
Mama Jean: Sudah lah Angel,lebih baik kamu istirahat saja. Jangan terlalu banyak pikiran. Semua nya akan baik-baik saja.
Mama Britney: Ya, terima kasih Margaretha.
Mama Jean pun mematikan telepon nya.
Jean: Mama,besok semua nya akan baik-baik saja kan?
Mama Jean: Ya,sayang. Semua nya akan baik-baik saja. Kamu gak usah khawatir.
Nenek Jean: Tenang aja sayang,besok lihat nenek kamu ini beraksi.
Jean: Baik lah nenek.
Tante Jennie: Ingat umur mama,ntar mama encok pula.
Nenek Jean: Tenang saja sayang. Besok mama akan beraksi dengan baik.
Hahahaha.... Hahahahaha....
Mereka tertawa dengan lepas. Tapi,Jean masih kepikiran. Sampai sekarang,Andre tidak ada menghubungi nya. Mungkin saja dia sangat marah. Jean,jadi serba salah.
Mama Jean: Oh,ya,Jean. Mama ingin lihat nilai semester kamu.
Jean: Oh,ya. Tunggu sebentar ya mama. Jean ambil ke kamar dulu.
Mama Jean: Ya, sayang.
Jean pun segera ke kamar untuk mengambil hasil nilai semester nya.
Jean: Ini mama.
Mama Jean: Wah, nilai kamu sangat bagus sayang. Mama gak nyangka nilai kamu sebagus ini.
Papa Jean: Mana,papa juga mau lihat.
Mama Jean: Ini,papa.
__ADS_1
Papa Jean: Nilai kamu bagus sekali sayang. Kamu benar-benar anak yang berbakat.
Jean: Ya,dong papa. Aku udah pilih kuliah sampai ke sini. Jadi,aku gak mau menyia-nyiakan semua nya.
Papa Jean: Ya, sayang. Papa mengerti maksud kamu. Tapi,ingat jangan terlalu di paksakan.
Jean: Ya, papa.
Mama Jean: Ya,sudah kita istirahat saja dulu. Besok kita harus pagi-pagi datang ke rumah Britney.
Jean: Ya, mama.
Mereka pun segera masuk ke kamar masing-masing. Saat di kamar Jean terus memperhatikan handphone nya,tetap saja tidak ada telepon dari Andre. Dia bingung sekali. Dia ingin menelepon Andre duluan. Tapi,takut Andre kira aku memberi harapan pada nya.
"Lebih baik aku telepon dia saja. Biar aku tahu,dia tersinggung atau tidak"
Jean pun menelepon Andre. Dia sudah mencoba menelpon Andre. Tapi,Andre tidak mengangkat telepon nya.
" Mungkin saja dia lagi sibuk,sebaik nya besok saja,aku coba menelepon nya"
Jean pun segera istirahat. Besok mereka harus pagi-pagi ke tempat Britney. Malam hari pun berlalu dengan sangat cepat. Jean pun bangun pagi sekali. Dia segera mandi dan bersiap-siap. Setelah itu Jean ke ruang makan.
"Pagi,juga sayang"
Mama Jean: Sini sayang kita sarapan dulu.
Jean: Ya,mama.
Papa Jean: Seperti nya sarapan nya sangat enak sekali.
Tante Jennie: Ya,lah. Masakan bibi kan paling enak.
Papa Jean: Ya,benar. Dari kita kecil sampai sekarang, Masakan bibi paling enak.
"Ya,Tuan. Masakan bibi biasa aja."
Tante Jennie: Gak bibi. Semua nya enak.
__ADS_1
"Terima kasih nona. Saya senang bisa bekerja dengan keluarga ini,kalian sudah banyak membantu saya"
Nenek Jean: Bibi,jangan bilang kayak gitu. Semua yang kami kasih,tidak dapat membalas semua kebaikan bibi.
"Terima kasih nyonya tua"
Mama Jean: Ya,sudah kita makan dulu.
Mereka pun semua sarapan dengan tenang. Selesai sarapan mereka duduk di ruang tamu dulu.
Mama Jean: Lebih baik kita berangkat sebentar lagi saja. Tunggu mereka dulu yang datang ke rumah Angel.
Papa Jean: Ya,sayang. Jean coba telepon Britney dulu.
Mama Jean: Ya,sayang. Mama mau ngomong dengan tante Angel.
Jean: Ya, mama.
Jean pun menelepon Britney....
Jean: Halo, Britney.
Britney: Ya,Jean. Ada apa Jean?
Jean: Britney, mama aku mau ngomong dengan tante Angel.
Britney: Tunggu sebentar,Jean.
Jean: Ya, Britney.
Mama Britney: Halo
Mama Jean: Halo Angel. Bagaimana,sudah kah mereka menghubungi kamu?
Mama Britney: Sudah Margaretha. Kata nya mereka akan tiba, kira-kira 20 menit lagi.
Mama Jean: Baik lah Angel,kami akan segera ke sana.
__ADS_1
Mama Britney: Ya,angel.
Bersambung.....