Cinta Putri Mahkota

Cinta Putri Mahkota
episode 2


__ADS_3

Didalam ruangan yang sunyi hanya ada dua insan yang saling menatap,yang satu memandang dengan raut wajah marah dan yang satunya lagi nampak dengan raut wajah acuh nya,siapa lagi kalau bukan Meilin.


"Apa tujuan mu kemari",ucap Putra mahkota dengan sorotan mata yang tajam dan dengan nada tegasnya.


"Aku disini ingin melamar menjadi tabib istana,apa aku diterima".


Meilin tidak tahu siapa lelaki yang ada didepanya,jadi dia bersikap biasa saja.


Dari arah pintu terdengar suara pintu terbuka,seorang laki-laki tampan dengan badan kekar nya memasuki ruangan tersebut.


Meilin sampai bengong melihat dua pria tampan didepan nya.


"Ya ampun ganteng banget,so sweet aku mau dong jadi pacarnya".dalam hati Meilin.


Hormat yang mulia Putra mahkota,"hamba memberitahukan informasi bahwa pemberontak dari suku Chen akan menyerang


diperbatasan Utara kekaisaran Jia".


"Siapkan seluruh pasukan,kita akan segera ke perbatasan Utara".


Dengan raut wajah yang pucat Meilin menatap putra mahkota,"jadi...jadi...kau putra mahkota".Meilin bingung harus berkata apa.


"Kau ! sambil menunjuk Meilin,"besok kita akan kebperbatasan utara,buktikan ucapan mu jika ku seorang tabib". Seru Putra mahkota


"Xia Su,siapkan semua persiapanku",


Putra mahkota berlalu pergi meninggalkan Xia Su dan Meilin.


"Xia Su,"ucap Meilin


"Ada apa"


"Aku kan sekarang menjadi tabib di istana ini,kau bisa tidak mengantarkan ku ke tempat istirahatku, aku tidak tahu dan belum mengenal tempat ini?"


"Baik,aku akan mengantarmu".


"Sebelum kau pergi,lebih baiknya kita berkenalan dulu,namaku Ling."


tapi tidak ada respon dari Xia su,dia juga sama dinginya dengan putra mahkota,sama-sama seperti es balok.


"hemm, ayo ikut denganku".


"cuma dibalas heemm, dasar beruang kutub,yang satunya lagi seperti es balok"


gumam Meilin.


"Berhenti mengumpat orang lain di belakang"

__ADS_1


"Ehh siapa juga yang mengumpat,sok tau!”


"Kita sudah sampai,ini kamarmu?, siapkan dirimu besok,karena besok kau akan ikut kami ke medan perang".


"Baik,terimakasih sudah mengantarku,sekarang kau boleh pergi".


Xia su berlalu meninggalkan kediaman Meilin.


"Kamar ini sangat luas sekali,bahkan satu kamar seperti satu rumah kontrakan kalau dijaman ku,lebih baik sekarang aku istirahat karena besok aku akan ikut perang, what apa ikut perang!! tenang-tenang Meilin kau


pulas nya,sampai sampai keesokan harinya dia bangun kesiangan


Byurrrr.....


Putra mahkota menyiram air seember ke tubuh Meilin.


"Banjir-banjir" teriak Meilin.


Saat membuka matanya dua pria tampan sedang menatap Meilin,siapa lagi kalau bukan Putra mahkota dan Xia su.


"Tabib Ling,siapkan dirimu karena kita akan segera berangkat" ucap Xia su.


Dengan raut wajah marah Putra mahkota dan Xia su pergi meninggalkan Meilin.


(Disini author nulis nama "Tabib Ling" hanya nama panggila nya saja, Ling atau Meilin sama ya readers).


Semua rombongan pasukan kekaisaran Jia bergegas menuju perbatasan Utara.


Meilin tidak menyangka jika dari sekian banyak orang disini hanya dia yang perempuan,tapi tidak ada yang tahu kalau Meilin menyamar menjadi laki-laki dengan nama barunya yaitu "Ling".


"Sungguh lelah sekali,berjalan kaki terus seperti ini,Putra mahkota dan Xia su naik kuda,sedangkan aku jalan kaki bersama para prajurit,coba saja ada motor atau mobil pasti kaki ku tidak lelah seperti ini",desah Meilin.


Saat sampai ditengah perjalanan pasukan Putra mahkota diserang secara tiba-tiba oleh musuh.


Traang... trang..bunyi pedang saling beradu.


Meilin bersembunyi,dibalik pohon dia tidak mau ikut-ikut berperang,"itu urusan Putra mahkota dan Xia su",lebih baik sembunyi lebih aman",batinya.


Tanpa disangka Pasukan Putra mahkota tinggal sedikit,karena jumlah musuh yang terlalu banyak,Xia su dan Putra mahkota sampai kewalahan menghadapi musuh.


Meilin yang melihat dari jauh tidak bisa tinggal diam,dia harus membantu Putra mahkota dan Xia su.


Meilin segera melepas pakaian luarnya dan hanya memakai hanfu putih,kemudian melepas ikat kepalanya dan tak lupa memakai cadarnya,yang iya ambil dengan cara merobek bagian lengan pakaian yang iya pakai.


Meilin tampak cantik natural walau hanya memakai hanfu putih dan rambut panjang yang tergerai.


Meilin berlari mengambil pedang salah satu prajurit yang tewas dan menyerang lawan.

__ADS_1


Trang....trang, Meilin membantai semua musuh yang menghadangnya.


Putra mahkota dan Xia su terkejut,melihat wanita cantik dihadapan mereka,mereka sampai tidak berkedip melihat Meilin.


Tanpa disadari anak panah melesat menuju ke Putra mahkota, "awas yang mulia"teriak Xia su.


Putra mahkota yang menyadari Xia su berteriak segera memutar badanya dan melihat anak panah melesat ke arah nya,Meilin yang melihat itu langsung berlari menangkis anak panah tersebut.


Pandangan Putra mahkota dan Meilin saling beradu,mata putra mahkota tidak bisa berkedip melihat sorot tajam mata Meilin,kedua mata mereka saling memandang.


"Yang mulia,kau tidak apa-apa?, tanya Xia su


Suara Xia su membangunkan lamunan Putra mahkota dan Meilin,Meilin segera kabur dari tempat itu, Putra mahkota dengan cepat menarik cadar Meilin,Meilin segera menunduk dan berlari meninggalkan mereka.


"Siapa wanita tadi, kita belum belum sempat berterimakasih kepadanya yang mulia,kalau bukan karena dia membantu kita mungkin..... ",ucap Xia su yang kemudian dipotong Putra mahkota.


"Kita mungkin mati, itu tidak akan terjadi Xia Su,kau dengar itu !". kata putra mahkota penuh penekanan.


"kita tidak perlu berterimakasih kepadanya,karena kita tidak pernah meminta bantuannya,kau paham !".


"Hamba mengerti Yang mulia, Yang mulia kenapa hamba dari tadi tidak melihat tabib Ling,kemana dia".


"Sungguh merepotkan" desah Putra mahkota.


Teriakan seseorang memberhentikan percakapan Putra mahkota dan Xia Su.


"Kalian pasti sedang mencari diriku," tanya Meilin


"Untuk apa mencarimu" jawab putra mahkota


"Oke baiklah,kalau kau tidak membutuhkanku,aku akan pergi".


Putra mahkota ingin marah pada Meilin tapi iya urungkan karena melihat banyak prajurit yang terluka,yang segera membutuhkan penanganan.


"Kau jangan pergi,aku membutuhkanmu" Putra mahkota memandang kearah prajuritnya.


"Baiklah aku akan mengobati mereka,tapi dengan satu syarat".


"Tabib Ling kau tidak pantas berbicara seperti itu kepada Yang mulia." tegur Xia Su.


Putra mahkota mengangkat tangannya,yang tandanya, menyuruh Xia Su untuk diam.


" Baik, apa syaratmu ?", tanya putra mahkota kepada Meilin alias Ling .


"Nanti hamba hanya ingin pulang naik kuda,hamba tidak mau jalan kaki,karena kaki ku sepertinya mau copot"


"Baiklah , sesimpel itu sajakah keinginan pria aneh seperti tabib Ling", gumam Putra mahkota.

__ADS_1


Meilin segera mengobati para prajurit yang terluka,sebelum kembali ke istana.


__ADS_2