
Mereka pun pergi ke toko itu. Teman-teman Jean sudah tidak sabar ingin melihat ekspresi wajah teman kampus mereka.
Jean: Kalian kenapa senyum-senyum sendiri sih.
Nia: Gak ada apa-apa.
Jean: Jangan sampai kalian gila,kasihan dokter di sini.
Nia: Maksud kamu?
Jean: Ya,ntar kalo kalian gila dokter di sini capek mengurus kalian,pasti dokter nya kalian cakar-cakar.
Nia: Ya,kalo kami gila kamu dulan yang kami cakar-cakar.
Mama Jean: Ada apa nih?
Nia: Lihat Jean,tante. Kami di bilang gila.
Mama Jean: Jean,kamu kenapa ngomong kayak gitu sayang?
Jean: Gak ada mama. Dasar tukang ngaduh.
Nia: Bodoh amat.
Mereka pun sampai di toko itu.
Nia: Lihat,itu dia.
Lisa: Ya,benar bangat.
Nia: Ok,siap kan handphone,kita live di Instagram.
Lisa: Ok
Mama Jean: Kita udah di sini, kalian lihat-lihat ada yang cocok untuk kalian.
Nia: Ok,tante. Kami ke sebelah sana.
Mama Jean: Baik lah.
__ADS_1
Mereka pun diam-diam menghampiri teman nya itu. Saat itu kebetulan teman nya lagi live.
Nia: Hai,Sasha. Kamu lagi belanja,ya?
Sasha: Hai
Di dalam hati Sasha
(Mereka benaran ada di sini)
Sasha belum sadar kalo dia nya masih live.
Lisa: Kamu lagi liburan di sini,ya?
Sasha: Ya.
Lisa: Oh
Sasha: Gak usah dekat-dekat bangat deh,mang nya kita teman dekat. Badan aku bisa gatal-gatal nih kalo dekat kalian.
Lisa: Gak usah sombong deh,emang nya kami mau gitu temanan sama orang kayak loe.
Sasha: Alah,paling kalian ke sini itu cuman lihat-lihat doang.
Nia: Hai teman-teman,ini kami ketemu dengan Sasha. Tadi, kalian udah lihat kan live nya, ternyata gadis yang kata nya baik,cantik itu sangat sombong.
Sasha: Maksud mu apa,live kayak gitu.
Lisa: Hak kami lah,kamu aja yang dari tadi live aja,kami gak ada komentar.
Sasha: Apa?
Dia pun tersadar kalo dia masih live. Dia pun segera mengakhiri live-nya.
Sasha: Kalian itu cuman orang miskin.
Britney: Hai,tutup mulut mu. Biasa kan sopan ngomong dengan orang.
Sasha: Loe,itu siapa? Miskin aja sombong.
__ADS_1
Papa Sasha: Sasha, mereka siapa?
Sasha: Mereka itu teman satu kampus aku itu loh,papa.
Mama Sasha: Yang miskin itu. Bisa juga liburan ke Amerika dan datang belanja ke sini?
Sasha: Paling mereka pinjaman uang.
Mama Sasha: Hahahaha hahahaha,pasti nya itu.
Papa Sasha: Sudah,gak usah ngobrol dengan orang miskin itu.
Jean merasa mereka sudah ke terlaluan,Jean merasa mengenal papa nya Sasha. Dia pun segera memanggil kedua orang tua nya dan menceritakan semua perkataan keluarga nya Sasha. Papa Jean sangat marah dan menghampiri mereka.
Papa Jean: Ada apa ini?
Papa Sasha: Anda kan? Pak William.
Papa Jean: Ya.
Mama Jean: Kalian kenapa sayang? Siapa yang menghina kalian?
Jean: Mereka mama.
Mama Jean: Kalian menghina mereka?
Papa Sasha: Mereka anak bapak William?
Papa Jean: Ya, mereka anak saya. Anda sudah berani sekali menghina anak saya.
Mama Sasha: Bukan nya anak bapak hanya ada satu,ya.
Mama Jean: Mereka memang bukan anak kandung saya, mereka teman anak saya.
Jean: Saya anak nya. Mereka ini teman saya.
Sasha: Kamu itu gak pantas berteman dengan orang miskin,cocok nya itu berteman dengan saya aja,kita kan sama-sama orang kaya.
Mama Sasha: Yang di bilang anak saya benar. Mendingan anak nya Jeng Margaretha gak usah berteman dengan mereka.
__ADS_1
Jean benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan omongan keluarga Sasha. Papa nya Jean benar-benar sudah merasa harga diri anak nya di injak-injak. Papa nya Jean, menatap wajah mereka, mereka berusaha menahan tangisnya.
Bersambung....