
Suasana gaduh ditengah alun-alun ibu kota,membuat semua orang berbondong -bondong menghampiri asal muasal suara tersebut.
"Ada apa ini,kenapa ramai sekali?".
ucap Meilin.
Salah seorang pria dengan memakai pakaian prajurit kerajaan menyampaikan sesuatu.
"pengumuman-pengumuman, bagi siapa saja yang mempunyai kemampuan dalam bidang pengobatan,saat ini istana sedang mencari seseorang untuk menjadi tabib di istana,dan diutamakan laki-laki".
Selesai membacakan pengumuman tersebut prajurit bergegas meninggalkan ibu kota.
"Ahh, aku tidak mau menjadi tabib istana,apa lagi diistana banyak sekali unsur kecurangan,lagian yang dibutuhkan kan seorang laki-laki,mana aku bisa?"
Meilin terus bergumam dalam hatinya," tapi aku disini tidak memiliki tempat tinggal,tidak punya uang,lebih baik aku kembali ketempat awal aku berada., tapi itu tidak mungkin,aku tidak tau jalan pulang dan aku juga tidak tau siapa namaku didunia ini",.
Pikiran Meilin terus berputar-putar diotaknya.
__ADS_1
" Ahhaaaa.....!aku punya ide,kenapa aku tidak menyamar saja menjadi laki-laki dan menjadi tabib diistana,disana aku bisa tidur dan makan gratis, asyiknya".
Tanpa berfikir panjang,Meilin segera mengubah penampilanya menjadi pria,dengan menambahkan kumis tipis diatas bibirnya.
"Lumayan tampan?" gumamnya sambil menatap cermin. ia membeli beberapa pakaian pria dari sisa uang yang ia dapat dari nyonya yang sudah ia tolong kemarin.
Sampailah Meilin didepan gerbang istana.
"kau mau apa,pria kecil" ucap salah seorang prajurit.
"Masuklah,kau tinggal lurus saja,nanti disebelah kiri ada ruangan khusus intograsi",ucap prajurit .
"ye ye ye aku berhasil masuk istana,tinggal satu lagi rintangan ku,masuk ruangan intograsi,semoga saja aku tidak ketahuan kalau aku wanita."
Saat Meilin masuk kedalama ruangan tersebut iya celingak celinguk seperti orang kebingungan,di lihatnya seorang laki-laki tampan duduk didepan mejanya sambil membaca buku.
"Tampan sekali laki-laki itu,tapi raut wajahnya seperti es balok",gumam Meilin.
__ADS_1
"Kau tau!,hukuman apa yang didapat jika seseorang berbohong kepada anggota kerajaan,ucap putra mahkota Jia heng sambil menatap Meilin.
"aku tidak tahu ?".
"Hukumanya adalah mati".
Sambil susah menelan ludahnya,
"apa dia tau aku menyamar disini?gumamnya".
"aku tidak berbohong disini,aku hanya ingin bekerja melayani anggota kerajaan,apa kau menuduhku berbohong,sambil menunjuk jarinya kearah putra mahkota".
"sungguh tidak punya sopan santun,berani sekali kau berbicara seperti itu didepanku, siapa namamu dan kau dari keluarga mana!.
Meilin bingung apa yang harus ia jawab,
..."Namaku Ling,aku tidak punya keluarga,aku masuk keistana ini sekalian aku ingin mengabdikan diri ku disini,aku tidak punya tempat tinggal ." ucap Meilin dengan nada lemasnya....
__ADS_1