
Mereka pun memesan makanan mereka. Sambil menunggu pesanan mereka, mereka asyik ngobrol.
Papa Jean: Kenapa kalian pergi begitu aja?
Papa Britney: Maafkan kami William.
Papa Jean: Kalian tahu,kami terus mencari kalian. Bertanya sana-sini seperti orang gila.
Mama Jean: Kamu tahu Angel, Mitta mengira kamu pergi meninggalkan kami karena dia pernah membentak mu. Dia setiap hari menangis dan menyalahkan diri nya.
Mama Britney: Maafkan aku Margaretha. Aku tidak pernah marah pada nya. Aku tahu,dia marah itu karena sayang dan peduli sama aku. Hanya saat itu aku tidak ingin menyusahkan siapa pun.
Mama Jean: Angel,kita berteman sudah lama. Senang dan susah kita lalui bersama. Kenapa di saat kamu susah,kamu tidak ingin berbagi dengan kami?
Mama Britney: Saat itu keadaan nya benar-benar sulit sekali. Keluarga aku memaksa aku untuk menikah dengan pengusaha kaya. Aku selalu menolaknya.
Mama Jean: Jadi,yang di omongin bibi Rani itu benar?
Mama Britney: Ya,aku di paksa menikah dengan orang lain. Aku tidak ingin berpisah dengan Charlie. Aku selalu mengajak nya untuk menikah dengan cara diam-diam. Tapi, Charlie menolak nya. Karena dia ingin tunjukkan kepada orang tua aku,kalau dia bisa sukses.
Papa Britney: Ya,begitu lah. Sekuat tenaga apa pun aku membuktikan,kedua orang tua nya belum mau menerima aku. Sampai akhirnya?
Mama Jean: Apa?
Mama Britney: Aku di kurung di kamar seperti tawanan. Saat kalian mencari aku dan papa aku bilang aku sedang berlibur,semua nya bohong. Aku menyuruh Charlie untuk membeli tiket pesawat menuju Canada,awal nya dia tidak mau,aku mengancam nya,jika dia tidak mau,aku akan bunuh diri.
__ADS_1
Mama Jean: Segitu berani nya kamu?
Mama Britney: Saat kedua orang tua aku lagi melakukan perjalanan bisnisnya,aku diam-diam mengambil pasport aku. Saat itu lah aku kabur dari rumah dan langsung ke bandara.
Papa Britney: Sebenarnya kedua orang tua Britney,telah mencari kami sampai ke Canada,hanya mereka tidak dapat menemukan kami. Semua data tentang diri kami,kami ganti semua nya.
Papa Jean: Memang nya bisa?
Mama Britney: Sebenarnya agak sulit,hanya untung saja Charlie punya teman yang bisa bantu kami.
Mama Jean: Apakah sampai sekarang kedua orang tua kamu seperti itu?
Mama Britney: Tidak Jean. Setelah Britney lahir,sifat orang tua aku berubah total. Pernikahan kami diterima dan telah di akui oleh mereka.
Mama Jean: Apa?
Dengan nada marah dan langsung memukul jidat mama Britney.
Mama Jean: Kamu sering liburan ke Indonesia. Tapi, kenapa kamu gak datang menemui kami?
Mama Britney: Aku kira kalian sudah tidak ingin berteman dengan aku lagi.
Mama Jean: Kamu ini,ya?
Mama Britney: Maafkan aku ya Margaretha.
__ADS_1
Mama Jean: Kamu lagi Charlie,bukan nya ngajarin istri nya.
Papa Britney: Aih,Aku kena juga. Aku dah ajak dia dan ingatkan dia. Dia nya selalu jawab nya takut.
Mama Jean: Takut apa?
Mama Britney: Takut sama Mitta.
Mama Jean: Ngomong-ngomong masalah Mitta,ini nama nya Rara,anak nya Mitta. Kalian tahu sifat nya sama kayak Mitta,tomboy.
Mama Britney: Tapi,ini bisa dandan pun. Kalo Mitta kan gak bisa dandan sama sekali.
Jean: Tante gak tahu aja ini bujuk nya butuh pengorbanan yang besar dan kami harus keluar kan pulus,supaya mau.
Nia: Benar Tante. Ini anak rada ada gila nya,ini aja belum sempat minum obat.
Rara: Apa? Kamu,ya, ngomong nya suka-suka aja.
Jean: Tapi, Rara yang di bilang Nia itu benar. Lihat tabungan kami habis untuk menyogok kamu.
Rara: Gak tahu malu. Yang bayar semua belanjaan aku itu om dan tante,jadi kalian semua masih punya hutang sama aku.
Mereka pun pura-pura gak dengar.....
Bersambung.....
__ADS_1