya meilin
"Iya benar,lalu aku menyuruhmu mengurutkannya dengan rapih,buku diatas memang rapih tapi tidak berurutan,kau bisa menyusunnya bukan? ".
"Tapi ini terlalu tinggi dan banyak buku".
"Itu urusanmu !",putra mahkota kemudian berlalu pergi meninggalkan Meilin.
Seharian Meilin membersihkan dan menyusun buku-buku sesuai urutan nya.
Karena kelelahan akhirnya dia tertidur di perpustakaan.
Saat putra mahkota kembali iya mendapati Meilin sedang tidur, putra mahkota memperhatikan meilin yang sedang tertidur.
"Kenapa aku merasa dia pria yang unik,mungkin dia tidak ada maksud dan tujuan lain datang keistana ini
Tiba-tiba Meilin hampir terjatuh dari meja,putra mahkota yang melihatnya,langsung bergerak cepat memapah tubuh Meilin.
Putra mahkota memandangi wajah Meilin Dengan seksama,dia merasa kalau Meilin adalah seorang wanita.
Meilin segera bangkit dari tempat duduknya.
"Maaf ...maaf yang mulia,aku tidak sengaja tertidur".
"Besok kau tidak usah bekerja,kau bisa istirahat",putra mahkota kemudian pergi meninggalkan meilin.
Setelah seharian membersihkan perpustakaan ia segera membersihkan tubuhnya kemudian istirahat.
Pagi ini Meilin bangun pagi,dia segera berganti pakaian wanita untuk pergi menemui Liou Xiang.
"Adik, jika yang mulia datang kemari bilang kalau aku sedang sakit dan tidak mau diganggu".
"Tapi kakak mau kemana pagi-pagi sekali?,tanya Chu.
"Aku ada urusan sebentar,mungkin setelah ini aku tidak keluar-keluar lgi".
"Baik kak,tapi jangan lama-lama,aku takut jika yang mulia mengetahuinya".
"Tenang saja aku akan kembali segera".
Meilin segera memakai cadar nya dan melompat pagar istana,itu perkara mudah untuk meilin lakukan.
Setelah menempuh puh jarak setengah jam meilin sampai di ibu kota,namun dia tidak menemukan Liou Xiang.
__ADS_1
Meilin berputar-putar mengelilingi pasar,namun dia tidak meihat Liou Xiang.
Sampai ditempat terakhir meilin berhenti kedai makanan,meilin segera memesan makanannya.
Meilin belum sempat memesan makanannya,dia melihat suara berisik diujung ruangan tersebut.
Meilin segera menghampiri suara ribut tersebut,ternyata disana
Ada tiga orang pria,dan salh satunya ada Liou Xiang.
"Liou Xiang",teriak meilin.
"Tuan sudah beberapa hari ini selalu minum-minuman nona,kali ini dia sudah menghabiskan lima kendi sekaligus". Ucap pengawal Liou Xiang.
"Sadar lah Liou Xiang,kau harus berhenti minum,jika tidak aku tidak akan menemuimu lagi!",bentak meilin.
"Liou Xiang yang setengah sadar melihat wanita yang dia cari-cari ada dihadapan nya.
"Gadis kecil...?",ucap nya.
Meilin dan kedua pengawal tersebut segera membawa keluar Liou Xiang.
Mereka berjalan sampai dipinggiran danau,Liou Xiang yang setengah tidak sadar hanya bisa diam mengikuti mereka yang membawanya.
Meilin segera mengambil air danau dan menyiramkanya ke tubuh Liou Xiang.
"Nona apa yang kau lakukan",teriak pengawal.
Liou Xiang langsung tersentak dan di melihat gadis kecil didepanya sedang menatap nya.
"Kau sudah sadar?", tanya meilin
"Maaf kan aku yang sudah menyusahkan mu".
"Kenapa kau mabuk-mabukan seperti itu? ,aku tidak mau melihatmu seperti ini lgi".
"Aku sangat merindukanmu,beberapa hari ini aku mencari dirimu tapi aku tak kunjung menemukanmu".
"maaf kan aku Liou Xiang aku tidak bisa bebas keluar masuk seperti dulu,jadi aku bisa bebas menemuimu".
"Apa ibumu yang melarangnya,aku akan bicara padanya".
"Tidak bukan seperti itu,kau akan tahu saat waktunya sudah tiba".
"Mei'er aku ingin kau selalu bersama denganku".Liou Xiang menggenggam tangan Meilin.
Meilin melihat begitu tulus tatapan Liou Xiang padanya,dia merasa bersalah pada nya.
"Maafkan aku Liou Xiang",batin Meilin.
__ADS_1