
Papa Jean dan Papa Britney pun kesabaran nya sudah habis. Dengan nada tegas papa Jean ingin memperjelas siapa teman-teman Jean.
Papa Jean: Kamu tahu, apa yang sudah kamu perbuat dan keluarga kamu?
Papa Sasha: Saya tidak mengerti maksud Anda.
Papa Jean: Kamu tidak mengerti?
Mama Jean: Dari tadi mulut Anda dan keluarga Anda sudah menghina anak kami.
Papa Sasha: Kami tidak ada menghina anak Anda.
Papa Jean: Nia,Rara,Lisa,Lala, Kemarilah.
Mereka pun segera menghampiri papa Jean.
Nia: Ya,om.
Papa Jean: Kamu mengeluarkan kata-kata itu pada mereka kan?
Sasha: Ya,om. Mereka pantas mendapatkan nya.
Papa Sasha: Saya tidak bertanya kepada kamu.
Papa Sasha: Ya, omongan itu kepada mereka.
Papa Jean: Kamu tahu,nasib proposal kamu ada di tangan mereka.
Papa Sasha: Mak....maksud Anda?
Papa Jean: Nia,om mau tanya kamu?
__ADS_1
Nia: Tanya apa om?
Papa Jean: Om lanjutkan atau tidak?
Nia pun terdiam,dia tidak tahu harus ngomong apa. Dia takut jika bilang tidak,karena itu urusan pekerjaan. Tapi,klo dia bilang iya,itu sama saja kami menerima di hina oleh mereka.
Papa Jean: Jawab yang jujur sayang. Kamu tidak usah memikirkan apa pun.
Nia: Ya,om. Nia jawab tidak. Itu jawaban dari kami semua.
Papa Jean: Kamu sudah dengar jawaban anak saya kan?
Papa Sasha: Maksud Anda apa?
Papa Jean: Saya sudah bersabar dengan omongan Anda kepada mereka. Saya saja tidak pernah menghina mereka dan membuat mereka menangis. Kamu dengan enak nya berbicara seperti itu pada mereka.
Mama Jean: Ya,kamu bilang anak saya miskin? Kamu itu yang lebih miskin dari mereka. Saya,mau lihat apa jadi nya kamu. Papa Jean,saya tidak ingin ada kerja sama dengan mereka.
Papa Jean: Kamu kira saya bos nya? Mereka lah yang punya perusahaan itu. Mereka yang berhak mengambil keputusan,bukan saya.
Papa Sasha: Pasti Anda bercanda kan?
Papa Jean: Saya tidak bercanda. Bagaimana menurut kalian? Apakah om harus setuju?
Mereka pun melirik satu sama lain. Mereka bingung harus jawab apa.
Jean: Aku tidak setuju papa
Rara: Om,kami tidak mengerti masalah perusahaan. Jadi,kami tidak tahu harus jawab apa.
Sasha: Bagus lah kalo kalian sadar diri.
__ADS_1
Papa Jean: Saya tegaskan dengan Anda,saya tidak akan pernah kerjasama dengan orang seperti Anda.
Papa Sasha: Tapi, pak?
Papa Britney: Saya juga tidak ingin ada kerjasama dengan orang seperti Anda. Anda orang yang terlalu sombong.
Mama Sasha: Ya,udah gak perlu kerjasama pun jadi. Kami pun tidak mau kerjasama dengan kalian,orang miskin.
Papa Sasha: Diam kamu. Pak tolong maafkan perkataan kami. Tolong jangan batal kan kerjasama kita.
Papa Britney dan Papa Jean tidak mengeluarkan satu kata pun. Mereka langsung pergi meninggalkan keluarga Sasha. Mereka pun segera mencari tempat lain untuk makan.
Papa Britney: Bagaimana kabar kamu William?
Papa Jean: Kabar aku baik Charlie. Aku tak nyangka kita bisa ketemu seperti ini.
Papa Britney: Ya,benar bangat. Ternyata anak kita berteman baik. Aku tak tahu kalo Jean adalah anak kamu dan mereka adalah anak nona-nona cantik itu.
Jean: Nona-nona cantik itu siapa?
Papa Jean: Sayang,yang di maksud papa nya Britney itu mama kamu dan mama mereka.
Nia: Maksud nya om?
Papa Jean: Kami itu sebenarnya berteman baik. Hanya sudah lama tidak jumpa dan lepas kontek...
Papa Britney: Ya,sayang. Ada hal yang membuat kami tidak bisa komunikasi dengan baik. Ada masalah yang besar terjadi pada om dan tante yang saat itu tidak bisa kami ceritakan. Karena kami tidak ingin menyusahkan siapa pun.
Mereka bingung sekali, kenapa bisa terjadi seperti ini. Mereka semua bertanya.
Bersambung...
__ADS_1