
Setelah seharian berkeliling pasar sikap Putra mahkota Liou Xiang berubah,dia yang tadinya pendiam sekarang jadi mudah tersenyum.
"Kenapa aku memikirkan gadis itu,dia sungguh menarik, aku penasaran siapa gadis itu sebenarnya". Putra mahkota Liou tersenyum senyum sendiri tanpa disadari sudah ada yang memperhatikan nya dari tadi.
"Sepertinya putraku sedang jatuh cinta".
"Ah ibunda membuatku kaget saja,tidak ibunda aku hanya sedang senang saja".
"Bisa kau ceritakan apa yang bisa membuatmu tersenyum senyum sendiri seperti itu putraku",tanya permaisuri Xia He
"Emmmm aku akan memberitahu ibu nanti, lalu kenapa ibu kemari" tanya Putra mahkota Liou
"Apakah putraku sudah lupa,kau berjanji akan membelikan ibumu ini tusuk rambut yang indah bukan?".
"Ah aku sampai lupa ibu".
"Kau lupa atau memang sengaja melupakan nya,coba ceritakan kepada ibu wanita mana yang sudah memikat putraku ini,sampai dia melupakan ibunya ?
Permaisuri masih saja merayu putranya untuk berterus terang.
"Maaf kan aku ibu,tapi aku berjanji lusa aku akan membelikan nya untukmu,".
Putra mahkota Liou langsung memeluk ibunya,bahwa ia berjanji lusa akan membelikan tusuk rambut untuk ibunya,dia berharap bisa bertemu Meilin dikemudian hari.
Ditempat lain....
"Sepertinya aku harus banyak menambahkan ginseng kedalam campuran obat ini".
Meilin tengah asik meracik obat-obatan tak terasa tiba-tiba perutnya merasa sangat lapar.
"Kenapa adik Chu lama sekali belum mengantarkan makanan ke tempatku !".
Tok...tok...tok..
Meilin segera membuka pintunya dia berharap Chu yang datang.
"Ayo cepat masuk,",Meilin lngsung menarik tangan Chu.
"Kenapa kau lama sekali mengantarkan makanan nya,aku sudah menunggumu dari tadi,aku sudah sangat lapar".
"Maaf kak,aku agak telat,karena ada acara penyambutan hari ini".
"Siapa yang akan disambut adik ?". tanya Meilin.
"Apa kakak tidak tahu,kalau hari ini Yang mulia kaisar dan Permaisuri kembali ke istana".
"Oh....mana makanan ku,aku sangat lapar".
Chu langsung memberikan makanan tersebut ke Meilin.
"Adik apa diistana ini tidak ada makanan yang lezat,kau selalu saja membawakan ku makanan seperti ini terus",lama-lama aku bisa kurus disini.
"Kak ini tuh makanan paling enak disini", sambil menunjukan makanan tersebut.
"What...! ini paling enak !".
"Kenapa kakak teriak-teriak,apa yang kakak ucapkan barusan".
"Ah lupakan saja".
"Huh Kakak menyebalkan".
"Apa adikku ini marah?,Rayu Meilin.
Chu tetap saja memalingkan wajahnya tidak mau menatap Meilin.
"Baik kalau kau marah,aku tidak akan mengajari mu memasak?".
__ADS_1
"Kakak mau mengajariku memasak,memang nya kakak bisa ?".
"Tentu bisa? ,sekarang kau ambil bahan sayuran dan sebagainya di dapur, kita akan memasak disini".
"Dapur kakak kan digunakan untuk meracik obat,kalau digunakan untuk memasak nanti ketahuan Putra mahkota bagaimana?".
"Serahkan semuanya padaku,cepatlah ambil sana bahan-bahannya ?.
"Baik kak",. Chu segera ke dapur mengambil bahan-bahan untuk memasak.
Di gerbang istana semua nya sudah dipersiapkan,sebagaian para pelayan,perdana menteri dan seluruh anggota kerajaan termasuk Putra mahkota Jia Heng,berkumpul untuk menyambut kedatangan Kaisar Jia Xun dan Permaisuri Wei Lan. Semuanya menunduk hormat kepada keduanya.
"Ayahanda Ibunda,bagaimana kabar kalian selama diperbatasan,aku sangat merindukan kalian", tanya Putra mahkota Jia Heng.
"Kami baik-baik saja,aku juga merindukanmu Heng'er".jawab Permaisuri Wei Lan.
"Bagaimana keadaan istana selama kami tinggal putraku,apa ada masalah ?",tanya kaisar Jia Xun.
"Disini aman dan terkendali ayahanda".
"Heemmm baiklah aku percaya padamu,kelak semua yang ada disini kau yang mengurusnya,karena kau satu-satunya penerus ayahanda".
"Heng'er,sudah lama ibu tidak berkeliling istana,mau kah kau mengajak ibumu ini berkeliling sebentar?".
"Ibu lebih baik istirahat saja,apa ibu tidak lelah setelah beberapa hari perjalanan".
"Sudahlah ayo ,ibumu ini hanya ingin mengecek saja apa ada perubahan disini selama ibu tinggal".
Permaisuri berjalan mengelilingi istana,mau tidak mau Putra mahkota mengikuti nya.
Dikediaman tabib Ling.....
"Kau harus memasaknya seperti ini ?".
"Kak untuk apa rempah-rempah itu,bukanya untuk obat kenapa kau jadikan bumbu masak,?"tanya Chu.
"sudah lama aku tidak makan enak dijaman ini,tidak dijaman modern ibu selalu membuatkan ku makanan lezat setiap hari",batin Meilin.
"waaww.....bau nya harum sekali,pasti sangat enak,ngomong-ngomong kakak belajar memasak dari mana?".
"Ya dari youtube lah,di google juga banyak pilihanya"
"Apa itu kak,ut....uutubb ogle,tanya Chu.
"Uupz,maksudku dari buku,buku lama gitu,hehehe". kau ini aku jelaskan juga apa ya kau mengerti gumam Meilin.
Putra mahkota bersama Permaisuri Wei Lan berkeliling istana,tiba-tiba Permaisuri Wei Lan berhenti.
"Kenapa ibu berhenti",tanya Putra mahkota Jia Heng.
"Emmmm bau wangi apa ini,seperti bau orang memasak,tapi masakan apa yang bau nya seenak ini".
Permaisuri berhenti didepan pintu kediaman tabib Ling.
"Ibu,mungkin ini aroma racikan obat yang tabib Ling buat".
"Owww jadi ini kediaman tabib Ling,tabib baru itu".
"Apa ibu mengetahuinya",tanya putra mhkota penasaran.
"Ah tidak, ibu tidak mengenalnya,ibu ingin melihat kedalam sekalian bertemu dengan tabib Ling".
Didalam ruangan Meilin dan Chu tidak menyadari kalau ada Putra mahkota dan Permaisuri diluar
Meilin dan Chu sedang mencoba masakan yang baru mereka masak.
"Emmmm,ini enak sekali kak, aku baru sekali ini memakan dan melihat masakan aneh seperti ini". Chu memakan dengan rakus nya.
__ADS_1
"Kau pelan-pelan adik,nanti kau tersedak".
Saat mereka tengah asyik menyantap makanan tiba-tiba pintu terbuka. Chu kaget karena yang datang kali ini bukan Putra mahkota saja tetapi bersama Permaisuri.
Chu segera bangkit dan menyuruh Meilin bangkit dan menunduk hormat.
"Salam Yang Mulia Permaisuri,salam Putra mahkota",hormat mereka berdua.
"Duduklah,sepertinya aku menggangu waktu makan kalian",ucap permaisuri.
"Tidak...tidak Yang Mulia, sungguh kau tidak menggangu kami, apakah Yang Mulia ingin ikut makan bersama kami",tanya Meilin.
Putra mahkota dan Chu menatap tajam Meilin,karena Meilin tidak sopan berbicara seperti itu didepan Perrmaisuri.
"Mari ibu kita keluar dari sini",tanya Putra mahkota.
"Tidak tunggu!", permaisuri memperhatikan meja makan didepan nya.
"Masakan apa itu,dan siapa yang memasak makanan aneh seperti ini",tanya permaisuri.
"Yang Mulia ,semua ini yang memasak adalah tabib Ling".jawab Chu.
"Yang mulia apa kau berkenan mencoba masakan ini",tanya Meilin.
Permaisuri segera duduk didepan meja makan dan menyuruh Putra mahkota ikut duduk di sebelahnya.
"Ayo sini duduk,ibu ingin mencoba masakan aneh ini".
"Tapi ibu".
"Baru pertama kali kau bertemu ibu saja ,kau sudah bisa menarik perhatianya",batin Putra Mahkota dengn raut wajah sebalnya menatap wajah Meilin.
Meilin yang ditatap Putra mahkota,merasa senang bisa membuatnya marah.
"Hahahaha kau ingin bermain-main dengan ku Putra mahkota, kita lihat saja siapa yang akan menang menaklukkan permaisuri"batin Meilin.
Permaisuri tengah asyik menyantap makanan tersebut sedangkan putra mahkota enggan memakannya,karena ia merasa tidak enak jika makan bersama para pelayan.
"emmmm,ini enak sekali?" puji permaisuri.
"Benarkah Yang Mulia,kalau begitu aku akan memasaknya setiap hari dan memberikan nya kepadamu ".
"Tentu, aku juga ingin nanti jika memiliki menantu yang bisa masak seperti dirimu" jawab Permaisuri.
"uhuk....uhuk",tiba-tiba Meilin tersedak,Chu yang melihat kejadian itu hanya bisa
tersenyum.
"Kau kenapa tabib Ling,kau harus minum yang banyak, dan kau putraku apa kau tidak mau mencobanya,ini sangat enak".
Putra mahkota yang dari tadi menatap dingin Meilin,terasa ingin mengeluarkan amarahnya,tiba-tiba Permaisuri menyuapkan makanan tersebut ke mulut Putra mahkota, putra mahkota tidak bisa menolak dan akhirnya mengunyah makanan tersebut.
"Heemmm ini benar-benar enak", batin putra mahkota.
Tanpa disadari putra mahkota sudah menghabiskan satu piring makanan tersebut.
Mereka yang ada dimeja makan memperhatikan putra mahkota yang makan dengan lahapnya.
Putra mahkota yang merasa diperhatikan langsung berhenti mengunyah makanan tersebut.
"Emm seperti nya kita harus segera kembali ibu,tidak baik jika ibu berlama-lama disini".
"emmm baiklah, dan kau Tabib Ling jangan lupakan janjimu tadi ?".
"Baik Yang Mulia" jawab Meilin
Putra mahkota dan Permaisuri segera meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1