Cinta Putri Mahkota

Cinta Putri Mahkota
episode 10


__ADS_3

Meilin dibantu Chu sibuk meracik berbagai sayuran untuk dimasak kemudian menyiapkan berbagai makanan untuk Yang mulia permaisuri.


"Masakan ini apa namanya kak? ".


" Yang ini sayur asam,dan yang ini ayam bakar sambal pedas manis".jawab Meilin.


"Dari aroma nya saja sudah jelas terasa enaknya, kak nanti sebagian untuk kita ya ? ".


"Iya, sudah matang akhirnya, ayo kita bawa ke kediaman permaisuri,pasti dia sudah menunggunya".


Putra mahkota sampai diistana, sampai diistana seorang pelayan datang menghampiri putra mahkota.


"Yang mulia sudah ditunggu ibunda permaisuri".kata pelayan tersebut.


"Aku akan segera ke sana".


Putra mahkota segera membersihkan dirinya untuk menemui permaisuri.


"Ada apa ibunda menyuruhku untuk menemuinya? ".gumam putra mahkota.


Putra mahkota segera pergi ke kediaman permaisuri.


"Salam ibunda ayahanda,ada apa gerangan yang membuat ayahanda dan ibunda memanggilku kemari".


"Duduklah putraku,ada yang ingin ayah sampaikan padamu".


"Heng'er ayahanda sudah sangat tua,anak yang ayah miliki hanyalah dirimu,kau penerus ayah satu-satu nya".


"Maksud ayah".

__ADS_1


"Ayah ingin melihat mu menikah,kau sudah cukup dewasa bukan? ",tanya kaisar Jia.


"Tapi ayahanda? ".


"Benar kata ayahmu putraku,kami sudah menjodohkan mu dengan putri mahkota kekaisaran Hang,dan kau akan menikah dengannya kelak". kata Permaisuri.


Putra mahkota tidak menjawab pertanyaaan kedua orang tua nya,dia hanya diam, didalam hatinya yang paling dalam dia sudah menyimpan perasaan kepada wanita yang sudah menolongnya itu.


"Jika itu keputusan yang terbaik untukku,aku tidak bisa menolak permintaan ayah dan ibu".


Kaisar dan Permaisuri tersenyum bahagia melihat putra nya menyetujui pernikahan tersebut.


Seorang pelayan masuk keruangan dan menyampaikan sesuatu kepada permaisuri.


"Yang mulia, diluar ada tabib Ling dan pelayan Chu membawakan hidangan untuk Yang mulia".


"Baiklah suruh dia masuk",akhirnya dia menepati janjinya,.batin permaisuri.


"Makanan apa yang kau bawakan untuk kami tabib Ling".tanya permaisuri.


"Ini ada menu baru yang aku bawakan untuk Yang mulia,".


"Terimakasih tabib Ling kau sudah menepati janji mu,sepertinya ini sangat enak".


"Aku baru melihat menu masakan seperti ini tabib Ling",tanya kaisar .


"Ibuku yang selalu mengajari ku memasak yang mulia".


"Kau seorang laki-laki,tapi kau tidak malu melakukan pekerjaan wanita",tanya kaisar lagi.

__ADS_1


Putra mahkota yang menyadari kedua orang tua nya memuji Tabib Ling jadi merasa terganggu. putra mahkota ingin meninggalkan mereka tapi dihalangi permaisuri.


"Putraku kau mau kemana,ayo kita makan bersama,kau harus mencoba nya".tanya permaisuri.


Akhirnya putra mahkota menurut dia menikmati makanan tersebut.


"Kenapa seorang pria bisa memasak begitu enak seperti ini",batin putra mahkota.


Saat putra mahkota sedang menikmati makanan nya dia teringat kata-kata wanita yang sudah ia tolong hari ini.


"Tabib Ling apa kau mau mengajariku cara membuat beberapa obat untuk menyembuhkan luka",tanya putra mahkota".


Kaisar dan permaisuri yang mendengar ucapan putranya jadi saling menatap satu sama lain.


"Sejak kapan putraku mau belajar tentang herbal, dari kecil dia selalu ingin belajar bela diri,tapi kali ini sungguh aneh",batin kaisar.


"Putraku belajar meracik obat itu bukan hal yang sangat mudah,jika kau salah meraciknya nanti bukanya menjadi obat tapi akan menjadi racun",kata permaisuri.


"Emmmm tidak ibu,aku akan belajar dengan hati-hati".


"Bagaimana Tabib Ling,apa kau mau mengajari ku",tanya putra mahkota.


Meilin memandang adik Chu, dan Chu memberi isyarat mengangguk yang berarti iya .


"Baik Yang Mulia putra Mahkota,dengan senang hati, hamba jadi merasa sangat terhormat ".


"Setelah selesai ini,aku akan ke kediaman mu, sekarang kau boleh pergi".


Meilin dan Chu segera pergi dan menuju ke kediamannya.

__ADS_1


"


__ADS_2