Cinta Putri Mahkota

Cinta Putri Mahkota
episode 4


__ADS_3

Didalam ruangan belajar seseorang sedang sibuk membaca buku,bukan nya dibaca palah cuma dibolak balik.


"Kenapa dengan diriku,kenapa aku merasa bersalah pada tabib Ling,sepertinya aku harus bertanya pada Xia su apa yang terjadi padaku kemarin".


"Xia Su",panggil Putra mahkota


..."Hamba menghadap Yang Mulia,ada yang bisa hamba lakukan untuk Yang Mulia".tanya Xia Su"....


..."Apa yang terjadi padaku kemarin,kenapa tabib Ling (Meilin) bisa tidur di kamarku,kau tau aku bisa saja menghukumnya dengan 50 kali cambuk karena sudah lancang tidur di kamarku''....


"Ampun beribu ampun Yang mulia,hamba tidak bermaksud menyinggung Yang mulia,sebenarnya Tabib Ling lah yang merawat Yang mulia semalaman,karena Yang mulia kemarin tiba-tiba pingsan dan badan nya demam".


"Apa,kenapa kau tidak memberitahuku dari tadi pagi,!".


"Ampun Yang mulia".


"Aku sudah berbuat keterlaluan kepada nya ".


"Memang apa Yang mulia lakukan kepada tabib Ling" ,tanya Xia Su.


"Aku menyiramnya dengan air, aku tidak mendengarkan penjelasanya terlebih dahulu, aku merasa bersalah kepadanya".


"Xia Su,antar aku ke kediaman tabib Ling?".


Seseorang menguping percakapan mereka berdua.


"Aku harus memberitahukan kedatangan Putra mahkota kepada tabib Ling".ucap pelayan Chu


Dia segera menuju kediaman tabib Ling,sebelum Putra mahkota sampai di sana.


Tok...tok..tok...


"Tabib Ling...tabib Ling...,kenapa dia tidak menjawab ?”.


"Lebih baik aku langsung masuk saja dan memberitahukan informasi ini".


"Tabib Ling...tabib Ling ".


Tetap tidak ada jawaban,sedangkan yang dipanggil sedang tertidur didalam bak mandi karena kelelahan menjaga Putra mahkota.


"Apa dia dikamar mandi, tabib Ling".

__ADS_1


Tetap saja tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi.


" Sepertinya dia sedang keluar,aku ingin numpang ke kamar mandinya aku sudah ingin buang air kecil dari tadi".


Aaaaaah....aaaaaah......!!!!!!,teriak pelayan Chu.


Teriakan pelayan Chu membangunkan Meilin,


Meilin kaget setengah mati mendengar teriakan pelayan Chu,dia langsung mengambil handuk dan menutupi tubuhnya.


"Tabib Ling ,Kau ...kau ..kau wanita".


tanya Pelayan Chu dengan badan gemetarnya.


Meilin segera membungkam mulut pelayan Chu dengan tangan nya.


"Ssttttzzzz....sssttzzzzz.....,kau bisa diam tidak aku akan menjelaskannya padamu nanti,


dan kenapa kau datang kemari",tanya Meilin.


"Putra mahkota akan segera kemari".


"Apa, bagaimana ini aku belum siap-siap".


Segera Meilin bersiap-siap dibantu pelayan Chu.


Suara pintu terbuka,Putra mahkota melihat pelayan Chu dan tabib Ling berduaan dikamar.


"Apa yang sedang kalian lakukan,kenapa kalian berduaan disini."tegas Putra mahkota.


Tabib Ling dan Pelayan Chu segera memberi hormat kepada Putra mahkota.


"Maaf Yang mulia,hamba bisa disini karena hamba mengantarkan makanan kesini,tapi saya melihat keadaan kamar tuan Ling berantakan jadi hamba bermaksud membantu merapikannya".ucap pelayan Chu.


"Benar apa yang dia katakan tabib Ling".


"Benar Yang mulia,apa yang dikatakan pelayan Chu".


"Baik kali ini aku percaya padamu,tapi sampai aku melihat kalian berdua lagi,aku akan menghukum kalian ,karena tidak sepatutnya pria dan wanita berduaan didalam kamar".


"Tabib Ling,aku kemari karena aku ingin minta maaf kepadamu", tegas Putra mahkota sambil mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Apa kau memaafkan ku"


"Hamba sudah memaafkan Yang mulia,tapi hamba ingin meminta ijin sebelumnya".


"Ijin apa tabib Ling".tanya Putra mahkota


"Hamba ingin bebas keluar masuk istana,karena hamba harus mencari tanaman obat di hutan,karena stok tanaman obat diistana sudah mulai berkurang".


"Baiklah kalau itu mau mu,aku mengijinkannya".


"Terimakasih Yang mulia",


Dalam hati Meilin dia bersorak gembira seperti burung yang keluar dalam sangkarnya,karena ia bisa bebas pergi kemanapun dia mau.


Rombongan Putra mahkota pergi meninggalkan kediaman tabib Ling,hanya tinggal tabib Ling dan pelayan Chu.


Pelayan Chu segera masuk kedalam dan menutup pintunya.


"Hei..coba jelaskan padaku kenapa kau menyamar menjadi pria disini",tanya pelayan Chu dengan penasaran.


"Aku tidak punya siapa-siapa disini jadi aku butuh tempat tinggal dan makan jadi aku menyamar saja menjadi tabib disini supaya aku dapat penginapan dan makanan gratis disini".


"Aku tidak tahu hidup diistana akan serumit ini".


"Namaku Meilin,kau bisa panggil aku terserah kau saja".


"Baik aku mengerti,karena aku lebih muda darimu,kau bisa panggil aku adik Chu,dan aku panggil kau kakak bagaimana?”,tanya pelayan Chu.


"Baik adik Chu,sekarang kita berteman,tapi kau harus menyimpan rahasia ini rapat-rapat jangan sampai ada yang tahu tentang ini".


"Baik kak, oh ya kak bagaimaana kalau besok kita jalan-jalan kepasar".Tanya pelayan Chu.


"Baik aku setuju,sekarang lebih baik kau kembali ke kediaman mu adik Chu".


"Baik kak,sampai nanti".


Dengan hati gembira pelayan Chu meninggalkan tabib Ling,akhirnya dia bisa memiliki teman sekaligus kakak disini.


>>Kini rahasia Meilin sudah ada yang mengetahui,sampai kapan Meilin bisa menyembunyikan identitasnya dengan menyamar menjadi tabib Ling?


baca terus ceritanya jangan sampai ketinggalan setiap episodenya.

__ADS_1


buat readers,jangan lupa vote dan komen karya pertamaku ku ini ya...????


__ADS_2